from my PoV..

here lies some thoughts from a girl newmom called ecchan. if you want to know more about her, you may visit here, or there. she also have another blog written in English at LiveJournal. want to have friend and changing link with her? just visit this page.

and i write a lot in Indonesian because i’m Indonesian😀
last? have a nice read😀


Sincerely,
Tu2t Widhi aka Ecchan

Jadi ibu itu, berat!

​Banyaknya pemberitaan berkeliaran tentang ibu menginjak-injak anaknya, sampai dengan memutilasi anaknya yg masih berusia 1tahun itu bikin miris ya.

Tidak semua anak-anak manis seperti di iklan susu atau iklan sabun mandi

“Itu ibu gimana sih? Sehat?”

“Dimana sih akal sehatnya?”

“Kok tega sih begitu ama anak sendiri?”

“Itu agamanya kurang makanya tega”

Dan beribu komen dan hujatan kepada ibu tersebut tentang perbuatannya.

Kalau mau melihat dengan hati tenang dan pikiran dingin, seharusnya kita lihat “KENAPA” si ibu bisa melakukan hal tersebut. Hey man, tak ada api jika tak ada asap. Semua itu pasti ada sebabnya.
Sayangnya masyarakat kita ini kebanyakan judgmental, terutama di sosmed. Jadi pemberitaannya dibagikan dan ditambahi komen yang kurang enak.

Hey! Jadi ibu itu berat lho, terutama dalam mengatur emosinya. Bayangkan saja, dalam satu hari ia harus:

  1. Bangun lebih pagi, sholat/berdoa lalu menyiapkan sarapan buat suami dan anaknya.
  2. Mengantar anak ke sekolah, menungguinya sampai selesai.
  3. Sementara itu pekerjaan rumah menumpuk mulai dari menyapu, ngepel, cuci piring, cuci baju, masak makan siang-malam. Belum lagi kalo anak minta dibelikan camilan. Dan bagi yang punya anak balita, yang namanya rumah pasti berantakan karena mainan berserakan, makanan yang dilempar-lempar, ompol anak dsb.
  4. Belum lagi kalo si anak minta ditemani: main, cerita, tidur, sehingga si ibu menghentikan aktivitasnya untuk menemani si kecil.
  5. Anak tidur, ibu lanjut mengerjakan pekerjaannya. 
  6. Tak terasa sudah sore. Waktunya memandikan anak, dengan segala dramanya: nggak mau mandi, kejar2an buat bukain baju, mandi pake nangis, mandi gk mau kelar-kelar sampai kulit keriput. begitu kelar, anaknya nggak mau pake baju. Yassalam dah ya, bisa sejam sendiri buat ngebuka baju ampe pake baju lagi.
  7. Anak sudah ganteng-cantik, lha kok mainan pasir/bedak/makanan apapun yg bikin dirinya kotor lagi. Akhirnya dimandiin lagi, dan drama lagi Orz Orz
  8. Malam tiba, tenaga emboknya udah 10%, anaknya masih 80%, dan kerjaan rumah belum kelar T︵T
  9. Anak akhirnya tidur, si ibu belum tidur karena berberes rumah yang berantakan.

Ini belum termasuk drama anak nggak mau makan (gtm/gerakan tutup mulut), anak tantrum karena sebab yang tidak diketahui, sakit dan lain sebagainya. Bisa dibayangkan capeknya?

Abis ada gempa?

Abis mandi, makan es krim, lha kok ditoletin semuka sih, dek? ˚D˚

Mainan bedaaaak ^ω^

Dan bisa dibayangkan capeknya jika ibu tersebut juga bekerja? Karena ibu pekerja selain mengerjakan pekerjaan domestik, ia juga harus meluangkan waktu buat anaknya selelah apapun itu.

Dengan segudang kegiatan tanpa henti tersebut, sudah sepantasnya seorang ibu membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekatnya. Karena motherhood itu kejam, kawan! Ibu satu bisa menyakiti ibu lainnya dengan cara: membandingkan anaknya dengan anak org lain.

“Anaknya kecil ya. Makannya gimana?”

“Duh ibu, anaknya dikasih makan apa sih kok beratnya gak naik2?” diucapkan oleh ibu-ibu posyandu (._.)

“Anak saya sudah bisa A, B, C lho di usia 2,5th. Makanya bu, anaknya disekolahkan biar pinter”

Dan lain sebagainya..

Suami itu memiliki peran utama agar istrinya tetap “waras”. Sayangnya masih banyak suami yang tidak mau tahu pengorbanan istrinya sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya. Masih banyak lho suami yang seperti itu. Tau istrinya kewalahan dengan rumah dan anak2nya, eh si bapak malah asyik mainan dengan ponsel pintarnya atau ngakak-ngakak ama temen2nya.

Jika si ibu dibiarkan seperti itu, lama2 kondisi kejiwaannya makin parah lho. Bisa dilihat di gambar diatas ini.

“Alhamdulillah istriku baik2 aja kok, chan. Ia bisa mengatur emosinya”

Eh hati-hati. Baby blues, depression dan psychosis itu datangnya diam-diam lho. Dan kebanyakan perempuan tidak terbuka dengan hal ini. Saya saja sempat kena baby blues.

Si ibu yg mengunggah video menginjak2 anaknya itu ternyata sedang kesal karena suaminya menuduh si istri menjual diri di “bukumuka”. Bisa dibayangkan betapa sakit hati istri dikatakan begitu oleh suaminya?  Bisa jadi si istri tidak melakukannya lalu suami mengatakan hal tersebut tidak sekali dua kali, tapi berkali-kali, dan ketika ia mau membantah, malah diancam suaminya yang A B atau C lah.

“Ah, harusnya ya marah ke pasangannya dong. Jangan dilampiaskan ke anak”

Bagaimana rasanya kalau kamu dikatakan menjual diri oleh pasanganmu? Pasti marah, nggak terima dan masih banyak lagi. Terlebih kalau tidak bisa langsung membantah tuduhan tersebut dan memilih diam. Ya akhirnya seperti itu. Anak yang kena kekesalan si ibu.

Memang ada kok seorang ibu yang sadar dan tega ama anaknya, tapi juga banyak banget ibu yang menjadi “korban” perasaan hingga tidak sadar menjadi tega terhadap anaknya.

Membaca berita tentang ibu-ibu yang seperti itu, chan hanya bisa berdoa agar permasalahan si ibu bisa diselesaikan dengan baik, dan suami & lingkungannya mau bekerja sama untuk menyembuhkan kondisi psikologis si ibu.

Ia membutuhkan pertolongan bukan penghakiman.

Jadi kawan, ada baiknya kita menyenangkan teman-teman kita yang sudah menjadi ibu. Bahagiakan hatinya, bahagiakan dirinya. Ibu adalah seseorang yang mendedikasikan hidupnya demi anak-anaknya dan (berusaha untuk) tidak mengeluh dengan keadaannya.


Selamat hari Jum’at, kawan!

~tu2twidhi, 7 Oktober 2016~

keranjingan bikin camilan 

Iya.. akhir-akhir ini lagi keranjingan bikin camilan. Yang pizza roti lah, risol mayo, custard pudding, jasuke, dan masih banyak lagi, dan banyak yg gak sempet difoto krn sudah laris dimakan duluan xD

Kalau diantara teman2 ada yang follow instagramku sih, pasti tahu ya hehe.

I feel so productive 😁

Ya ini mungkin nasib anak seorang bakul jajanan kali ya. Dari kecil bantuin mama bikin kue dan juga bantu2 masak kalo ada pesenan makanan. Kesukaanku bakarin ayam bakar bumbu rujak dan bikin cake wkwk.

apa hubungannya dengan nasib anak bakul jajanan? Ya, karena terbiasa bikin sendiri dengan citarasa sesuai selera lidah sendiri, jadi kalo pengen makanan/jajanan tertentu dengan ekspektasi rasa tertentu, lalu pas beli ternyata jauh dibawah ekspektasi itu rasanya sebal deh :'( 

Alhamdulillah, walaupun alat tidak selengkap dirumah, setidaknya masih bisa bikin-bikin camilan buat si kecil.

Risol mayo. Si kecil minta ikutan bikin kulit risolesnya.

Gulai sapi. Yumm!

Bantu bikin silky custard pudding

Silky custard pudding. Yuummm!

Next project, bikin es krim. Karena, tiap hari beli es krim bikin dompet nangis deh yaaa :p

have a nice day!

~tu2twidhi, 30 September 2016~

​✩✩ Trik Memanfaatkan Minyak Kelapa untuk Kecantikan ✩✩

Minyak kelapa dikenal memiliki banyak manfaat kecantikan. Bahkan selebriti dunia seperti Miranda Kerr dan Madonna pun memanfaatkan kebaikan alami dari minyak kelapa.
Tak heran kalau banyak produk kecantikan sekarang ini memasukkan minyak kelapa dalam komposisinya. Termasuk batrisyia menggunakan VCO sebagai bahan utama semua produknya.

Selain wanginya yang khas, minyak kelapa memiliki sifat anti bakterial dan anti fungal. Minyak kelapa juga merupakan bahan pelembab alami yang efektif.

Berikut adalah beberapa trik yang bisa kamu gunakan untuk mendapatkan manfaat maksimal dari minyak kelapa.

1. Sebagai Kondisioner/Pelembut Rambut

Ketika rambut terasa kasar, minyak kelapa bisa digunakan sebagai kondisioner yang dapat melembutkan rambut. Caranya mudah. Aplikasikan beberapa sendok makan minyak kelapa ke rambut sambil memberikan pijatan lembut. Kemudian bungkus rambut dengan handuk hangat selama beberapa jam, semakin lama semakin baik, bahkan kalau ingin membiarkannya semalaman pun tak masalah.

Setelah itu keramaslah dan bersihkan rambut dari sisa-sisa minyak. Hasilnya, rambut kamu jadi lebih halus dan lembut. 

Kok bisa? Minyak kelapa mengembalikan keseimbangan protein rambut dan melembabkan rambut, membuatnya menjadi lebih halus dan lembab.
2. Masker Penguat Rambut

Untuk menjadikan minyak sebagai masker penguat rambut, cukup hangatkan 3 sendok makan minyak kelapa dalam panci saus dengan api kecil, lalu matikan. Setelah itu kocok telur mentah dengan minyak kelapa hangat tadi bersama-sama.

Aplikasikan minyak tersebut ke rambut dan kulit kepala. Lalu tutupi kepala dengan penutup kepala plastik dan biarkan selama 1 jam. Setelah itu lanjutkan keramas seperti biasa. Masker rambut ini baik untuk mengatasi rambut patah dan rambut bercabang.
3. Mengatasi Ketombe

Minyak kelapa memiliki sifat antibakteri dan antijamur. Karenanya minyak kelapa bisa menjadi pilihan alami untuk mengatasi masalah ketombe di rambut. 

Caranya mudah, cukup aplikasikan minyak kelapa ke kulit kepala sambil memberikan pijatan ringan selama 5 menit. Kemudian diamkan selama 1-2 jam dan bersihkan dengan shampoo.
4. Melepaskan Permen Karet dari Rambut

Rambut sikecil ditempeli permen karet oleh temannya? Sering kali sulit sekali ya untuk melepaskannya. Kamu bisa mengatasinya dengan mudah menggunakan minyak kelapa. 

Caranya rendam atau lumuri permen karet yang menempel di rambut dengan minyak kelapa. Biarkan minyak kelapa di serap oleh si permen karet selama 30 menit-1 jam dan permen karet akan lebih mudah dilepaskan dari rambut.
5. Lulur Mandi

Siapkan 3 sendok makan minyak kelapa dan brown sugar serta minyak esensial lemon atau jeruk. Kocok minyak kelapa hingga lembut dan kemudian masukkan gula dan 5 tetes minyak esensial. Gunakan pada kulit yang basah saat mandi, gosok dengan perlahan ke permukaan kulit. Lalu bilas sampai bersih. Lulur mandi ini dapat membuat kulit kamu lebih lembab dan halus.
6. Pelembab Kulit

Minyak kelapa kaya akan asam lemak, membuatnya menjadi bahan yang baik sebagai pelembab. Kamu bisa mengaplikasikan minyak kelapa keseluruh badan ketika kulit masih basah setelah mandi. Diamkan selama beberapa saat, bilas.
7. Pengganti Lip Gloss

Minyak kelapa secara efektif bisa menjaga kelembaban bibir, mencegahnya dari kering dan pecah-pecah. Langsung saja aplikasikan minyak kelapa ke bibir untuk menghidrasi bibir dengan segera. 

Selalu sediakan minyak vco  batrisyia. Kemasan cantik dan mudah dibawa kemana aja. 

Kualitas vco batrisyia juga paling TOP. yakni 51.97%. Diatas rata2 kualitas vco di pasaran yg ada di kisaran 48%.

Selamat mencoba :):)

~tu2twidhi, 26 September 2016~

Optimis

“Eh kamu tuh orangnya optimis ya. Semua hal itu positif aja dimatamu. Kira-kira ada gak sih hal negatif yang kamu lihat?”

Saya tuh sering banget diomongin seperti ini. Yang selalu optimis lah, yang melihat hal dari sisi positif lah. Padahal sih,  saya hanya menjalani hidup apa adanya saja.

Tapi bagaimanapun juga, yang bisa menilai diri kita ini kan orang lain ya, karena ia yang bisa melihat. Kalau kita menilai diri sendiri, biasanya kan yang baik-baik tuh. Tapi kalo orang lain bisa menilai baik dan buruknya.

Sehubungan dengan optimis, menurut saya optimis itu sebuah sikap untuk melihat dan menyikapi sesuatu dengan positif, apapun situasinya. Apakah saya dari lahir procot trus oek oek dan optimis? Yang saya yakini, sikap optimis ini lahir dari sebuah proses.

Diawali dari lingkungan keluarga yang positif, lingkungan sekolah juga positif, biasanya akan melahirkan anak yang optimis. Bagaimana kalau sedari awal lingkungan nya negatif? Tetap bisa kok, tapi perjuangannya berat banget.

Sumber: google

Proses untuk selalu positive thinking ini sama sekali tidak mudah. Ada saja halangannya. Dari yang dilecehkan, dibully secara verbal, siapa sih yang tahan dengan hal-hal seperti itu? Orang bermental baja saja bisa keok kalo dibully terus-terusan. Butuh satu orang yang tiada henti mendukung apa yang kamu lakukan. Bagaimana kalau tidak ada satupun yang medukung? Percayalah bahwa engkau hidup itu karena Tuhan masih sangat sayang kepadamu.

Proses untuk selalu berpikiran positif inilah yang lama-lama terpatri (karena terbiasa) dan akhirnya timbul yang namanya optimis.

Misalnya, pakbojo baru pulang jam 3 pagi karena harus berteduh di jalan. Sampai rumah diajak makan, setelah itu ybs tidur, dan saya tidak bisa tidur. Padahal ya badan capek. Lihat jam, lha kok sudah jam 4 pagi. Lihat sisi baiknya: saya orang yg susah bangun pagi. Jadi sekalian nungguin adzan shubuh. 

Eh lha kok tetep nggak ngantuk juga. Gimana mau ngantuk, lha wong kepikiran kalo tidur bisa bablas kesiangan soalnya jam 9 pagi ada acara. Ya sudah bikin draft postingan aja. Haha.

See?  Kalau segala sesuatu dibuat “enteng” dan positive, saya yakin hidup itu akan lebih bermakna. Daripada ngomel gara-gara nggak bisa tidur? Toh setelah sholat shubuh lebih baik jangan tidur lagi, kan? Hihi..

Salah satu quote yang paling saya suka, karena nampol banget:

Life’s not about how hard of a hit you can give… it’s about how many you can take, and still keep moving forward. – Rocky Balboa

Have a nice weekend, mate!
~tututwidhi, 24 September 2016~

Tidak ada alasan: No Excuse.

“Tuhan menciptakan makhluk bernama manusia dengan kelebihan yaitu akal. Dimana akal digunakan untuk mengatasi sebuah masalah. Jadi ketika dirimu mendapatkan hambatan, ingatlah Tuhan. Karena dimana ada Tuhan, disitu ada akal” 

Pak bojo selalu berkata seperti itu. Setiap kali ia terhalang oleh sesuatu, ia berhenti sejenak, melihat sekitar dan berkata “dimana ada Tuhan, disitu ada akal” ketika ia menemukan solusinya. Disitu saya menjadi berfikir bahwa apapun masalah yang kita hadapi, selalu ada solusi.

Atau bisa jadi memiliki arti: jika kamu ingin sukses, jangan jadikan alasan sebagai penghalang. No excuse, itu mungkin kata sederhananya.

Contoh sederhana adalah aktifitas masak ketika anak tidur. Biasanya untuk menghaluskan bumbu, saya menggunakan blender. Berhubung anak sedang tidur, kalau ada suara bising bisa batal tidurnya, saya harus menghaluskannya dengan cara lain.

“Sayangnya, saya tidak punya uleg-uleg atau cobek. Kalau punya, saya bisa menghaluskan bumbu-bumbu ini dengan ulegan…

Tunggu! Saya punya palu!”

Akhirnya para bumbu yang siap dihaluskan saya masukkan ke plastik dan dikepruk pakai palu. Salah satu teman saya malah “mengepruk” bumbu dalam plastik pakai hak sepatunya xD 

Cara ini cukup asyik lho. Terlebih jika sedang sebal. Dijamin bumbunya bisa lebih haluuuuuuus jadinya xD *malah nyelimur* 

This is what i called with "no excuses".. I don't have food processor or grinder. But i have hammer. Then i smashed shallots, garlic, candlenut, and ginger, stir-fried less than a minute and then i put about 750ml of water. Give some seasonings: salt, sugar, pepper and coriander. Put it on pressure cooker for about 30-45 minutes. Well, though i'm vegan, my daughter is not. She's still need proteins from meat and fish. If she wants to be a vegan, then let she decide it by herself. I'm still teaching her to eat veggies. She's still 2yo anyway haha.. My ginger chicken is still on the pressure cooker right now. I hope it will be delicious, fingers crossed. Too much watching #masterchefau gave me lot of inspiration to cook for my family 😁😁 #homemade #cooking #story #storyofamother #indonesia #impromptu #recipe #chicken #ginger #motherhood #motherlife #stayathomemom

A photo posted by Tutut Widhi (@tu2twidhi) on

Setelah itu saya tertegun sendiri. “Ya Allah, ada aja ya akal manusia itu. Gak bisa pakai blender, tidak ada ulegan, palupun jadi. Memang ada benarnya apa kata pak bojo: dimana ada Tuhan, disitu ada akal”.
Oleh karenanya ketika kita menghadapi sesuatu dan tidak ada jalan keluar, berhentilah, ambil nafas panjang dan keluarkan dengan perlahan. Ingatlah Tuhan sambil melihat di sekitarmu. Dengan caraNya, ia akan memberikan solusi.

Semoga harimu indah, kawan.

~tu2twidhi, 21 September 2016~