Obat..

image

bukanlah kopi

Yup.. bukan secamgkir kopi.. itu adalah salah satu minuman yang paling ogah kuminum, tapi mau gak mau harus meminumnya.. karena obatnya hanya itu.. dialah, jamu paitan (ノ_・。)

Buat orang jawa, terutama orang2 lama (orang tua), jamu paitan dipercaya dapat menyembuhkan segala penyakit kulit. Sampai yang separah apapun, niscaya bisa sembuh dengan meminumnya..

Diriku, tak pernah mempercayainya.. jangankan percaya, minum jamu aja diriku wegah.. lah gimana mau suka? Dulu ketika menginjak remaja, mama nyuruh chan minum jamu seduhan yang berakibat muntah dengan suksesnya karena eneg minta ampun.. satu2nya jamu yang kusuka adalah beras kencur dan sinom.. eh, itu dua yah xD

Keterlibatanku dengan jamu paitan tuh, panjang ceritanya.. kalo jamu temulawak mah, ceritanya gk panjang yah.. chan mo minum demi sang hati ato liver biar tetep prima.. konon, temulawak itu rasanya getir.. diriku mah biasa aja ya.. tapi pahitnya jamu paitan, jangan pernah dikata maupin dibayangkan..

So, kembali ke leptop..
Diriku ternyata terkena alergi mulai dari umur 2 tahun.. pemicunya adalah sebuah makanan ternikmat plus penghilang stress, coklat.. itu perkenalanku dengan obat.. bertambah tahun, pantangan makan bertambah.. ikan laut, ayam dan telur.. itu umur 5th.. mama yg khawatir dengan tumbuh kembangku, karena ndak boleh makan macem2, akhirnya membekaliku dengan sebuah obat mujarab.. sebut saja si C..

Semakin tahun, badanku semakin kebal.. 1 tablet C tak bisa meredakan gatalku.. hingga umur 13th, aq berhenti minum obat C karena kalau tidak 4tablet, gak manjur..

Singkat kata 4th yang lalu, sebelum papa sakit, papa memperkenalkanku dengan jamu paitan.. mari kita singkat dengan JP :p

“Nak, iki lho tombone gatel2.. ngombeo tah.. ngkok lhak sembuh” (nak, ini lho obatnya gatel2.. ayo diminum.. nanti bisa sembuh)

Berhubung hakikatnya seorang anak itu selalu bandel dan sering mengabaikan apa yang dikatakan orang tua, terlebih untuk kebaikan sang anak, maka diriku OGAH meminumnya.. ditambah lagi papa kurang persuasif, tepatnya maksa, maka sudah bisa dipastikan diriku nggak mau minum..

Hingga suatu saat, badanku mencapai ambang batas.. tak bisa menerima asupan obat, terlebih obat kimia.. ginjalku bermasalah.. semakin bermasalah karena jarang minum air putih, kbanyakan aktifitas.. yes, masalah orang workaholic…

Saat itu, papa dan chan setuju kalau chan perlu detox mengeluarkan endapan obat yang ada di badan.. lebih dari 20th minum obat, plus jarang minum air jelas bikin ginjal capek.. terlebih dari itu semua, chan ndak akan mau minum obat apapun.. bahkan suplemen vitamin, diriku tak mau.. semua kudu kembali ke alam..  Dan mulailah perjalanan membersihkan badan dari sisa2 obat.. mulai dari vegetarian, food combining dan lain sebagainya..

Sampai akhirnya papa sakit, dan sakitku semakin parah.. parahnya karena kecapekan.. jadi mkanan apapun tetep gk bagus buat badan..

Suatu hari, chan bertemu mas A, dan dia menyarankan jamu ini.. kata2 simpel.. tapi mak jleb!!!

Kalau kamu mau sembuh, coba minum jamu paitan selama 3 bulan, setiap hari. Mau pagi, siang ato sore, terserah.. yg penting sekali tiap hari selama 3 bulan.. kalau kamu mau sembuh.. kalau masih betah sama sakitnya, ya sudah

Kata2 itu terngiang sampai ke mimpi *cieeehhhh*.. sampai akhirnya, apa sih salahnya unuk dicoba? Toh papa sering bilang “yang namanya obat itu selalu nggak enak. Kalo ada obat rasanya enak, pasti pada sehat semua”.. dengan mengumpulkan nyali segenap penjuru dunia, diriku memberanikan diri untuk minum jamu paitan, 1x tiap hari selama 3bulan tanpa putus..

Jangan dikata rasanya.. nyethak banget plus gak ilang2 walo ngemut permen.. tapi ternyata perjuanganku membuahkan hasil..

Selama 3 bulan tanpa putus minum jamu paitan, plus puasa ayam telur, ikan laut dan segala macam fast food, kulitku berangsur2 baik.. dan alergiku mulai mereda…

Memang alergi tak bisa disembuhkan.. katanya, alergi itu penyakit seumur hidup.. jadi kudu pinter2 ngejaga badan biar gak kambuh.. kita harus tahu pemicunya.. itu yang penting..

Walo begitu, bagi seseorang yang mencintai makanan laut dan telur, lalu dilarang mengkonsumsinya itu rasanya sakiiitttt banget.. namun berkat jamu paitan.. sekarang bisa makan telur dan ikan laut, walau harus sangat2 membatasi..

Padahal wes entek akeh berobat nang ngendi wae, dadakno njekethek obate mek sewu ben dinone.. ngerti ngono, pak! Wes ngombe ket mbiyen..

Sekarang, chan mencoba mengingat2 apa yang disaranin ama papa.. jika satu hal ini emang terbukti benar adanya, maka apa yang dulu pernah dikatakan oleh papa juga benar adanya..

Dan chan bukan menyarankan kalian untuk meninggalkan obat dan menggantinya dengan jamu.. bukan.. lebih baik mencegah daripada mengobati.. chan sekarang percaya dengan obat berbahan herbal.. bukan yg sudah dikemas, tapi lebih ke TOGA, tanaman obat keluarga..

Tapi, apapun obatnya memang cocok2an.. dan bagi kalian yang tidak ada masalah dengan apa yang kalian makan, bersyukurlah.. nikmatilah apa yang bisa kamu makan.. karena kita hidup hanya sekali.. nikmati dan jagalah sebelum terlambat..

One comment

  1. ndutyke · June 9, 2012

    Aku jg skrg ga mau minum obat2an atau vitamin kimiawi. Cukup thibbun nabawi saja dan yg herbal. Macam kurma, madu, habbatussauda, minyak zaitun and next: propolis (blm beli sih).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s