ecchan kecewa

disclaimer: postingan ini merupakan opini, dengan nada kecewa dan penuh kesal atas pelayanan salah satu bank ternama di Surabaya. tidak bermaksud menjatuhkan atau menjelekkan nama baik/reputasi mereka. semoga bisa diterima dengan lapang dada. amien.

saya mau curhat nih.. karena kekesalan yang sudah teramat sangat, dan tak terbendung lagi.. ecchan emosi.. emosi sodara-sodara.. jarang-jarang lho ecchan sampai emosi *halah*

jadi ceritanya begini. hari ini, ketika jam istirahat, ecchan kan ada urusan diluar kantor. jadi keluarlah saya untuk makan siang, sekaligus menyelesaikan urusan diluar kantor yaitu mentransfer uang ke bank selain BCA. akhirnya ecchan ke BCA cabang Kombes Pol. M. Duryat. mumpung di BCA niyh ceritanya, ecchan sekalian aja mengurus kartu ATM yang terblokir gara-gara salah masukin PIN. ya maklum lah, keseringan pake e-banking jadi jarang tarik ATM😛 lalu naiklah saya ke lantai 2 untuk mengurusnya di Customer Service.

seperti bank lainnya, kalau kita mau ke customer service, kita harus ambil nomer antrian. begitupula denganku. jadi ecchan dapet nomer 34. sedangkan di papan customer service tertera nomer 32. jadi, pekerjaan menunggupun dimulai. semakin siang, sudah pasti yang datang ke bank semakin banyak. ada yang setor tunai, ada yang mau ngeprint buku, dan juga ke customer service. lalu kejanggalanpun dimulai.

ketika masuk ke antrian nomer 33 itu, ada beberapa orang yang datang ke customer service tidak mengambil nomer antrian, langsung antri di belakang kursi customer service. alasannya “hanya sebentar saja kok, mau mengambil buku,” begitu kata ibu-ibu paruh baya itu. dan memang benar, ibu itu hanya mengambil buku tabungannya dan selesai.

“okelah.. hanya mengambil buku. tidak mengganggu nasabah lainnya,” pikirku sambil melihat jam. lalu mbak CSnya itu kembali melayani bapak dengan antrian 33. tak lama kemudian ada seorang bapak mendekati CS yang bertandakan “closed”. mbak CS itu lalu bertanya ke bapak tersebut, dan dilayani.

“lho kok dilayani ya?” tanyaku dalam hati. “harusnya kan mbak CSnya ngomong harus antri dulu kek, ato apa kek,” imbuhku dalam hati lagi. tapi kali ini saya sudah mulai sewot dong. jadi si mbak CS itu meninggalkan bapak nomer 33, trus ke bapak yang tiba-tiba datang. sepintas kalau dilihat, mungkin lagi aktivasi e-banking atau apalah yang berhubungan dengan PIN ATM. berhubung bapak nomer 33 itu sibuk dengan BBnya, si mbak CS dengan leluasa melayani bapak tadi.

iya kalau itu 1-2 menit. ternyata memakan waktu hampir 5 menit. hampir 5 menit itu merupakan waktu yang cukup lama lho. trus bagaimana dengan saya? sebal mulai melanda. karena waktu sudah menunjukkan pukul 2 dan saya belum makan siang. baru kali ini lho ecchan ketemu CS BCA yang kurang gesit nan tidak tanggap seperti ini.

beberapa menit kemudian, bapak yang nyelonong tanpa antrian itu selesai, dan bapak nomer 33 juga selesai. akhirnya giliran ecchan membuka kembali blokiran kartu ATM. horee!!

eits! jangan seneng dulu. ternyata pas ecchan mau dipanggil mbak CS, tiba-tiba kembali disela oleh bapak yang mau ngeprint buku tabungan. “cuman mau ngeprint buku tabungan kok. nggak lama,” begitu kata bapaknya. ya lantas ecchan jawab “tapi saya sudah antri, pak.” melihat situasi ini, mbak CS menjadi bingung sampai-sampai supervisornya turun tangan. ibu supervisor ini menyuruh mbak CS untuk menekan nomer antrian, yang artinya ecchan duluan yang harus dilayani. hal yang semestinya, bukan?

begitu duduk, mbak CS tanya keperluan ecchan disitu. ya ecchan bilang mau membuka blokir PIN.
SPV CS: “kok bisa sampai terblokir ATMnya?”
ecchan: “iya. salah masukin PIN”
SPV CS: “tapi inget ama PIN aslinya”
ecchan: “ingat. sudah ingat lagi..”
SPV CS: “ooohh”…

lalu dia menerima buku tabungan bapak tadi, trus mendahulukan layanan ke bapak itu. “lho kok!? kurang ajar bener!” masih dalam hati lagi yah. tapi mukaku sudah sewot abis. beberapa saat kemudian, selesailah aktivitas mengeprint dan lanjut ke ecchan.
mbak CS: “kartu ATMnya terblokir karena apa?”
ecchan: “salah masukin PIN, mbak”
mbak CS: “boleh pinjam KTPnya, mbak? mbaknya buka rekening disini? bawa buku tabungannya?”
ecchan: “waduh, saya nggak bawa buku tabungannya, mbak,” sambil kasih KTP dan ATM “bukanya di cabang kusuma bangsa. tapi saya hafal nomer rekening saya kok, kalau mau dikroscek”
mbak CS: “aduh, sebentar ya mbak..”

mbak CS pergi ke SPVnya. feelingku udah gak enak nih. jangan-jangan ndak boleh buka blokiran PIN gara-gara nggak bawa buku tabungan. sesaat kemudian mbaknya kembali.
mbak CS: “maaf mbak, kalau nggak ada buku tabungan, kami tidak bisa verifikasi tanda tangan”
ecchan: “lho mbak, tapi kapanan saya pernah mengurus hal yang sama, di cabang kedungdoro, diterima kok mbak. walau nggak bawa buku tabungan. katanya kalau ATM terblokir atau hilang, bisa diurus di cabang BCA manapun”
mbak CS: “iya mbak, itu kalau bawa buku tabungan. kalau nggak bawa bisanya di cabang dimana mbak buka rekening”
ecchan: “jadi, saya sudah antri, nunggu lama, trus ditolak?”
SPV CS: “ya kita kan mana tahu kalau mbaknya cuman ngurus blokiran PIN”
mbak CS: “iya mbak. mana kita tahu kalau mbaknya cuman ngurus blokiran PIN”

“ya kita kan mana tahu kalau mbaknya cuman ngurus blokiran PIN”
etiskah seorang customer service melontarkan ucapan seperti itu ke seorang nasabah yang sedang kecewa? setelah menunggu lebih dari setengah jam dan disela beberapa orang tanpa nomer antrian?

seumur-umur ya, ecchan ke BCA di Surabaya cabang manapun, baik setor tunai maupun ke customer service, baru kali ini ecchan mendapatkan pelayanan yang kurang ajar seperti ini. di BCA Kusuma Bangsa, BCA Kedungdoro, BCA Jemursari, ketika customer service dihadapkan pada seseorang yang tiba-tiba nyelonong dengan alasan “cuman sebentar kok, mbak” mereka dengan tegas mengatakan, “tolong ambil nomer antrian dulu, pak/bu”. kenapa di BCA cabang Kombes Pol M Duryat ini tidak menerapkan hal yang sama? apakah karena nasabah prioritas? bukannya nasabah prioritas ada jalurnya sendiri?

kalaupun ternyata kelengkapannya kurang, mereka akan meminta maaf dengan bahasa yang amat sopan dengan nada yang bikin orang lain iba, walaupun isi perkataanya menyalahkan kita karena tidak membawa kelengkapan dokumen untuk mengurusnya. lagipula, kalau memang saat itu juga terblokir PIN-nya, masa buku tabungan kudu stand by didalam tas atau dompet?

asli, ecchan benar-benar kecewa dengan layanan di BCA Kombes Pol M Duryat ini. benar-benar tidak profesional. tak perlu jauh-jauh membandingkannya dengan bank lain. lha wong antar cabang aja kualitas pelayanannya berbeda jauh.

ecchan nggak ngerti ama jalan pikiran orang-orang customer service itu. apa karena antara KTP dengan kenyataannya berbeda? karena foto KTP ecchan masih ketika ecchan belum berjilbab. tapi untuk memverifikasi data ada banyak hal, kan? okelah kalau memang ecchan salah tidak membawa buku tabungan, ecchan masih bisa nerima. tapi ucapan “ya kita kan mana tahu kalau mbaknya cuman ngurus blokiran PIN”, itu benar-benar ucapan yang meremehkan.

tapi mau bagaimana lagi ya. mau kasih komplain seperti apapun, tanggapan juga nggak ada. ibarat istilah “anjing menggonggong, khafilah tetap berlalu”.

5 comments

  1. angki · September 25, 2012

    Eeh cyyyn😆

  2. Fenty · September 25, 2012

    sabaaar😀

    • tu2t widhi · September 25, 2012

      Habisnya nyebelin banget, fen.. aq tadi ke cabang kusuma bangsa.. dan mereka layanannya bagus.. satpamnya bilang dulu kalo antriannya bakalan lama, jadi bisa ke cabang lain.. dan gak nyebelin.. heran.. bendera sama beda cabang ae wes beda perlakuannya..

  3. Pingback: Pelayanan Bank BCA masih jauh dari memuaskan namun berani menaikkan biaya administrasi bulanan « Konsultan Solusi
  4. weanti · March 7, 2014

    Ishh….pengalaman Ɣƍ hampir sama!,sabar ya mba:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s