Nasi kuning

Disclaimer: postingan menggunakan bahasa suroboyoan, untuk mempertahankan esensi dari postingan ini. Adapun dibawahnya akan ada alih bahasa, sehingga anda yang tak bisa berbahasa suroboyoan pun dapat memahaminya. Terima kasih…

Mas A (MA): waduh! Luweh rek!!
Pemilik warung (PW): yo nek luweh mangano kono.. *sambil main skak*
MA: hehe.. iyo mas..

MA beranjak dari tempat dusuk dan mengambil sebungkus nasi kuning.. tak lama kemudian dia kembali ke tempat duduknya dan memakan sebungkus nasi kuning yang ia ambil..

MA: halah.. sithik’e pak nasine.. *sambil makan* iyo mas.. opo’o yo nasi kuninge diadhahi mika sak mene.. lhak kurang toh…
PW: yo nek diadhahi ember iku jenenge kumbahan *dengan nada datar*

XDDDDDD

********

Mas A (MA): waduh! Laper rek!!
Pemilik warung (PW): ya kalo laper makan sana.. *sambil main catur*
MA: hehe.. iyo mas..

MA beranjak dari tempat dusuk dan mengambil sebungkus nasi kuning.. tak lama kemudian dia kembali ke tempat duduknya dan memakan sebungkus nasi kuning yang ia ambil..

MA: halah.. sedikit banget nasinya.. *sambil makan* iyo mas.. kenapa ya nasi kuningnya ditaruh mika segini.. kan kurang toh…
PW: ya kalo ditaruh di ember itu namanya cucian *dengan nada datar*

image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s