Pecel Belut Juara!

Punya satu penyakit yang namanya alergi itu memang susah-susah gampang. Mau tak mau harus pintar menghindari hal yang menyebabkan alergi, salah satunya yang disebabkan oleh makanan. Ya, saya memang punya alergi terhadap beberapa makanan. Jangan ditanya alergi apa, tanyakan makanan apa yang bisa saya makan. Tapi secara global, saya tidak bisa makan ikan, baik laut maupun darat, ayam, telur dan masakan yang menggunakan penyedap rasa. Apa yang bisa saya makan? Pasti jenis makanan yang tidak mengandung beberapa bahan yang telah disebutkan tadi, antara lain sayur-sayuran, buah-buahan dan daging. Tapi untungnya, Allah SWT maha adil ya. Walaupun saya tak bisa makan ikan dan ayam, tapi saya masih bisa makan bebek dan belut.

Berbicara mengenai belut, saya punya langganan penyetan belut yang aduhai rasanyo. Secara ya, yang namanya belut itu kalau salah pengolahan jadinya amis, dagingnya keras dan tidak enak.

Dimana siyh tempatnya??
Kalau kalian berada di Surabaya, yang ada di pikiran kalian pasti sebuah brand masakan belut ternama yang bertempat di daerah Banyu Urip. Tapi langgananku itu berada di daerah Simo Kalangan, sekitar 1-2 km dari restoran belut ternama tersebut. Lokasinya dekat pasar Simo Rukun dan pintu tol Simo. Jangan kaget melihat tempatnya, karena warung pecel belutnya cukup mungil alias tidak seberapa besar.

Adalah Penyetan Belut Doyok (kalau di spanduknya sih Pecel Belut ya. tapi kalau saya sukanya manggil dengan Penyetan Belut :P ). Sekilas kalau dilihat, sepertinya kumuh. Tapi sebenarnya kebersihannya terjaga. Tidak hanya menjual belut, ia juga menyajikan lele dan ayam. Semua makanannya disajikan secara segar. Si pemilik warung, Doyok, sengaja menyimpan belut dan lelenya dalam keadaan hidup, dan baru dibersihkan kalau ada yang pesan. “Kalau sudah mati dan disimpan dengan es jelas rasanya tidak gurih lagi. selain itu membersihkan belut harus cekatan. belut jangan dibiarkan diluar air dalam waktu lama,” ujar Doyok.

Proses membersihkan belut hingga masuk ke penggorengan tidak sampai 5 menit. Cukup cepat. Saya biasanya meminta Doyok untuk memasak belutnya sampai matang, namun saya tidak mau belutnya kering. Kalau kering yang terasa crispy-nya, bukan gurihnya. Berbeda dengan lele yang semakin kering, semakin nikmat. Yaaa namanya juga selera. Mungkin anda punya selera yang lain dengan saya? Monggo..

Yang bikin semakin aduhai rasanyo di pecel belut ini, selain belutnya yang enak adalah racikan sambal yang mantab! Sambal yang diracik bukanlah sambal yang telah dihancurkan dari rumah trus tinggal ditaruh di cobek lalu dipenyet. Bukan! Sambalnya langsung dibuatkan saat itu juga. Jadi kita bisa pesan mau rasa sambal yang pedas, super pedas atau lainnya. Berhubung saya orangnya tak suka pedas, jadi saya minta sambal yang tidak pedas. Nah! Bisa kebayang gak rasanya sambal yang tidak pedas?? hehehe..

Beberapa teman saya yang saya bawa ke warungnya Doyok, pasti terngiang-ngiang ingin kembali lagi. Diantaranya adalah Okky dan Angki. Waktu itu Okky pesan belut dengan sambal sedang, dan angki juga pesan belut dengan sambal pedas. Mereka berdua setuju kalau penyetan belutnya enak, begitu pula dengan sambalnya. Hanya saja angki menyesal kenapa tidak pesan yang super pedas. Lain kali beli yang super pedas deh, ki ^^

Kenapa Belut??
Menurut artikel yang ditulis oleh Prof. DR. Made Astawan di Kompas, belut memiliki kandungan gizi yang tinggi dan berkhasiat untuk kesehatan. Memiliki nilai energi sebesar 303 kkal per 100 gram daging, lebih tinggi dibandingkan telur (162 kkal/100 g tanpa kulit) dan daging sapi (207 kkal per 100 g). Sedangkan nilai protein pada belut (18,4 g/100 g daging) setara dengan protein daging sapi (18,8 g/100g), tetapi lebih tinggi dari protein telur (12,8 g/100 g). Belut juga kaya akan zat besi (20 mg/100 g), jauh lebih tinggi dibandingkan zat besi pada telur dan daging (2,8 mg/100g). Dan masih banyak lagi kandungan-kandungan gizi dalam belut yang baik untuk tubuh kita.

Hanya saja, kandungan lemak dalam belut termasuk tinggi. Tapi setinggi-tingginya kandungan lemak dalam bangsa ikan, tidak akan membuat kolesterol naik, kan? Karena kebanyakan lemak yang dimiliki oleh bangsa ikan adalah lemak yang baik.

Alhamdulillah, saya tidak gatal-gatal setelah makan Penyetan Belutnya Doyok :D

-tulisan ini diikutsertakan pada Blog Writing Competition: Jelajah Gizi.

3 comments

  1. efahmi · October 13, 2012

    Ayo budhal ae wes… :9

  2. okky23 · October 13, 2012

    aaaaaakkkkk kapan leh ku pindaaaahhhh??
    #gak sante
    *pengen belut*

    • angki · October 13, 2012

      Ayo semangat hun, pasti ada yang rekrut kamu, masih ngantri buat neleponin satu-satu :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s