Hari Pahlawan!

disclaimer: postingan ini cukup banyak opininya.. jadi kalo ada yang salah, tolong dibenarkan ya🙂

beberapa status facebook di timeline-ku…

Sebenernya tidak susah untuk menghormati jasa para pahlawan. Berbahasa Indonesia yang baik dan benar di kesempatan dan tempat yang benar tanpa melupakan bahasa daerah, hafal lirik lagu daerah dan lagu-lagu nasional, bekerja (atau belajar untuk yg masih pelajar & mahasiswa) dengan niat baik dan usaha maksimal, dan menjaga kebersihan lingkungan sebenernya sudah merupakan salah satu cara untuk menghormati yang paling sederhana. Tidak perlu muluk-muluk, jaga baik-baik apa yang sudah diwariskan kepada kita lewat perjuangan mereka:)
Selamat Hari Pahlawan, dulur! -by aik-

Sudahkah kita menjadi “Pahlawan” bagi diri sendiri, keluarga, maupun orang lain?
Cuma kita sendiri yang tau😀
Selamat Hari Pahlawan rek!! :’) – by mentoz-

Hari Pahlawan…
sebagai orang Surabaya, ecchan merasa bersyukur lahir di sebuah kota yang notabene dikenal sebagai kota Pahlawan. Kalau menilik dari sejarah,  puncak perjuangan arek-arek suroboyo itu di tanggal 10 November, tepat di area Tugu Pahlawan. makanya kalo ke museum yg letaknya dibawah tugu pahlawan, jangan hiraukan perasaan merinding itu. disitu emang tempat gugurnya para pedjoeang dan pasukan belanda.. hiiyy~

apa sih alasan ecchan suka tinggal di kota ini?
walaupun ya, Surabaya itu PANASNYA NA’UDZUBILLAH!, tapi makanannya enak dan murah2😛 trus jarang macet.. jarang lho ya, bukannya tidak pernah, tapi jarang! note that😛 trus orang-orangnya masih terbilang ramah, untuk kategori kota metropolitan kedua setelah jakarta, dan juga solidaritas antar masyarakat masih bagus *lirik bonek-bonita beserta GP Ansor*.

yang paling utama adalah… bahasanya yang cenderung cablak bin ceplas-ceplos.. kalau kalian orang Jawa Tengah, atau kulonan, pasti mengalami yg namanya shock culture begitu masuk Surabaya. merasa minder dan takut karena orang2 surabaya kalo ngomong nadanya seperti orang marah. tapi aslinya mereka nggak marah kok. emang inilah tipikal orang surabaya.. nek ngomong angger njeplak XDD

rasanya tak terkecuali bagi mereka orang asli surabaya ya. para pendatang yang tinggal di Surabaya, sedikit banyak juga bakalan ngikut begitu mereka pindah dan menetap. baik itu bahasa ataupun perilaku.

ecchan sendiri, selama beberapa tahun ini tinggal bersama mereka yang benar-benar asli surabaya. dimana pendahulunya ikut berjuang ketika Agresi Militer, hingga yang selamat ketika puncak perjuangan itu terjadi. seneng deh denger cerita-cerita yang berhubungan dengan sejarah seperti itu. tak jarang mereka juga memberitahu tempat-tempat bersejarah di Surabaya.

dari cerita-cerita tersebut, mungkin ecchan bisa menyimpulkan sekelumit  sifat mendarah daging dari arek-arek suroboyo yang mungkin terkenal dengan kasarnya.

“apapun yang terjadi, kalau salah tetaplah salah. kalau benar harus diperjuangkan. siapa yang berani menghadang, kami libas!”

terdengar ekstrim? mungkin.. tapi ecchan yakin, rasa kecintaan mereka kepada kota Surabaya, khususnya, dan Indonesia pada umumnya tidak bisa diragukan. mungkin kalau terjadi perang, arek-arek suroboyo bakalan maju duluan.. hahaha.. itu kalau diminta ya.. secara, arek-arek suroboyo itu cinta damai. asal jangan diusik😄

seperti semboyannya bonek, “Diam Menakutkan, Bergerak Mematikan”. dan kebanyakan emang, arek-arek suroboyo asli ituh beneran bonek *berguling*. “lagian bonek sekarang ama bonek dulu itu beda,” begitu kata bonek2 tua yang mengomentari bonek2 muda. karena bonek yang sekarang cenderung seenaknya sendiri. tapi solidaritas, tetep nomer satu. makanya jangan heran kalau ketika kerusuhan dulu, Jakarta menetapkan siaga 1 (siap perang), Surabaya hanya siaga 3 (siap-siap). berani bikin rusuh surabaya? siap2 aja berhadapan dengan bonek dan elemen masyarakat lainnya..

Surabaya memang pantas disebut sebagai Kota Pahlawan. walaupun tak terlihat geliatnya, namun semangat dan jiwa kepahlawanan itu masih membara di dada. semangat untuk mengatakan benar terhadap hal yang benar, dan salah jika memang itu salah. mungkin ini sepele buat kalian yang membaca. tapi hal kecil inilah, yang membuat masyarakat surabaya tidak pernah acuh dengan lingkungannya.

namun, predikat Kota Pahlawan ini seyogyanya bukanlah milik Surabaya saja. dan Hari Pahlawan bukanlah milik Surabaya semata. Hari Pahlawan ada, karena semangat dan ke-bonek-an arek-arek suroboyo dalam memperjuangkan surabaya, hanya menggunakan bambu runcing. Hari Pahlawan ada, karena arek-arek suroboyo tidak mau kemerdekaan terenggut dari hidupnya.

Hari Pahlawan ada, karena perjuangan seluruh pahlawan-pahlawan kita, mulai dari zaman Teuku Umar, Tjut Nyak Dien, mungkin sebelumnya, hingga puncaknya tanggal 10 November. Hari Pahlawan ini milik Indonesia. Milik semua kota di Indonesia.

Kita sebagai generasi penerus, setidaknya tetap mengobarkan semangat ini dalam diri. tidak usah muluk-muluk. cukup melakukan apa yang benar, dan jangan melakukan sesuatu yang salah.

melestarikan budaya dari masing-masing daerah kalian.
menjaga kebersihan lingkungan sekitar kita.
bahkan, tahan diri untuk tidak me-mark up laporan keuangan acara sekolah, kampus ataupun kerjaan.

itu adalah sebuah langkah kecil, yang dapat mengubah Indonesia. bukan dengan mengubah masyarakat kita, tapi rubahlah diri kita terlebih dahulu.

Selamat Hari Pahlawan, Indonesia!!

One comment

  1. Budiono · November 11, 2012

    selamat hari pahlawan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s