tentang kopi dan aku

kalau kalian kenal ecchan baru-baru saja, yang ada di pikiran kalian kemungkinan adalah seorang penggila kopi. benernya yang penggila kopi itu para lelaki di concierge yah *lirik angki & fahmi*. saya belum sampai tahap dimana menyukai kopi tanpa gula, walaupun sesekali ecchan juga minum… kalau lagi mood😄

jika kalian kenal ecchan secara personal dari tahun 2002, maksudnya sering ngumpul, guyonan dan sebagainya, pasti kalian tau kalau ecchan aslinya bukanlah penggemar kopi. ecchan adalah penggila teh tawar.. mulai dari teh hitam, merah, coklat, sampe teh hijau udah pernah ecchan coba. dan emang diriku cintanya mentok di teh hijau. rasa pahitnya khas❤

lha trus, kok bisa nggendengi kopi toh ya?

perjalananku dengan kopi cukup panjang. dimulai dari jaman masih SD, dimana alm. papa paling hobi mencampurkan susu dengan kopi yang bagi ecchan itu sama sekali nggak pas. “rasa kopi itu menghancurkan nikmatnya susu,” toh itu yang selalu ada di pikiran ecchan. tapi kalo papa bikin kopi, biasanya tanpa susu, ecchan selalu nyuri-nyuri buat nyeruput kopinya papa. walau hanya sak sruputan doang😄

alasan papa mencampur susu dengan kopi itu karena ecchan punya riwayat darah rendah. jadi diharapkan dengan minum kopi, diriku tidak gampang pusing ketika pelajaran. tapi tetap saja kalau dulu papa mencampur kopi di susu, diriku bakalan ngomel2.

kemudian entah mengapa pada tahun 2003, ketika diriku jadi asisten dosen, keinginan minum kopi muncul. akhirnya tiap pagi begitu nyampe kampus langsung pergi ke pantry bikin kopi. kopi favorit waktu itu adalah kopi sachet. karena ecchan dulu beranggapan kalo cewek gak boleh minum kopi tubruk. “gak baik buat kesehatan,” itu yang dikatakan oleh para sesama asdos. saking sukanya, ecchan sampai mengkoleksi yang namanya mug kopi. hahaha, those days :’)

lalu entah mengapa lagi pada tahun 2004, ketika ecchan mau minum kopi tiba-tiba mual. mencium aromanya saja sudah bikin mual. jadi sejak saat itu, sah sudah diriku tidak mau meminum kopi. jangankan minum, mencium aromanya saja sudah bikin eneg.

Arinda, salah satu temanku yang penggila kopi pahit, mengerti dan paham kalau ecchan beneran nggak suka kopi. jadi kalau ecchan diajak ke setarbak ato kopi korner gitu selalu menghindar. “apapun bentuknya, mau mild ato strong, yang namanya kopi tetaplah kopi. aku tak akan meminumnya,” itu yang ecchan ucapkan pada Arinda.

dan kejanggalan dimulai pada hari sabtu, 11 Februari 2012. JERERENJENG!!! *zoom in zoom out dengan bgm mencekam*

sekitar jam 08.50 s/d 09.10, ecchan sedang mempersiapkan stand karena ada acara jejepangan di Unair. ecchan inget pada jam segitu, sebelum jam 9 yang jelas, tiba-tiba ecchan menatap langit dengan pandangan kosong. “terbang ke angkasa, ya?” itu yang ada di benak ecchan waktu itu. tak lama kemudian air mata jatuh ke pipi. entah kenapa, diriku merasa melayang. langit yang awalnya cerah, tiba-tiba gelap dan turunlah hujan. ecchan merasa saat itu langit berpihak pada perasaanku yang entah mengapa terasa hampa.

kemudian jam 09.30 ecchan dikabari kalau papa sudah gak ada.

butuh waktu sekitar satu jam untuk menenangkan hati sebelum diriku pulang ke rumah. karena ecchan tidak mau menangis di hadapan papa, dan itu memang janjiku sewaktu papa masih sakit. “kalau papa nanti dipanggil oleh Allah, aq janji tidak akan mengantarkan papa dengan tangis. aq akan mengantarkan papa dengan senyuman.”

singkat cerita, akhirnya ecchan pulang dan ngomong-ngomong sama papa, sebelum papa menghilang dari hadapanku. ecchan juga mengikuti proses hingga papa dimakamkan. dan ecchan merasa lega, karena papa akhirnya tak tersiksa lagi.

setegar-tegarnya orang ya, walau hati sudah dipersiapkan, ternyata tetap nggak bisa. setelah papa dimakamkan, ecchan mulai tidak berfikir jernih. jalan seolah mayat hidup gitu. pikiran kosong, pandangan entah kemana, diajak ngomong nggak nyambung.. itu berarti, waktu itu ecchan syok ya? tapi gak bisa nangis..

tepat 12 jam setelah papa dinyatakan tak bernyawa, sekitar jam 9 malam, tiba-tiba saja diriku pengen minum kopi. padahal ecchan nggak akan minum kopi karena bakalan mual, kan?? tapi keinginan itu begitu membara sampai-sampai gak bisa mikir yang lain. akhirnya, ecchan mampir ke sebuah gerai waralaba donat di jl a. yani dan memesan kopi. dan anehnya yang dipesan adalah latte. latte itu kan, kopi susu yah? mana lattenya gerai itu pasti nggak dikasih gula. “ah peduli setan! yang penting minum kopi dulu. urusan mual belakangan,” pikiran ecchan saat itu.

begitu sampai rumah, dan nyeruput kopi susu tanpa gula itu, tiba-tiba aja ini mulut bilang “aahh.. enaknyaaa. udah lama gak minum kopi.” hahaha! ucapan yang aneh bagi seseorang yang tak menyukai kopi sama sekali..

lebih aneh lagi adalah hari-hari setelahnya. dimana tiap pagi ecchan menginginkan kopi. perlahan-lahan dari kopi susu jadi kopi tubruk. sadar dengan anehnya perilaku ini, ecchan menghentikan konsumsi kopi.

dan yang bener aja! lidah jadi hambar dan kepalaku pusing banget kalau tidak minum kopi. hello! apakah secepat itu membuat orang yang sama sekali tak mau minum kopi menjadi pecandu kopi? habis tanda-tanda “sakaw”nya itu beneran seperti para pecandu bin penggila kopi.

lalu si Arinda-pun langsung ternganga bin terheran-heran dengan perilaku-ku yang satu ini. “ecchan.. kopi.. kamu?? tak mungkin.. mimpi apa?? kesambet apa?!”

hahaha.. sekarang sih diriku nggak mau ambil pusing ya. mau minum kopi kah, teh kah, apapun itu sudah tidak jadi masalah lagi. lihatlah sisi baiknya. diajak minum teh, ayok! apalagi green tea latte-nya setarbak ya. itu ENAK! atau ke warung kopi, ayok! terlebih KM buka warkop. wah, semakin membudidaya-lah ini kebiasaan baru😄

satu yang ecchan sadari dalam selera kopi yang kumiliki saat ini. kopi susu pakai gula tapi jangan terlalu manis. setelah kuingat-ingat, itu adalah kopi yang paling sering papa minum ketika masih hidup.

kebetulan kah? entah. namun beberapa orang tua mengatakan kalau papa selalu bersamaku, sehingga secara tak sadar seleraku lama-lama mengikuti selera papa. serem? ah! ecchan nggak menganggapnya serem ya. itu semua rahasia Allah. Wallahuallam.

daripada dipikir yang aneh-aneh, kenapa tak dinikmati saja? hahahaha~ lagipula, kopi itu enak. kenapa harus menghentikan konsumsinya?? wkwkwkwk

jadi.. kopikopi!! *kode buat dua orang di concierge*

credit: photo was taken by fahmi

12 comments

  1. Arinda · November 29, 2012

    *brb ngakak* dan masi smpe skg. Ecchan?? Kopi?? Whaaaattttt..😄
    Dan yes. Smpe skg aku blm bisa appreciate kopi yg dkasi gula. Jd mnghancurkan rasa kopinya.. Jd pake gula kalo mood doank xD

    • tu2t widhi · November 29, 2012

      *tepok pundak rinda* jadi begitu ceritanya. kalo kau heran, APALAGI AKYUH?! tapi yah, ngapain juga dipusingin😄

      yah, pada dasarnya diriku emang sweets lover, toh? jadi butuh waktu buat menyukai kopi lanang yg pait😛 wkwkwkwkwk

  2. Mrs. Mushroom · November 29, 2012

    lama gak minum kopi #lahterus ?

    hehehe, aku juga gak segitunya penggila kopi, tapi kadang kalo pengen ya nginstan aja, tapi paling suka kalo nginep di hotel terus paginya ada breakfast gratisan yang ada kopinya, tanpa susu, tapi gula dua sachet, yumm #eh :p

    • tu2t widhi · November 29, 2012

      masalahnya diriku yang baru menyukai kopi ini gak suka ama yg instan -___-a

      yuk ngopi yuk😄

  3. Vicky Laurentina · November 29, 2012

    Aku belum pernah minum di Bengawan Solo Coffee.
    Belum pernah di Coffee Toffee.

    *pengakuan*
    *ini #kode*
    *minta diajak*

    • tu2t widhi · November 29, 2012

      aq… juga belum pernah dikeduanya *pengakuan*

  4. okky · November 29, 2012

    Kopi di cafe itu paling nikmat kalo dinikmati saat gerimis diiringi alunan musik jazz bersama seseorang yg dibingkai dalam tajuk obrolan tentang rencana indah. Kopi rasa apapun pasti enak rasanya.😀

    *strubuk, please*

    • tu2t widhi · November 29, 2012

      ayok! pas ke surabaya ya😀

      • okky · November 30, 2012

        Angki gak boleh banyak minum kopi dulu. Bahaya buat dia.

  5. Rawins · November 30, 2012

    betul banget
    kopi itu enak kok
    apalagi kalo malem, ujan plus ada yang bikinin dan kasih pisang goreng gratisan…

  6. Ely Meyer · December 14, 2012

    wow .. seperti ada feeling ya mbak aps papanya nggak ada itu

    jadi kopi punya kenangan istimewa ya mbak, yang tak terlupakan dr papanya kali krn itu menurun jadi minum kopi yg sama

    • tu2t widhi · December 14, 2012

      Apapun bisa jadi kenangan indah ama papa. Herannya kok ya kopi :p itu yg bikin aq gak habis pikir..

      Kalo kata orang2 sih, aq punya some kind of 6th sense gt.. dan terkadang feelingku tepat. Hanya saja ap yg terjadi ama papa/mama itu sering nyambung ke aq.. jd kalo tiba2 dada sesek, biasana lgs hub ortu tanya ap ad sesuatu yg terjadi pada mereka..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s