Poligami dan nikah siri

Disclaimer: postingan ini mengandung opini yang teramat sangat karena membahas ttg isyu sensitif baik bagi lelaki maupun perempuan. Tolong kalau membaca, harap dibaca dengan pelan-pelan agar tidak salah mengartikannya. Kemudian jikalau tidak suka dengan temanya, silahkan klik tombol x di pojok kiri atas (linux) atau pojok kanan atas (windows) yaaa🙂

Last, mohon maaf jika menyinggung berat salah satu kaum. Ecchan hanya menyuarakan apa yg ada dibenakku selama ini. Ecchan juga manusia yang tak luput dari salah. Ecchan menerima komentar baik itu pedas maupun lembut, menyerang ataupun mendukung. Terima kasih sudah menyempatkan diri untuk membaca..
***********

Poligami dan nikah siri.

Sebenarnya dua hal ini adalah hal yang sudah cukup sering kita temukan di Indonesia. Namun sekarang hal ini mencuat lagi. Karena siapa? Ya karena orang ini degh ya..

image

Gambar difoto dari koran Surya, surabaya

Kasus ini semakin merebak karena media semakin intens membahasnya. Dan yang kontroversial adalah kata2 si lelaki yang benar2 menyinggung perasaan, terutama perasaan perempuan. La iya lah! Siapa juga yang tidak sakit hati dibilang “tak perawan” atau parahnya adalah “pelacur”. Perawan gak perawan, masalah buat elo? Ih! Kayak situnya suci banget gitu pake pilih2 yg perawan. Kalo kata angki, orang itu mungkin lagi mendalami sebuah ilmu yg membutuhkan darah perawan untuk mengaktifkan ilmunya. Halah!😄

Ecchan males benernya ngebahas perseteruan mereka. Biarlah media dan yg lain membahasnya. Karena diriku mau membahas ttg poligami dan nikah siri secara umum, menurut pandangan ecchan sebagai orang awam. NOTE THAT! okay?
Sebagai seorang muslim, pastinya kita sudah tahu dong kalau yang namanya nikah siri dan poligami itu sah dan diperbolehkan di mata Allah SWT. Tapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh mengenai hal ini, dan ini juga diatur oleh Al-Qur’an.

Antara lain: poligami diperbolehkan dengan syarat si lelaki harus adil. Jika ia tidak bisa adil, urungkanlah niat tersebut.

Kita sering denger hal ini kan? Adil dalam arti tak hanya materi, namun juga dari segi bathinniyahnya. Baik itu perhatian dan kasih sayang. Syarat yg lain adalah jikapun bisa merasa adil, harus mendapatkan ijin dari istri sebelumnya.

NAH!! ini yang masalah. Si lelaki punya hasrat dan keinginan berpoligami. Tapi tak diijinkan oleh istri sebelumnya. Hal yg wajar karena tak ada perempuan yg mau dimadu atau diduakan. Akhirnya langkah apa yang dilakukan oleh si laki? Yup! Nikah siri. Alasan yang paling sering kudengar dari lelaki yg melakukan nikah siri adalah daripada dosa, lebih baik nikah siri.

Wahai para lelaki.. sadarkah kalian kalau perempuan itu bukanlah pemuas nafsumu belaka? Jadi ketimbang dikatakan berzina, lebih baik nikah siri karena itu sah di mata Allah SWT? Siapapun yg berfikiran seperti ini, baik laki2 maupun perempuan, sumpah demi Allah bahwa ecchan tidak akan menaruh hormat kepada orang-orang macam begini. Orang yg tak perlu ditinggikan derajatnya.

Ecchan sendiri bukan tipe orang yang menentang akan nikah siri maupun poligami. Karena itu urusan mereka, bukan urusanku. Hidup mereka, bukan hidupku. Mereka berhak melakukan apapun untuk hidupnya, termasuk nikah siri dan poligami. Tapi jika kamu adalah orang yg mampu dari segi finansial, catatlah pernikahanmu di KUA.

Eh? Kok ngomong gitu chan? Kamu setuju dengan adanya nikah siri? Ecchan mah setuju dengan syarat ya. Soalnya ecchan sering melihat praktik nikah siri itu terjadi di kalangan masyarakat yg tak mampu. Kalian yg sudah menikah pasti tahu kan betapa ribetnya mengurus pernikahan, sesederhana apapun itu. Kalian juga pasti tahu berapa biayanya. Bagi mereka yang berada di bawah garis kemiskinan, yang berpenghasilan 10rb/hari atau mungkin dibawahnya, nikah siri adalah pilihan satu-satunya.

“Cari uang buat makan aja susah. Apalagi buat nikah di KUA?”

Oleh karenanya tiap tahun pasti ada yg namanya nikah gratis, dimana mereka yg sudah nikah siri dan tak mampu mengurus kelegalan surat2nya, dipermudah untuk mendapatkannya. Dalam kasus ini, ecchan memaklumkan akan nikah siri.

Begitupula dengan poligami. Ecchan bakalan memaklumkan jika memang hal tersebut BUKAN UNTUK melegalkan hasrat si pedang untuk merasakan sarung lainnya. Seperti yg telah ecchan dengar dari salah seorang tetua ketika ecchan bertanya akan hal ini,

“orang yang berpoligami itu sejatinya mendapat hidayah dari Allah. Dan orang2 yang mendapat hidayah itu orang2 yang terpilih. Jadi hanya orang-orang yang dianggap oleh Allah mampulah yang dapat memiliki istri lebih dari satu. Masalahnya sekarang, banyak yang berpoligami karena hawa nafsu.

Ketahuilah nak, jika memang lelaki itu pantas di mata Allah untuk berpoligami, rumah tangga dengan istri pertamanya tidak akan rusak. Rumah tangga dengan istri keduanya akan baik. Tidak akan ada yang terluka, tersakiti dan perselisihan. Dan niscaya istri keduanya merupakan seorang istri yg baik-baik dan sholihah, yang memang diperuntukkan untuknya, untuk memperindah biduk rumah tangga mereka.”

Tak jarang lelaki yg berpoligami melegalkan perbuatannya dengan mencontoh apa yg Rasulullah SAW lakukan. Dimana beliau memiliki empat istri, tapi helloo!! Rasullullah SAW menikahi istri kedua s/d keempat untuk meningkatkan derajat mereka. Bukan sebagai pelampiasan nafsu. Ecchan muak dengan pria yang menikah lagi untuk menghalalkan nafsunya. Mereka adalah lelaki terendah dari lelaki rendahan manapun.

Namun adanya nikah siri dan poligami itu tidak hanya salah si laki sih benernya. Yg perempuan juga turut andil di dalamnya. Tidak ada asap jika tidak ada api. Semua pasti ada penyulutnya. Kalo bukan karena, maaf, mbak2 ganjen, ya karena om2 ganjen, dengan muatan materi didalamnya. Tak sedikit yang mau dinikahi siri atau dipoligami itu karena harta berlimpah atau iming-iming materi dari si laki. Atau, kalau dari kasus nikah siri pada perempuan, dikarenakan si perempuan memang tidak mau terikat secara hukum, sehingga jika ia tak puas terhadap pasangannya, ia dapat mendepak dengan nikmatnya. Astaghfirullah!

Terkadang ecchan merasa kalau perkara poligami ini dilebih-lebihkan, terutama untuk konsumsi publik. Yah elah chan kalo gak di lebay-lebaykan begini mana seru. namanya juga gosip. semakin digosok semakin shuuiipp! Ecchan nggak tau apakah orang jawa yg lebay akan hal ini karena di banjar ataupun madura, memiliki istri lebih dari satu adalah hal yang wajar. Atau mungkin masyarakat kita aja yang tak bisa menerima akan hal ini. Mungkin opsi kedua karena tidak sedikit contoh nikah siri dan poligami yang tidak baik, hingga menghancurkan rumah tangga yang sebelumnya.

Tahukah kalian kalau orang2 disekitar kita, yang biasa2 saja itu banyak yang melakukan praktik poligami? Seperti tukang becak, tukang sate, kuli bangunan. Mereka melakukan praktek poligami dan tak terdengar ada huru-hara dalam rumah tangga mereka. ya memang tidak akan terekspos di media lah. karena siapa juga mereka? bukan orang yang berpengaruh yang perlu diungkap kehidupan pribadinya.

Mungkin apa yg dikatakan mbak tyka benar adanya mengenai poligami di kalangan masyarakat menengah kebawah. “Apa yg direbutin, chan? Secara harta memang pas-pasan. Mau minta warisan? darimana juga? Ya itu berarti yg laki emang pintar dan adil membagi baik harta maupun waktu ke istri2nya, walaupun profesinya hanya sebagai tukang becak atau kuli.”

Ecchan percaya, bahwa sejatinya poligami itu tidak akan menghancurkan rumah tangga yang sebelumnya.  jikapun hancur, berarti memang si laki tidak bisa adil terhadap istri-istrinya.

jadi poligami dan nikah siri itu salah siapa?
salah mereka yang menghalalkan hubungan yang berdasarkan atas nafsu yang kemudian dibungkus dengan dalil-dalil agama, supaya mereka dapat melenggang dengan ucapan “telah sah”. baik itu lelaki, maupun perempuan.

**********************

Posted from ecchandroid d(ゝ∀・*)

11 comments

  1. ndutyke · December 6, 2012

    Kalo ada istri yg tdk mau dipoligami, ya yg salah suaminya dong! Kok tdk mampu mendidik istrinya supaya mau dipoligami. Poligami mah bukan modal duit ama tit*t doang loh. Tp yg terpenting, harus ada ilmu! Mengerti ilmu agama (dan mampu mendidik istri2nya untuk bs sepaham) ilmu atau financial management nya jg hrs oke.

  2. Ely Meyer · December 6, 2012

    terus terang aku nggak begitu suka membicarakan ttg poligami mbak, sering bikin nggonduk soalnya baca argumen argumen mereka

    • tu2t widhi · December 6, 2012

      oleh karenanya, kalo emang gk suka mending gak usah dibaca😄

      benernya aq juga gak suka.. tapi lebih gak suka lagi kalo laki mencari pembenaran atas dirinya berpoligami.. gitu aja sih..

      • Ely Meyer · December 6, 2012

        itu masalahnya, aku nggak mau buang waktuku dan menghemat rasa jengkel dsb, mnrt pengalamanku saja
        kalau yg mau dan siap membahasnya ya nggak apa apa khan ?

        • tu2t widhi · December 6, 2012

          ya gpp kok..
          kalo aq jengkel ya tak tinggal ae..
          ato kalo dia mau ketemuan untuk debat langsung, saya terima. tapi kali ini debat langsung ama si kang mas. biar di-skak sekalian😄 *berasa jahat*

          • Ely Meyer · December 6, 2012

            wah beda dong kalau debatnya sama kang mas😛

          • tu2t widhi · December 6, 2012

            ya kan silahkan debat antar lelaki..
            karena kang mas juga gak suka laki2 yang menghalalkan poligami atas dasar nafsu..

  3. danirachmat · December 12, 2012

    setuju Ecchan sama pendapat dikau di sini. Ga ada yang salah dengan poligami dan nikah sirri, cuman kalo dilakukan hanya demi menghalalkan urusan nafsu para pelakunya memang layak dipandang rendah.

  4. istrimandul · January 14, 2013

    Nikah Siri Jelas Berbeda Dengan Nikah Yang Tidak Dicatatkan Di KUA (Negara).
    Nikah Siri
    Siri berasal dari bahasa Arab, dalam bahas Indonesia Siri artinya adalah rahasia atau diam-diam.
    Ciri nikah Siri :
    1. Saksinya sedikit, bila perlu tidak banyak orang yang tahu.
    – Pasangan tersebut baru ketahuan menikah siri, bila sudah ada masalah (gunjingan), seperti bupati Aceng, Deni Ramdani DPRD Tasik dll
    – Sering kali istri pertama tidak diberi tahu (tidak perlu diberitahu / jangan sampai tahu), seperti Ruhut, Limbat, dll
    2. Yang penting tidak Zina

    sedangkan nikah yang tidak dicatatkan di KUA sbb :
    1. Sebelum akad nikah dilaksanakan, calon memepelai memberitahukan/mengundang teman sekolah, teman kantor, sanak famili, teman bermain, mitra usaha dll dan mengumumkan bahwa akan diadakan akad pada ddmmyy, intinya tidak dirahasiakan dan diumumkan sebelum akad nikah..
    2. Belum bisa dicatatkan ke KUA, karena ada suatu hal, seperti syarat administrasi yang tidak lengkap, sehingga belum bisa di ajukan permohonannya ke KUA.
    3. Bila sudah punya istri, maka istri tuanya akan memberikan surat ijin menikah lagi kepada suaminya untuk keperluan surat administrasi di KUA.

    Contoh Nikah yang tidak dicatatkan di KUA,
    assalamualaikum.
    Saya berkewarganegaraan Indonesia, sedangkan calon saya berkewarganegaraan Jerman. Alhamdulillah kami berdua muslim sejak lahir dan orang tua kami pun sudah saling mengenal baik. Kami ingin menikah secepatnya, namun terbentur masalah dokumen2x dari embassy Jerman yang sedang kami urus dan memerlukan waktu yg cukup lama. Saya sudah ke KUA dan dari pihak KUA mengatakan bahwa saya dan calon saya belum dapat melakukan akad nikah di KUA jika dokumen2x dari embassy belum selesai. Beberapa kawan2x saya menganjurkan untuk melakukan akad secara agama dulu, baru nanti setelah dokumen2x selesai di lakukan pencatatan sipil. Saya dan calon saya takut jika kami terlalu lama menunggu, keberkahan pernikahan kami nanti berkurang di mata Allah karena adanya zina hati dll.

    lengkapnya klik di sini arti nikah siri

  5. bali tour · September 7, 2013

    Terima kasih banyak atas informasinya

  6. M Barrier Alfaiz · May 30

    POLIGAMI, WAHYU ILAHI YANG DITOLAK

    PARA pembaca semoga dirahmati Allah. Suatu hal yang patut disayangkan pada saat ini. Wahyu yang sudah semestinya hamba tunduk untuk mengikutinya, malah ditolak begitu saja. Padahal wahyu adalah ruh, cahaya, dan penopang kehidupan alam semesta. Apa yang terjadi jika wahyu ilahi ini ditolak?!

    WAHYU ADALAH RUH
    Allah ta’ala menyebut wahyu-Nya dengan ruh. Apabila ruh tersebut hilang, maka kehidupan juga akan hilang. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruh (wahyu) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Qur’an itu nur (cahaya), yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami.” (QS. Asy Syuro: 52). Dalam ayat ini disebutkan kata ‘ruh dan nur’. Di mana ruh adalah kehidupan dan nur adalah cahaya. (Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah)

    KEBAHAGIAAN HANYA AKAN DIRAIH DENGAN MENGIKUTI WAHYU
    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -semoga Allah merahmati beliau- mengatakan, “Kebutuhan hamba terhadap risalah (wahyu) lebih besar daripada kebutuhan pasien kepada dokter. Apabila suatu penyakit yang tidak dapat disembuhkan kecuali dengan dokter tersebut ditangguhkan, tentu seorang pasien bisa kehilangan jiwanya. Adapun jika seorang hamba tidak memperoleh cahaya dan pelita wahyu, maka hatinya pasti akan mati dan kehidupannya tidak akan kembali selamanya. Atau dia akan mendapatkan penderitaan yang penuh dengan kesengsaraan dan tidak merasakan kebahagiaan selamanya. Maka tidak ada keberuntungan kecuali dengan mengikuti Rasul (wahyu yang beliau bawa dari Al Qur’an dan As Sunnah, pen). Allah menegaskan hanya orang yang mengikuti Rasul -yaitu orang mu’min dan orang yang menolongnya- yang akan mendapatkan keberuntungan, sebagaimana firman-Nya yang artinya,”Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al A’raf: 157) (Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah)

    POLIGAMI ADALAH WAHYU ILAHI YANG DITOLAK
    Saat ini, poligami telah menjadi perdebatan yang sangat sengit di tengah kaum muslimin dan sampai terjadi penolakan terhadap hukum poligami itu sendiri. Dan yang menolaknya bukanlah tokoh yang tidak mengerti agama, bahkan mereka adalah tokoh-tokoh yang dikatakan sebagai cendekiawan muslim. Lalu bagaimana sebenarnya hukum poligami itu sendiri [?!] Marilah kita kembalikan perselisihan ini kepada Al Qur’an dan As Sunnah.

    Allah Ta’ala telah menyebutkan hukum poligami ini melalui wahyu-Nya yang suci, yang patut setiap orang yang mengaku muslim tunduk pada wahyu tersebut. Allah Ta’ala berfirman yang artinya,”Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” (QS. An Nisa’: 3).

    Poligami juga tersirat dari perkataan Anas bin Malik, beliau berkata,”Sungguh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menggilir istri-istrinya dalam satu malam, dan ketika itu beliau memiliki sembilan isteri.” (HR. Bukhari). Ibnu Katsir -semoga Allah merahmati beliau- mengatakan, “Nikahilah wanita yang kalian suka selain wanita yang yatim tersebut. Jika kalian ingin, maka nikahilah dua, atau tiga atau jika kalian ingin lagi boleh menikahi empat wanita.” (Shohih Tafsir Ibnu Katsir). Syaikh Nashir As Sa’di -semoga Allah merahmati beliau- mengatakan, “Poligami ini dibolehkan karena terkadang seorang pria kebutuhan biologisnya belum terpenuhi bila dengan hanya satu istri (karena seringnya istri berhalangan melayani suaminya seperti tatkala haidh, pen). Maka Allah membolehkan untuk memiliki lebih dari satu istri dan dibatasi dengan empat istri. Dibatasi demikian karena biasanya setiap orang sudah merasa cukup dengan empat istri, dan jarang sekali yang belum merasa puas dengan yang demikian. Dan poligami ini diperbolehkan baginya jika dia yakin tidak berbuat aniaya dan kezaliman (dalam hal pembagian giliran dan nafkah, pen) serta yakin dapat menunaikan hak-hak istri. (Taisirul Karimir Rohman)

    Imam Syafi’i mengatakan bahwa tidak boleh memperistri lebih dari empat wanita sekaligus merupakan ijma’ (konsensus) para ulama, dan yang menyelisihinya adalah sekelompok orang Syi’ah. Memiliki istri lebih dari empat hanya merupakan kekhususan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Lihat Shohih Tafsir Ibnu Katsir). Syaikh Muqbil bin Hadi al Wadi’i ketika ditanya mengenai hukum berpoligami, apakah dianjurkan atau tidak? Beliau menjawab: “Tidak disunnahkan, tetapi hanya dibolehkan.” (Lihat ‘Inilah hakmu wahai muslimah’, hal 123, Media Hidayah). Maka dari penjelasan ini, jelaslah bahwa poligami memiliki ketetapan hukum dalam Al Qur’an dan As Sunnah yang seharusnya setiap orang tunduk pada wahyu tersebut.

    TIDAK MAU POLIGAMI JANGANLAH MENOLAK WAHYU ILAHI
    Jadi sebenarnya poligami sifatnya tidaklah memaksa. Kalau pun seorang wanita tidak mau di madu atau seorang lelaki tidak mau berpoligami tidak ada masalah. Dan hal ini tidak perlu diikuti dengan menolak hukum poligami (menggugat hukum poligami). Seakan-akan ingin menjadi pahlawan bagi wanita, kemudian mati-matian untuk menolak konsep poligami. Di antara mereka mengatakan bahwa poligami adalah sumber kesengsaraan dan kehinaan wanita. Poligami juga dianggap sebagai biang keladi rumah tangga yang berantakan. Dan berbagai alasan lainnya yang muncul di tengah masyarakat saat ini sehingga dianggap cukup jadi alasan agar poligami di negeri ini dilarang.

    HIKMAH WAHYU ILAHI
    Setiap wahyu yang diturunkan oleh pembuat syariat pasti memiliki hikmah dan manfaat yang besar. Begitu juga dibolehkannya poligami oleh Allah, pasti memiliki hikmah dan manfaat yang besar baik bagi individu, masyarakat dan umat Islam. Di antaranya: (1) Dengan banyak istri akan memperbanyak jumlah kaum muslimin. (2) Bagi laki-laki, manfaat yang ada pada dirinya bisa dioptimalkan untuk memperbanyak umat ini, dan tidak mungkin optimalisasi ini terlaksana jika hanya memiliki satu istri saja. (3) Untuk kebaikan wanita, karena sebagian wanita terhalang untuk menikah dan jumlah laki-laki itu lebih sedikit dibanding wanita, sehingga akan banyak wanita yang tidak mendapatkan suami. (4) Dapat mengangkat kemuliaan wanita yang suaminya meninggal atau menceraikannya, dengan menikah lagi ada yang bertanggung jawab terhadap kebutuhan dia dan anak-anaknya. (Lihat penjelasan ini di Majalah As Sunnah, edisi 12/X/1428)

    MENEPIS KEKELIRUAN PANDANG
    Saat ini terdapat berbagai macam penolakan terhadap hukum Allah yang satu ini, dikomandoi oleh tokoh-tokoh Islam itu sendiri. Di antara pernyataan penolak wahyu tersebut adalah : “Tidak mungkin para suami mampu berbuat adil di antara para isteri tatkala berpoligami, dengan dalih firman Allah yang artinya,”Jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja.” (An Nisaa’: 3). Dan firman Allah yang artinya,”Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian.” (QS. An Nisaa’: 129).”

    SANGGAHAN:
    Yang dimaksud dengan “Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil” dalam ayat di atas adalah kamu sekali-kali tidak dapat berlaku adil dalam rasa cinta, kecondongan hati dan berhubungan intim. Karena kaum muslimin telah sepakat, bahwa menyamakan yang demikian kepada para istri sangatlah tidak mungkin dan ini di luar kemampuan manusia, kecuali jika Allah menghendakinya. Dan telah diketahui bersama bahwa Ibunda kita, Aisyah radhiyallahu ‘anha lebih dicintai Rasulullah daripada istri beliau yang lain. Adapun hal-hal yang bersifat lahiriah seperti tempat tinggal, uang belanja dan waktu bermalam, maka wajib bagi seorang suami yang mempunyai istri lebih dari satu untuk berbuat adil. Hal ini sebagaimana pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Imam Nawawi, dan Ibnu Hajar.

    Ada juga di antara tokoh tersebut yang menyatakan bahwa poligami akan mengancam mahligai rumah tangga (sering timbul percekcokan). Sanggahan: Perselisihan yang muncul di antara para istri merupakan sesuatu yang wajar, karena rasa cemburu adalah tabiat mereka. Untuk mengatasi hal ini, tergantung dari para suami untuk mengatur urusan rumah tangganya, keadilan terhadap istri-istrinya, dan rasa tanggung jawabnya terhadap keluarga, juga tawakkal kepada Allah. Dan kenyataannya dalam kehidupan rumah tangga dengan satu istri (monogami) juga sering terjadi pertengkaran/percekcokan dan bahkan lebih. Jadi, ini bukanlah alasan untuk menolak poligami. (Silakan lihat Majalah As Sunnah edisi 12/X/1428)

    APA YANG TERJADI JIKA WAHYU ILAHI DITOLAK
    Kaum muslimin –yang semoga dirahmati Allah-. Renungkanlah perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berikut ini, apa yang terjadi jika wahyu ilahi yang suci itu ditentang.

    Allah telah banyak mengisahkan di dalam al-Qur’an kepada kita tentang umat-umat yang mendustakan para rasul. Mereka ditimpa berbagai macam bencana dan masih nampak bekas-bekas dari negeri-negeri mereka sebagai pelajaran bagi umat-umat sesudahnya. Mereka di rubah bentuknya menjadi kera dan babi disebabkan menyelisihi rasul mereka. Ada juga yang terbenam dalam tanah, dihujani batu dari langit, ditenggelamkan di laut, ditimpa petir dan disiksa dengan berbagai siksaan lainnya. Semua ini disebabkan karena mereka menyelisihi para rasul, menentang wahyu yang mereka bawa, dan mengambil penolong-penolong selain Allah.

    Allah menyebutkan seperti ini dalam surat Asy Syu’ara mulai dari kisah Musa, Ibrahim, Nuh, kaum ‘Aad, Tsamud, Luth, dan Syu’aib. Allah menyebut pada setiap Nabi tentang kebinasaan orang yang menyelisihi mereka dan keselamatan bagi para rasul dan pengikut mereka. Kemudian Allah menutup kisah tersebut dengan firman-Nya yang artinya,”Maka mereka ditimpa azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata, dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman. Dan Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.” (QS. Asy Syu’ara: 158-159). Allah mengakhiri kisah tersebut dengan dua asma’ (nama) -Nya yang agung dan dari kedua nama itu akan menunjukkan sifat-Nya. Kedua nama tersebut adalah Al ‘Aziz dan Ar Rohim (Maha Perkasa dan Maha Penyayang). Yaitu Allah akan membinasakan musuh-Nya dengan ‘izzah/keperkasaan-Nya. Dan Allah akan menyelamatkan rasul dan pengikutnya dengan rahmat/kasih sayang-Nya. (Diringkas dari Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah)
    4 87

    -Pahala Bagi Istri yang Ikhlas Dipoligami
    -Ganjaran Bagi Perempuan yang dipoli
    -Pahala Istri Yang Rela Dipoligami
    -Hukum Poligami
    -Apakah Poligami Merupakan Hak Mutlak Seorang Suami

    Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beriman terhadap apa yang beliau bawa. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar Do’a hamba-Nya. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin wa shallallahu ‘ala sayyidina Muhammad wa ashabihi ath thoyyibina ath thohirin.

    Sumber: By Redaksi Muslimah.Or.Id February 20-2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s