ngelanturin ribetnya budaya dan tradisi

menjelajah internet dikala kepala sedang suntuk rupanya berguna juga. ecchan menemukan sebuah artikel di portal berita ternama mengenai Noken. bukan token lho yaaa😄

Dikatakan bahwa keberadaan Noken papua terancam punah, karena generasi muda perempuan papua banyak yang tidak bisa membuat Noken. Noken sendiri adalah tas asli buatan perempuan papua. Tas tradisional ini biasa dipakai untuk membawa berbagai macam hasil pertanian seperti sayuran, umbi-umbian, dan barang dagangan ke pasar.

Saking mulai terancam punah, pada Sidang Lembaga PBB untuk UNESCO menetapkannya sebagai warisan budaya tak benda dengan kategori memerlukan perlindungan yang mendesak. Selain noken juga ada wayang, keris, batik, diklat warisan budaya batik untuk siswa sekolah, angklung, dan tari saman yang membutuhkan perlindungan.

segitu tidak sadarnya kita akan kebudayaan Indonesia yang beragam dan telah terancam punah. segitu tidak sadarnya sehingga butuh penetapan/keputusan mengenai perlindungan dengan mendesak dari UNESCO. ternyata segitu cueknya kita ya terhadap tradisi dan budaya kita sendiri.

ecchan mungkin bukan orang yang kompeten untuk membahas tradisi atau budaya dan apapunlah itu. tapi ketika ecchan berinteraksi dengan orang luar negeri, membuat ecchan merasa kalau kita perlu perlu perlu melestarikan budaya kita sendiri. karena mereka suka banget ama budaya Indonesia yang beragam.

bagaimana caranya? ecchan rasa simpel. lestarikan budaya orang tua, dan hormati budaya dimana kita berpijak.

gunungan dan semar

banyak dari kita “enggan” melestarikan budaya, atau lebih tepatnya tradisi yang dibawa dari nenek moyang kita, dikarenakan rancu oleh satu hal, takut Syirik. selain itu karena kitanya sendiri malas karena super ribet dan merasa yang namanya tradisi itu dilakukan oleh orang tua kita, atau orang-orang kuno.

contohnya adalah prosesi pernikahan menggunakan adat Jawa. ada proses yang namanya seserahan, midodareni, siraman dan lain-lain dimana cukup banyak yang melewati beberapa syarat karena ribet. Siraman misalnya. harus mengambil air dari tujuh mata air termasuk air dari daerah asal mempelai pria & wanita untuk ditukarkan bla bla bla. CMIIW. nah, ada salah satu hal dari tradisi ini dimana si calon enggan melewatinya karena itu berbau syirik.

tahukah kalian, bahwa setiap doa yang diucapkan oleh perias pengantin diawali dengan Bismillah, lalu memohon kepada Allah SWT agar segala urusan pernikahan calon mempelai tersebut nantinya akan lancar? tahukah kalian kalau setiap prosesi tersebut selalu diawali dengan Bismillah dan dan berdoa kepada Allah SWT mengenai kelancaran acara tersebut? Tahukah kalian bahwa seorang perias dalam merias pengantin mengumandangkan dzikir dan doa yang tak henti-henti? itu.. syirik kah?

jujur ecchan enggak melewati prosesi ini jadinya nggak ngerti secara jelas *digampar massal*. tapi seringnya ecchan mengikuti prosesi adat pernikahan teman2 ecchan yang membuat ecchan terkadang miris, karena meremehkan tradisi.

loh chan kok ngelantur ampe gak karuan? hahahaha *garuk2 jilbab* entahlah. ini pikiran terlalu banyak isinya jadi ngelantur gak jelas😄

jadi intinya gimana, chan?
intinya.. silahkan merangkum sendiri karena saya lagi riweuh XD~ *lari sebelum digampar pembaca blog*

4 comments

  1. okky · January 18, 2013

    Aku kok seneng ya yg ribet2 gitu. Mung ya gak tau nanti bakal menjalani atau gak. Wong ya udah gak ada orangtua, jadi kendali ada ditanganku. Etapi ya mbuh ding nanti sempat ngalamin nikah atau ndak😀

    • tu2t widhi · January 18, 2013

      benernya ya, ribet2nya itu penuh makna lho. kalo A itu apa B itu apa. jadi bener2 berarti. dan mendingan ribet diawal daripada biduk rumah tangganya yang ribet. tapi jangan sampai lah.. toh ribet di prosesi itu artinya supaya nantinya ketika berumah tangga lancar dan bisa mengatasi masalah2 didalamnya😀

  2. Vicky Laurentina · January 18, 2013

    Aku besok siraman juga akan menggunakan air dari tujuh sumber. Sumbernya dari kran kamar mandiku, kran kamar mandi nyokap, kran kamar mandi ruang tamu, kran dari halaman depan rumah, kran dari ruang wudhu musholla rumah, kran dari dapur, dan kran dari halaman belakang rumah! Naah..tujuh sumber mata air kan?? ^^

    Jadi noken itu apa? Gambarnya mana? Jangan-jangan tasnya sudah nggak dibikin lagi karena sayuran yang mau dibawa memang sudah nggak ada? Jangan-jangan penduduk Papua itu sudah nggak tanem sayur-sayuran lagi tapi pindah mata pencaharian menjadi jualan hewan ternak? Budaya itu mengikuti kehidupan manusianya, Tut. Bukan dipertahankan mati-matian.

  3. Ely Meyer · January 19, 2013

    ternyata perias pengantin juga ikut mendoakan ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s