kepercayaan dan logika

ecchan sedang sebal dengan beberapa rekan kerja ecchan akhir-akhir ini. itu karena keputusan yang mereka ambil bener-bener, bagiku itu ceroboh.

jadi begini..
perlu ecchan garis bawahi, bahwa ecchan percaya akan hal gaib. ecchan percaya bahwa kita hidup berdampingan dengan mereka yang tak tampak, yang gaib. dan ecchan juga percaya akan beberapa yang dikatakan oleh sebagian orang katakan bahwa hal tersebut adalah mitos, karena ecchan pernah bersinggungan dengan hal tersebut. percaya nggak percaya memang. tapi jika kalian pernah bersinggungan dengan hal gaib, yang tak pernah bisa dinalar dengan akal, kalian akan percaya.. begitupun sebaliknya..

tapi bukan berarti dengan percayanya ecchan dengan hal gaib, ecchan akan mengambil sebuah keputusan/kebijakan berdasarkan bisikan gaib juga. terlebih jika itu di kerjaan. that’s totally fool!

kamu boleh mendapatkan bisikan gaib, ataupun mengetahui yang tak diketahui orang lain.. tapi jika itu berhubungan dengan pembuktian, buktikanlah dengan logika. gunakan nalar..

rekan kerja ecchan, katakan si A, baru saja kehilangan laptop milik kantor, di gudangnya si B. si A menyuruh C dan D untuk memindahkan barang2 dari gudang A ke gudang B. salah satu barangnya adalah sebuah laptop baru. parahnya, si A lupa bilang ke B kalau A menitipkan laptop di gudang B. dan si B tidak mengecek barang yang dipindahkan. plus si C dan D juga diam-diam saja.

tiba-tiba saja si B ngecek gudang dan mendapati kardus laptop tersebut terbuka, dengan diisi kerdus lain di dalamnya. B shock, karena laptop hilang di areanya (gudangnya). dengan berlinang air mata, B mengatakan ke A. dan tumpahlah pula air mata si A. bagaimana dengan si C dan D? merekapun kebingungan.

ecchan tak sengaja melihat A menangis di mejanya. ecchan hampiri dan bertanya. sekedar basa-basi benernya. kalau ternyata nangisnya karena urusan pribadi, apa hak gue gituh.. ternyata ada hubungannya dengan kerjaan. akhirnya ecchan dimintai tolong untuk mengusutnya.

ketika mendapat cerita rinci, ecchan langsung curiga berat ke D. terlebih ecchan lihat gelagatnya kalo D itu terlihat lebih tenang dan, entah mengapa, dari tampang dan perkataannya itu ecchan yakin kalo D itu tersangkanya. tapi bagaimana cara membuktikan prasangkaku? ecchan putar otak cari cara ala Sherlock Holmes gituh. bagaimanapun juga ecchan kudu bisa membuktikan kalau D memang bersalah. atau mungkin ada tersangka lain? yang jelas kudu ada bukti. prasangka sama aja dengan hipotesa, sifatnya tidak valid.

akhirnya ecchan bilang ke mereka berempat, kalau hal tersebut jangan sampai orang lain tahu. cukup kita berlima saja yang tau, termasuk papi dan mami bos. kapan papi dan mami bos tahu? ketika sudah terbukti siapa tersangkanya.

semalaman ecchan putar otak bagaimana cara membuktikan hal tersebut. singkat kata, ecchan terlintas sebuah ide yang sederhana, tapi bisa menjadi bukti. ecchan sudah mempersiapkan harus melibatkan siapa saja dalam ‘drama’ pembuktian tersebut. termasuk beberapa orang pakar yang ahli dalam mendeteksi bahasa tubuh & kebohongan.

tapi apa yang terjadi??

keesokan harinya si A dan B pergi ke orang pintar, mencari tahu siapa tersangkanya. okelah, tak ada yang salah dengan itu. lalu apa yang salah? si A bilang ke mami bos, dan beberapa orang lainnya kalau laptop hilang diambil oleh si D dan E, atas dasar penerawangan orang pintar..

HELLO!! *ala fitrop*
penerawangan orang pintar itu diperlukan sebagai hipotesa awal.. bukan sebagai dasar ataupun bukti bahwa seseorang itu bersalah. dan kemudian ia berbicara dengan orang-orang yang tak berkepentingan, plus memberikan nama tersangka berdasarkan penerawangan orang pintar yang ia datangi? itu sama saja pembunuhan karakter si D dan E plus fitnah.

apa benar si D dan E mencuri?
apa buktinya? dan menjamin kalau dalam rentang sekian hari kalau itu laptop nggak kembali, tersangkanya akan gila.. that’s nonsense!

ecchan beneran tidak habis pikir dengan cara seperti itu.
jaman sekarang, banyak banget orang pintar.. apalagi yang sok pintar..
percaya dengan cara yang tak masuk akal untuk pembuktian barang hilang..
orang ‘pintar’ biasanya asal nyeplos.. kalo emang pintar mah nggak mungkin kasih nama. palingan kasih ciri. trus pembuktiannya? silahkan putar otak untuk membuktikan tersangkanya..

kembali lagi.. untuk pembuktian harus menggunakan cara yang masuk akal. bukan pake dupa dan menyan. dupa dan menyan dipake tuh kalo mau meditasi, ato pengen uka-uka ngeliat mas cong atopun mas gen..

oh come on…
hal-hal tersebut adalah suatu tradisi.. perlu untuk dilestarikan.. tapi bukan berarti digunakan seperti itu dong.. tradisi tetaplah tradisi.. namun untuk pembuktian suatu hal, tetap logika kudu berjalan..

21 comments

  1. MrFz · May 8, 2013

    Realita negri ini ya mbak Ecchan. Klo terbukti mmg si D, malah mkin prcaya. gpp lah smngat jd detektifnya🙂

    • tu2t widhi · May 8, 2013

      udah males jadi detektip…
      diajak kerjasama malah sok “serahkan semuanya padaku”… grrrhhh

  2. duniaely · May 8, 2013

    hari gini ya .. msh percaya sama orang pintar, lha wong sama sama orang lho ya

    • ryan · May 8, 2013

      orang pintar minum tolak a*gin (bukan iklan – cuma biar dilempar klepon mba el)

      • tu2t widhi · May 8, 2013

        kleponnya dilempar kemari dong, om.. wkwkwkwkwkwk

        • ryan · May 8, 2013

          belum dapet nih… ntar kalau dpt dilempar deh

    • MrFz · May 8, 2013

      dsono sono pd logis dan reliastis kali yo mbak, dtektif keren,filsuf dihargain, dimari mbah dukun yg di puja😆

      • tu2t widhi · May 8, 2013

        itu pola pikirnya orang2 aja..
        dukun itu ibarat gayung.. sumurnya sapa? ya yang pergi ke dukun lah!

    • tu2t widhi · May 8, 2013

      percaya sih nggak boleh ya.. mereka juga perantara.. bukan Tuhan.. tapi ya orang2 itu lho.. mbok ya o… hufftt.. gemes!

  3. ryan · May 8, 2013

    jadi taktiknya gagal dilakukan dong?
    gimana penyelidikannya?

    rasanya susah kalau dah nyangkut masalah seperti itu. hehehe. karena di sekitar saya juga percaya soal itu. sampai2 ngikutin kata2 si peramal.

    • tu2t widhi · May 8, 2013

      gatot om.. males banget.. soalnya dia pake sebar2 kejadian plus kasih tahu siapa yang ngambil. fitnah banget kan?

      percaya atau tidak ttg ramalan itu memang terserah masing2 orang ya.. tapi lebih baik jangan terlalu percaya.. use common sense gitu lah..

      • ryan · May 8, 2013

        agree.
        ramalan sih dengerin untuk coba tarik yang baiknya aja.😀

        • tu2t widhi · May 9, 2013

          Yup.. kalo ada buruknya, waspada aja.. jgn dijadikan patokan.. ntar malah parno…

          • ryan · May 10, 2013

            betul. parno parah nantinya.😀

  4. ted · May 8, 2013

    gudang lantai 4 kah?

    • tu2t widhi · May 9, 2013

      (o≧ω≦)○))`ω゚)!・;’.アベシ!!

  5. mamayara · May 8, 2013

    Nanyanya ke eyang kubur atau eyang kabur….. ?:mrgreen:

  6. araaminoe · May 9, 2013

    Mbak e.. diatas tuh yang komen “Orang-Orang Pintar” juga lho kenapa gak tanya saja sama mereka, siapa tahu mereka bisa memecahkan masalahmu. Coba.. coba.. ditanya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s