Jadi bahan bulan-bulanan…

Atau bahasa kerennya di“bully”..

Ecchan rasa, kita ini hidup di jaman yang: dikit2 interupsi, dikit2 nyinyir, dan lain sebagainya.. oh ilah masyarakat Indonesia.. Kenapa chan tiba2 mengangkat tema ini?

Seperti biasa, ecchan tiap hari buka fb. Dan di newsfeed ada satu hal yang menggelitik diriku..

image

Sedih kalo ada yang bilang anakku anak sapi..

Mertua selalu bandingkan dgn bayi lain  yang BBnya naik banyak setelah lahir..

menjadi seorang newmom, apalagi anak pertama itu sungguhlah berat.. pada awalnya pasti pede dengan bekal ilmu pengetahuan dari majalah, internet, ataupun pengalaman orangtua/teman. sampai akhirnya si anak lahir ke dunia, dan pem”bully”an dimulai.

1. Normal atau Operasi Sesar.
Alhamdulillah si ibu akhirnya dapat melahirkan secara normal. Akhirnya mendapatkan ucapan selamat dari kiri dan kanan. Ecchan sempet dapat ucapan selamat dari temen, tapi nadanya agak sedih gitu..

“alhamdulillah udah lahir ya, mbak.. Normal?”
“iya.. alhamdulillah normal..”
“waa.. selamat ya. hebat deh mbak bisa ngelahirin normal. saya kemarin melahirkannya sesar” dengan nada lesu

lho eh? kok lesu? usut punya usut, dia mendapatkan omongan dari kiri kanan bahwa melahirkan secara sesar itu membuat dia tidak menjadi wanita seutuhnya. karena wanita seutuhnya itu melahirkan dengan normal.

eh, hellow!
dipikir aja degh ya. udah bisa hamil itu artinya kewanitaan-nya sudah tidak dipungkiri lagi. emangnya dengan tidak melahirkan secara normal itu membuat si ibu menjadi wanita jejadian gitu? kalo pagi jadi apaan, trus kalo malem jadi apaan, gitu?

kurasa tidak ada perempuan yang mau perutnya dibelah untuk mengeluarkan bayinya, jika tidak ada masalah. kalau ternyata si bayi itu sungsang, atau melintang, atau kepalanya terbelit tali pusar, tetap mau ngotot melahirkan normal? yang ada membahayakan nyawa si ibu dan bayinya, keleeuus..

itu kalo yang melahirkan sesar. yang normalpun ada sebuah pertanyaan yang selalu dilontarkan yaitu “jahitan berapa?”.. menurutku pribadi nih ya, mau itu jahitan banyak, sedikit ataupun tidak jahitan sama sekali, masalah? terus dengan mengetahui kalau sini jahitannya lebih banyak darimu, lantas kamu berbangga hati? menurutku, banyaknya jahitan bukanlah sebuah prestasi yang membanggakan.

“jahitan berapa, mbak”
“oh.. aku ndak tanya..”
“tanya dong mbak jahitan berapa ke bidannya”
“kenapa?”
“ya pengen tahu aja..”
“buat apa tahu? kalo akhirnya jahitan banyak bikin trauma. kurasa dengan memiliki jahitan yang banyak bukanlah suatu prestasi”
dan yang tanyapun speechless😄

2. ASI atau Susu Formula
tahukah teman-teman semua bahwa setelah melahirkan, ASI yang dihasilkan oleh ibu itu sedikit sekali, sekitar 7-10 ml. lha kok dikit? ya iya lah. soalnya lambung si bayi kapasitasnya dikit banget. besarnya baru sebiji kacang. untuk lebih jelasnya, silahkan lihat video dibawah ini..

permasalahannya di masyarakat adalah, ketika si bayi nangis kan langsung dikasihkan ke ibu tuh buat disusuin, abis itu si bayi masih tetep nangis. dan akhirnya apa? si ibu bersalah karena ASInya tidak keluar.. lha! padahal, bayi itu memiliki cadangan makanan yang cukup selama 3 hari. jadi kalau si bayi belum pintar menyusu pada ibunya, ada waktu 3 hari untuk menyesuaikan.

tapi sayangnya orang-orang terdekat si ibu yang sok tau dan menghakimi si ibu karena ASInya “tidak” keluar. akhirnya diceceplah si bayi dengan susu formula. tahukah kalian, ketika sekitarnya si ibu sibuk menghakimi, si ibu jadi stress, dan mampetlah itu produksi ASI. lebih parahnya, jika dihakimi terus menerus karena tidak bisa menyusui, si ibu bisa mengalami depresi bernama “Baby Blues Syndrome” yang berkembang menjadi “Postpartum Depression”.

Baby Blues Syindrome yang biasa juga dikenal sebagai Postpartum Distress Syndrome merupakan suatu kondisi dimana muncul perasaan gundah gulana atau adanya perasaan sedih yang di alamai oleh para ibu pasca melahirkan. Kondisi ini biasanya terjadi pada 14 hari pertama pasca melahirkan dan cenderung memburuk pada 3 atau 4 hari pasca melahirkan. Namun jika ibu mengalami kondisi yang sama melebihi batas normal 2 minggu, maka baiknya ibu berkonsultasi dengan dokter, karena di khawatirkan mengalami Postpartum Depression

Sumber :Mengenal dan Mengatasi Baby Blues Syndrome – Bidanku.com

ketika si ASI tak berproduksi lagi, padahal usia si bayi masih dibawah 6 bulan, mau tak mau dikasih Susu Formula (alias Sufor). apakah stress si ibu berkurang? tidak. seperti screen capsku diatas, mbak A stress karena mendapatkan omongan dari kiri kanan kalau anaknya anak sapi.

owalah yo yo.. manusia.. manusia.. ngasih ASI tapi masih belajaran dinyinyirin kiri kanan, kasih sufor karena ASInya mampet (yang karena tekanan lingkungan) tetep dinyinyirin juga. maunya apa sih? apakah dengan memberikan susu formula itu otomatis si anak menjadi bukan anak manusia lagi? menjadi anak sapi karena minum susu sapi? doh!

sebenarnya masih banyak pem”bully”an yang terjadi kepada ibu baru melahirkan maupun ibu menyusui. diantaranya status si ibu sebagai ibu pekerja dan ibu rumah tangga. hal ini ruamme banget di timeline FB chan yang menyudutkan ibu pekerja, karena dengan meninggalkan anaknya, berarti si ibu telah menelantarkan anaknya. sepertinya kita harus banyak-banyak membuka mata, hati dan pikiran deh tentang ini.

bagi teman-teman yang sedang hamil, istrinya sedang hamil maupun memiliki teman yang baru saja melahirkan, tolonglah.. tolong jangan berkata yang tidak-tidak. please be kind! ibu yang baru melahirkan itu berhadapan dengan hormon yang membuat moodnya kacau tidak karuan. tiba-tiba menangis, tiba-tiba gembira, tiba-tiba tenang maupun marah. jangan ditambahi dengan permasalahan ASInya yang belum keluar lah, atau apapun itu yang bikin perasaan si ibu semakin terpuruk. ia baru saja berjuang menghadirkan seorang anak manusia ke dunia ini. ia sedang berjuang dan belajar merawat anak yang ia lahirkan. PLEASE, be kind.

“ah elu chan. elu mah enak bisa cuek ngadepin omongan apapun. pendirianmu kuat. dan kamu juga berani membantah orang lain yang ngebully kamu”

ah, itu sekarang.. pada awal2 melahirkan sampai dengan 2 bulan, gak sedikit air mata yang kukeluarkan karena tekanan dari kiri kanan. bahkan sampai ada omongan “kasian deh kamu nak. ibukmu nggak mau ngerawat kamu”, padahal pada waktu itu kondisiku lagi drop. sudah fisik drop adem panas sampai gak bisa jalan, kena mental drop juga gara-gara omongan kiri kanan. eh ditambahi dengan omongan kayak gitu. rasanya pengen kutampar saja mulutnya.

Alhamdulillah dukungan dari suami (yang akhirnya ngelabrak orang2 yang ngomongnya nggak aturan itu XD) akhirnya ecchan bisa tutup telinga dari omongan-omongan negatif tersebut. percaya gak percaya, begitu menjadi ibu, kamu harus siap jadi kambing hitam atas apa yang terjadi pada anakmu, walaupun sebenarnya bukan salah si ibu.

karena masyarakat kita sering berkata/bergunjing “duh! anak siapa sih itu? nakal banget. ibunya nggak ngajarin tata krama apa?” atau “ibunya ngapain aja sampai anaknya bisa sakit seperti itu?” atau “ASImu nggak bagus makanya anakmu nggak bisa gemuk” -__-; percaya deh. masyarakat kita masih memegang teguh budaya menyalahkan orang lain daripada introspeksi dirinya sendiri.

kontribusiku sekarang hanyalah support kepada mereka2 yang di”bully” seperti itu. walaupun itu semua kembali ke si ibu supaya bangkit ya. dan juga mengedukasi teman-teman tentang pentingnya ASI dan dukungan kepada ibu menyusui.

lagian, menyenangkan orang lain itu bukanlah hal yang salah, kan? dengan menyenangkan ibu menyusui, kamu sudah membantu proses kelancaran pemberian ASI ke seorang anak.. so please, be kind. tolong, berbaik hatilah kepada kami dengan tidak mengatakan yang tidak-tidak kepada ibu yang baru saja melahirkan & sedang menyusui.

PS. mungkin ada yang mau menambahkan perkara ini? bu dr. vicky mungkin?😛

~tu2t, 12122014~

4 comments

  1. JNYnita · December 12, 2014

    Kayaknya hrs di kumandangkan ya ttg BE KIND ini.. Dr dulu masalahnya begini2 terus, orang ngomong tanpa mikirin perasaan org lainnya, hehehe..

    • tu2t widhi · December 13, 2014

      apa perlu bikin banner “please be kind”?😛

  2. risdania · December 12, 2014

    Aku tuhhh ngalamin babh blues… Trus soal mpasi pula tetangga suka nanya..bayi kok dikasih makan tempe, telo, terong..gimana mau sehat..hehehhehe soalnya buat lingkunganku makanan sehat itu nasi ati.. Yaaa disenyumin ajaaaa..

    • tu2t widhi · December 13, 2014

      aq ya rencana mau kasih telo abis itu temen bilang “emang bisa?” ya tak jawab “emang sumber karbohidrat itu nasi doang? divariasikan dong.. biar kagak nasi aja mlulu..”

      semangat ya kita!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s