buat para ibu dan calon ibu (part 2)

bagian pertamanya bisa dilihat di postingan sebelumnya yaūüėÄ

setelah perkara ASI/Susu Formula, muncul perkara baru: Makanan Pendamping ASI. ada yang memberi MPASI mulai dari 1 bulan, 4 bulan bahkan 6 bulan. kalau menurut WHO sih terhitung 180 hari setelah si bayi lahir. untuk lebih jelasnya bisa dikonsultasikan dengan tenaga medis yang terkait ya. jangan ke ecchan!ūüėĄ

di lingkungannya chan, memberi makan bayi mulai 1 bulan adalah hal yang wajar. yang tidak wajar adalah tidak segera memberi makan bayi setelah usia 1 bulan. masyarakat kita masih beranggapan bahwa bayi menangis = lapar. padahal belum tentu tangisan mereka itu menandakan kalau mereka sedang lapar. bisa jadi si bayi lagi tidak nyaman atau butuh kasih sayang.
image

“wes ta lah tut.. pokoknya kalo nangis langsung cecepin aja ama susu. beres. trus kalo sudah 40 hari, kasih pisang ama nasi yang diulet-ulet itu. dijamin ntar anakmu nyempluk ndut ginuk-ginuk”

jujur, ecchan sampai wanti-wanti (kasih wejangan berkali-kali) ke yang ngasuh adek, karena yang ngasuh masih ada di lingkungan keluarga dan pemikirannya masih yang lama. berkali-kali chan ngasih tau bahwa memberi makan bayi dibawah umur 6 bulan itu bisa berakibat fatal. sampai-sampai chan print artikel mengenai bahaya memberikan makan bayi dibawah 6 bulan ke ybs. untungnya yang ngasuh mau nurut.. awas kalo kagak mau. udah gw bayar lebih juga -__-

selain itu, tidak membawa adek berlama-lama dengan keluarga. bukannya jahat.. tapi perbedaan pandangan antara chan dengan keluarga besar itulah yang membuat chan malas, malas untuk berdebat. karena, sebanyak-banyaknya fakta ilmiah dan medis selalu dipatahkan dengan “halah.. orang dulu dikasih begituan aja nyatanya tetap sehat. nggak terjadi apa-apa tuh“. bisa ngomong apa kalau itu yang ngomong orang tua sendiri? ketimbang ngebantah yang ujung-ujungnya nyakitin hati dan dosa, lebih baik menjauh untuk sementara.

pem-bully-an tidak berakhir disini.. mau kamu kasih anakmu ASI atau SuFor, makan duluan atau sesuai jadwal WHO, menu makanan turun temurun atau variatif sesuai WHO (namun tanpa gula garam), tak ada yang bisa membuat¬†galau ibu-ibu muda mereda jika berkaitan dengan berat badan si bayi dan cap “nakal” bila tak sesuai dengan kehendak yang mengasuh.

“anakmu kok kurus sih? eh tapi kok berat ya? nyempluk sih ya.. tapi kok gak ginuk-ginuk? pahanya kurang berlipat tuh. tangannya juga gak ada lipatannya. kamu kasih makan apa sih?”

“bu, berat badannya kok tidak naik? memang ibu kasih makan apa? susunya apa? asinya kurang bergizi itu bu. kasih formula saja bu.”

“sudah waktunya tidur kok nggak tidur-tidur. emang nakal kok anakmu itu. lihat tingkahnya udah banyak. ngoceh-ngoceh nggak karuan”

“aduh.. sukanya kok nempel ama ibunya. kok masih mimik sama ibunya sih? mbok ya yang pinter minum pake dot gitu. gini kan jadi repot kalo pergi kemana-mana pas laper pengen minum. kalo ada dot kan enak langsung¬†minum, gak susah-susah cari tempat buat kasih ASI. jangan nakal-nakal to kamu itu. yang pinter itu minum pake dot”

dan masih banyak lagi.

kebetulan si adek itu memasuki 6 bulan BB (berat badan)nya 6kg dengan TB (tinggi badan) 70cm. kalo menurut kurva WHO, dari segi BB emang dibawah garis ijo tapi masih aman, dan dari segi TB diatas garis ijo (mendekati angka +1). harusnya aman dong ya? berhubung di buku KMSku itu yang tercatat hanyalah BBnya, maka ketika BBnya tetap dengan BB bulan lalu, petugas posyandunya mulai ngomel.. ahem!

ternyata setelah kureview pola makannya, ada satu hal yang belum ecchan berikan ke adek: minyak (fat). dan bayi itu butuh kolesterol lho ya! tapi jangan kebanyakan juga. sontak chan segera membelikan unsalted butter, karena nggak ketemu unsalted margarine. adek.. semoga pertumbuhanmu bagus, penyerapan gizimu baik dan makananmu memenuhi gizi yang dibutuhkan.

pola makan 4 sehat 5 sempurna benar-benar diterapkan disini, sungguh.. sampai diriku beneran puyeng.. pulang kantor chan bakalan nyusun menu MPASI dah.. *langsung berguru ama Risda*

perkara nakal, jujur buat chan adek itu tidak nakal. mungkin adek¬†tidak mau tidur karena hampir setengah hari ecchan tinggal ama pengasuhnya karena ecchan kerja. ecchan pernah membaca bahwa bayi itu pintar. kalau ibunya bekerja, si bayi¬†akan¬†“pamer” keahlian yang telah ia lakukan ketika bersama pengasuhnya setelah bersama dengan ibunya. jadi wajar kalo ecchan dateng, adek nggak mau tidur. malah ngoceh-ngoceh, teriak-teriak, glundung-glundung dari kiri ke kanan dan sebaliknya. adek lagi cerita ke chan ttg apa yang ia lakukan tadi dan pamer keahlian.

dan bagusnya dari keengganan adek ngedot, karena kalo disodorin dot yang ada malah cuman digigit-gigit doang,ūüėĄ adalah tidak kagok dengan sendok dan gelas ber-spout untuk minum air putih! jadi kalau ketemu sendok langsung hap hap dan kalau ketemu gelas langsung minta minum. tapi ya gitu. kudu nebelin telinga karena didikan yang tidak “umum” ini.

kalau kalian sudah melihat video di postingan sebelumnya, kalian pasti mengerti. bahwa masing-masing orang tua memiliki caranya sendiri-sendiri dalam mendidik anak. mau itu A, B, C atau Z sekalipun, ya itu cara mereka. manusia itu terlahir unik, berbeda satu sama lain. harusnya kita semua, para orang tua, sadar bahwa kita adalah orang tua. apapun yang kita lakukan demi anak-anak kita. dan cara yang dilakukan A belum tentu cocok untuk B dan juga sebaliknya.

jadi, tidak usah menghakimi satu sama lain. mau lahir sesar atau normal, ASI atau formula, ibu rumah tangga atau ibu pekerja, popok sekali pakai atau popok kain, sekolah konvensional atau homeschooling, semua itu sudah dipikirkan baik-baik oleh masing-masing orang tua.

dan chan rasa nggak hanya perkara parenting ya. misalnya di dunia fotografi aja. mau kamu pake kamera DSLR merek Canon, Nikon atau Sony, kamera digital pocket merek apapun, atau pakai smartphone merek iPhone, Samsung atau merek cina, intinya tetap satu: mengambil gambar yang bagus.

kalau kata bojoku: “mau kamu minum teh hangat, kopi, sirup atau air putih, intinya tetap satu. menghilangkan haus”

~tu2t, 26012015~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s