seleranya nggak sama

“Wah.. dari kecil sudah dikenalin ama budaya Jepang niyh. Nanti kalau sudah besar bakalan pergi ke Jepang dong..”

Ini bukanlah kali pertama Ecchan mendapatkan omongan seperti ini mengenai Sekar. Sudah entah kali keberapa. Gara-garanya Sekar sering Ecchan bawa ke acara Jejepangan. Ya itu sih karena yang demen Jejepangan emaknya yah. hahahaha! Tapi sesungguhnya seleranya Sekar jauh dari yag namanya Jejepangan.

Jauh sebelum Ecchan hamil, Ecchan menginginkan seorang anak yang cinta dengan budaya daerah. Oleh karenanya jika nanti Ecchan memiliki nama, harus nama yang sesuai dengan tanah kelahirannya. Karena Sekar lahir di Jawa, oleh karenanya Ecchan memberikan nama yang kental dengan nuansa Jawa.

“kasih nama Ramadhani aja. Kan lahirnya di Bulan Ramadhan,” kata salah satu teman saat Sekar lahir.

Ada beberapa pertimbangan kenapa nama anakku kental dengan nuansa Jawa. Padahal kalau diartikan, nama anakku itu intinya laksana sang Dewi Welas Asih, Kwan Im😄 *emaknya terlalu banyak nonton serial cina*. Pertimbangan tersebut diantaranya:

Nama mencerminkan darimana ia berasal. Gak lucu lah kalo namanya (sorry kalo ada yang sama) Janice tapi ternyata mukanya jawa banget plus kulitnya sawo matang.  Bukan berarti orang Jawa itu namanya harus satu suku kata macam Kasiyem, Partini, Sutinah dll. Nama Jawa biasanya ada unsur pewayangannya, dan bahasa Jawa tentunya.

Jikalau nantinya ketika ia besar, ternyata pintar dan mendapat beasiswa sekolah/kuliah ke Luar Negeri *amien!*, nama anakku ini jelas berbeda dengan nama penduduk asli dari tujuan sekolah/kuliah tersebut. Nanti kan pasti ditanya toh sama teman-temannya mengenai arti namanya, Sekar bisa menjelaskan bahwa namanya itu berasal dari bahasa Jawa. Akhirnya ada Misi memperkenalkan budaya Jawa disini. Yang ujung-ujungnya masuk ke Misi memperkenalkan Indonesia juga dong.

snm2015 (7)

Untuk itu, rencananya nanti Ecchan akan memasukkan Sekar ke sanggar tari di umur 3 tahun. Eh, sepertinya kok ada unsur pemaksaan disini? Nggak ah. Kenapa enggak? Tidak hanya sekali dua kali Ecchan ajak Sekar ke pertunjukan tari tradisional. Dan reaksinya lebih positif ketimbang diajak ke acara Jejepangan haha😄 terus kalau Ecchan nyanyi lagu Jawa, Sekar langsung “menari”. Itu lho tangannya langsung meliuk-liuk. Dan kalau diputarkan lagu jawa yang ada gending-gending dan sindennya gitu, tidurnya pules😄

Walaupun begitu, ecchan tetap membebaskan anakku memilih apa yang ia sukai. Dan harus support juga. Kalo gak support jadinya seperti ecchan malahan, bingung dimana minat dan bakatku berada. Lha kok? Iya, soalnya semua dikuasai tapi permukannya aja, nggak sampai fokus. Sampai sekarangpun kalau mau fokus mengerjakan apaan gituh, misal mau bikin usaha apaan, ujung2nya malah bingung. Repot kan?

Hihihihi~

~tu2t, 26022015~

2 comments

  1. emyou · February 26, 2015

    malah bapakku yang udah punya rencana ini itu buat bayi yg masih dalam kandungan ini. lahir aja belum, bapak udah angen-angen nanti mau disekolahin di mana dan diajak jalan-jalan ke mana aja hahahahaha…

  2. Gara · February 26, 2015

    Setuju… semua anak pasti sudah punya minat dan bakatnya masing-masing🙂
    Yang perlu dilakukan adalah mengasah dan memupuk minat serta bakat itu🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s