Rasanya dikhianati..

Kalian pernah merasakan dikhianati oleh seseorang? Pastinya perasaan “dikhianati” ini timbul karena kita sudah percaya dengan seseorang/sekelompok orang, namun ternyata ia/mereka menyalahgunakan kepercayaan yang kita berikan.

Ya, itu yang kurasakan beberapa minggu terakhir.

Pekerjaan dan nama baik yang kubangun dengan susah payah selama bertahun-tahun, tiba-tiba hancur karena ulah anak buah sendiri.

Saya kecewa. Kecewa berat yang teramat sangat.

Laporan fiktif. Ya, mereka dengan sadar dan terorganisir membuat laporan fiktif atas barang keluar perharinya dengan alasan: “kami sungkan mengatakan yang sebenarnya kepada ibu, soalnya nanti ibu akan marah kepada kami.” Lalu lebih marah mana diriku sekiranya ketika mereka diam atas kehilangan barang tersebut kemudian membuat laporan fiktif, lalu ternyata ketahuan pihak yang lebih atas?

Padahal diriku tidak pernah menekan mereka.
Padahal diriku tidak pernah menahan gaji mereka.
Padahal tidak sekali dua kali aku bertanya “ada masalah dengan alat? Stok gimana? Ada selisih?”

Ya, diriku salah juga kenapa tidak mengkroscek berkas-berkas yang ada. Kenapa terlalu percaya dengan anak-anak. Padahal dengan memberikan kepercayaan pada mereka itu salah satu caraku menghargai apa yang mereka kerjakan. Masa sih udah gede gitu, udah kerja, nunggu perintah mengerjakan apa macam anak sekolahan. Toh sudah ada deskripsi pekerjaannya. Toh sudah kubilang juga kalau nggak ngerti, langsung tanya jangan diem. Ternyata tetap dipendam saja.

“saya takut, bu..”
“takut kenapa?”
“takut ibu akan marah kenapa barangnya banyak yang selisih”
“ya jelas saya marah kalau kejadiannya seperti ini! Bukan saya yang memergoki, tetapi pak bos yang memergoki. Sanksinya jelas, dan saya tidak bisa melindungi kalian. Bagaimana saya bisa melindungi kalian, lha wong kalian sendiri yang bikin ulah tanpa sepengetahuan saya. Lalu saya yang harus menanggung atas apa yang kalian perbuat. Kok enak! Kalian yang berbuat, saya yang bertanggung jawab.”

Memang nasib seseorang yang membawahi sebuah departemen seperti itu. Ia yang bertanggung jawab atas kesalahan yang dibuat oleh anak buahnya, bukan hanya bertanggung jawab atas pekerjaannya. Seandainya saja anak-anak mau jujur dari awal adanya selisih barang, pasti kejadiannya tidak seperti ini. Sudah dari awal akan ku selidiki kemana hilangnya barang tersebut.

Tapi nasi sudah menjadi bubur. Sekarang bagaimana caranya itu bubur dibuat menjadi enak.

Ya, postingan ini memang bernada curhat. Saya berada dalam kondisi yang benar-benar kecewa, sedih, sakit, tapi harus segera bangkit untuk memperbaiki kekacauan yang ada. Semua mata memandangku dengan sinis di kantor karena insiden ini. Dan mengembalikan nama baik itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Sepertinya, diriku harus kembali berjuang seperti dulu.

~tu2t, 08042015~

Advertisements

17 thoughts on “Rasanya dikhianati..

  1. Sabar Mba, pasti ada hikmah di balik ujian ini…kalau lulus kan Mba naik kelas hehehe…tetep semangat yaaa 😀

    Biar gak syedih lagi, mampir yuk 🙂

    1. Rasanya nano nano banget.. ya mau gak mau kudu sabar. Gak sabar jadinya malah bubrah juga kan? Emang Allah masih sayang ama diriku, sampai diuji seperti ini…

  2. Sabar ya Mbak, semua masalah pasti ada jalan keluarnya. Mengembalikan kepercayaan memang sangat sulit, tapi inilah tantangannya, karena sekalinya berhasil, saya yakin Mbak akan jadi orang yang sangat kuat dan sangat diperhitungkan di dalam tim kerja Mbak. Semangat terus Mbak.

      1. Semangat! Setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Setelah kemudahan yang satu pasti ada kemudahan-kemudahan yang lain. Amin :)).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s