berani berubah?

Bulan lalu saya mengambil sebuah keputusan yang sangat besar. Saking besarnya, saya benar-benar merahasiakan hal ini kepada banyak orang. Maklum, jika belum gong-nya, mana berani gembar gembor. ntar kalo gak jadi, bagaimana? kan malu. hehehehe…

life quotes

Apa sih yang mendasari diriku untuk mengambil keputusan besar tersebut? Ketika saya ditanya oleh orang-orang yang menurutku, gak perlu lah ya ngomong ke dia alasan dibalik keputusanku ini, maka jawaban saya adalah : BOSAN. hahaha.. berasa orang penting aja😛 Tapi sungguh, hidupku sudah membosankan. Hidupku sudah statis, tidak dinamis, cenderung stagnan, mulai terjebak dengan rutinitas dan, kalau terus seperti itu, lama-lama malah menurun. Nggak naik, tapi turun. Siapa sih yang mau kualitas hidupnya menurun? Saya butuh sesuatu untuk menaikkan kualitas hidupku.

Gimana caranya? Simpel, ganti rute kapalnya. Jangan tunggu kapal berada dalam kondisi bahaya, lalu kita mengganti rutenya, itu semua akan terlambat. Kalau di seminar-seminar motivasi nih ya, “kalau anda merasa hidup anda membosankan, ciptakan situasi dimana anda, mau tidak mau harus berubah. Caranya? Taruh diri anda dalam sebuah situasi mendesak. Disitu anda, mau tidak mau harus berubah. Karena pilihannya hanya 2: berubah, atau hancur”. *sudah pantes jadi motivator gak sih, gw?*😄 Disini, saya harus benar-benar berani mengambil keputusan dan siap menghadapi segala resiko serta konsekuensi akan keputusan tersebut.

life quotes 2

“emang keputusan apaan sih chan? kok muter-muter aja dari tadi kagak bilang langsung gituh?”

Ya kalo bilang langsung mah kagak ada serunya. Chan kan ingin membuat teman-teman yang membaca postingan ini juga ikut merenungi akan hidupnya, gituh. Apakah stagnan, masih bergejolak atau apapunlah. Kalo bilang langsung kan nggak seru😛 *langsung ditimpuk sendal*

Jadi, saya memutuskan untuk berhenti bekerja per 1 Agustus 2015 dan menjadi Working at Home Mom. Ini adalah sebuah keputusan yang tidak mudah. Saya sudah bekerja selama 6 tahun 9 bulan di perusahaan tersebut, sudah tahu seluk beluk pekerjaan dan juga sumber daya manusianya. Bekerja di sebuah perusahaan yang mengatur sebuah pusat perbelanjaan IT terbesar se-Indonesia Timur itu adalah sebuah pengalaman yang sangat menyenangkan. Terutama buat seorang IT Geeks seperti saya, dimana setiap hari tidak pernah ketinggalan informasi tentang IT.

Selama 6 tahun 9 bulan itu saya juga belajar banyak. Saya masuk sebagai seseorang yang bisa menulis artikel, dengan kemampuan 3 bahasa: Inggris, Jepang dan Mandarin (walaupun mandarinku udah tiarap sekarang😛 tapi kalo denger orang ngomong, masih ngerti). Kemampuan desain saya masih jauh dibawah standar: hanya bisa edit foto via Photoshop dan CorelDraw untuk layout majalah. Dengan kemampuan 3 bahasa tersebut, sempat jadi translator ketika beberapa kolega asing datang, baik itu dari US ataupun Taiwan. That was an amazing moment.

Dan pekerjaan tidak berhenti sampai disitu saja. Saya juga sempat mengorganisir acara games, acara gathering, seminar maupun workshop. Tak jarang ketika trainer workshop berhalangan hadir, saya ditunjuk menjadi trainer. Berada dalam satu kubikel dengan beberapa orang berlatarkan desain grafis, membuatku penasaran dan ingin mencuri ilmunya. Ya, mencuri, secara harfiah karena yang bersangkutan pelit membagikan ilmunya! Tapi saya tidak kehabisan akal. Karena diriku bersebelahan dengannya, tak jarang saya melirik untuk mendapatkan trik yang ia gunakan. And practice makes perfect, indeed. Perlahan-lahan diriku mulai bisa dan fasih menggunakan program tersebut, ditambah dengan sering melihat majalah desain dkk, membuat feeling dalam hal desain juga bertambah.

Hingga suatu hari, saya dipercaya untuk membuat sebuah proyek buletin, dimana saya harus mencari materinya, mendesainnya menjadi sebuah buletin, negosiasi dengan pihak percetakan, mendistribusikannya hingga membuat laporan dan evaluasi akan proyek tersebut. Ini proyek benar-benar one man show. Semua dilakukan sendiri, dilakukan oleh satu orang. Ya karena saya ingin membuktikan bahwa saya bisa, dan saya tidak akan mengecewakan beliau yang memberi kepercayaan kepada saya.

Terkesan akan keberhasilan serta keruntutan laporan serta evaluasi dari proyek tersebut, akhirnya saya dipercaya untuk memegang sebuah divisi yang sangat ribet sedunia, penukaran hadiah. Disini saya belajar tidak hanya membuat sebuah laporan dan analisa tentang trend IT yang akan datang, tapi juga membina anak buah yang, katakanlah secara ilmu dan usia jauh lebih muda daripada saya. Itu sangatlah tidak mudah. Ketika kita menjadi tegas, dikiranya kaku dan keras kepala. Namun ketika kita memberikan toleransi, malah dinilai lembek dan tidak tegas. Oh people.

life quotes 3

Sekarang, saya tidak bekerja diluar rumah. Saya bekerja dirumah, dimana ketika pagi hari hingga anak tidur di malam hari, saya menjadi ibu rumah tangga, dan ketika malam hari saya mengerjakan pekerjaan saya: desain dan kerajinan. Tak jarang saya juga mengerjakan beberapa pekerjaan diluar desain dan kerajinan, seperti memberikan les privat. Sejauh ini, saya menikmatinya, dan saya tidak ingin menyesalinya.

Kata beberapa temen sih, “tunggu sekitar sebulan kamu menjadi IRT, nanti kamu akan merasa bosan”. Baik, mari kita lihat kedepannya akan seperti apa. Karena menurutku sih, membosankan atau tidak itu tergantung dari masing-masing orangnya. hehe..

~tu2t, 08082015~

10 comments

  1. denaldd · August 9, 2015

    Selamat menikmati dunia barunya yaa. Semoga pekerjaan yang sekarang menjawab apa yang dicari🙂 aku dulu juga berhenti kerja setelah 7 tahun karena bosan, dan memutuskan kembali kuliah. Seru, dunia baru, kehidupan baru.

  2. Gara · August 9, 2015

    Selamat atas keputusan dan dunia barumu, Mbak. Menurut saya tak ada keputusan yang salah selama si pengambil keputusan siap dengan semua konsekuensinya, dan menurut saya Mbaknya sudah sangat siap, karena keputusan ini pastinya tidak diambil secara impulsif kan :)). Semua terjadi pasti dengan suatu maksud Mbak, jadi menurut saya akan banyak keseruan di dunia yang baru ini :hehe. Sukses terus, Mbak!

    • tu2t widhi · August 9, 2015

      thank you, gara. ya emang hal ini bukanlah sebuah keputusan yang sekedar lalu sih ya. hehe. banyak yang dipertimbangkan karena berhenti kerja = berhenti pemasukan.

      but then, selama kita berusaha, Tuhan tidak akan mengecewakan kita kok. saya percaya itu😀

      • Gara · August 9, 2015

        Setuju, Mbak :)). Tuhan tidak tidur.

  3. Dio · August 9, 2015

    Keputusan yang radikal, tapi apapun itu semoga tetep semakin sukses y mbak ^^

  4. fitrimelinda · August 12, 2015

    woohh…bener2 keputusan besar yah mba..

    semoga bahagia dengan keputusan yg diambilnya..🙂

  5. Fenty · August 12, 2015

    Belum bosan sampe sekarang, semoga kita semua bisa sukses ya buw …😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s