kontes memasak

Sejak berada dirumah, diriku mendadak jadi IRT yang salah satu kerjaannya adalah nonton TV. Bersyukur bahwa beberapa bulan yang lalu diriku memutuskan untuk memasang TV langganan. Alasannya mungkin tidak jauh berbeda dengan orang kebanyakan yang eneg ama tayangan stasiun TV indo yang isinya sinetron dengan zoom in zoom out plus nada tinggi itu, dan juga tayangan india.

Dan siapa yang sangka juga kalo anakku sangat cepat daya penangkapannya, jadi sinetron-sinetron itu jelas tidak bagus untuk dia kedepannya. Nggak lucu juga kan kalo tiba-tiba anakku melakukan “drama” hanya karena ia ingin makan, lalu berkata “bunda kejam! adek hanya ingin makan kenapa bunda lama sekali masaknya” errr~

Salah satu acara favoritku sejak diriku berada dirumah adalah Masterchef. Mulai dari Masterchef US yang masih tayang, Masterchef Australia S7 yang sudah habis, dan yang barusan tayang adalah Masterchef Asia.

Ternyata Masterchef ini cukup menghibur ya. Bagaimana interaksi juri dengan peserta, bagaimana juri memberikan pujian dan masukan kepada peserta, kata-kata yang digunakan, dan komen-komen peserta itu benar-benar menghibur. Untuk Masterchef Australia, tak hanya menghibur, tapi juga cukup edukatif. Karena ada sesi cara memasak, resepnya apa saja, caranya seperti apa dan masih banyak lagi.

Satu hal yang menjadi perhatian Ecchan ketika nonton Masterchef, mereka sangat menghargai hasil karya/jerih payah orang lain. Kata-kata yang digunakan sangat sopan, sebisa mungkin meminimalisir kata yang menyakitkan hati. Tak hanya ucapan, namun juga bagaimana mereka mendukung peserta.

“You can do it!”, “You are a great chef” dan masih banyak lagi. Ecchan jadi berfikir, pantas saja orang LN banyak yang supportive terhadap orang lain. Bukannya membandingkan dengan acara yg sama versi Indonesia dimana komen pesertanya lebih fokus pada menjelek-jelekkan peserta lain sih ya. Tapi rasanya langsung njeglek gitu lho abis liat versi US-AUS-Asia, lalu iseng liat versi Indo. Saya merasa malu pada diri sendiri.

Belajar dari acara ini, walaupun tetap ada dramanya, siapapun itu orangnya, mau dia pintar/tidak seberapa pintar maupun berbakat/tidak berbakat, kalau kita memberikan dukungan tanpa henti akan apa yang ia lakukan, niscaya hasilnya akan melebihi ekspektasi kita.

Dan tiga besar Masterchef US adalah Stephen, Derrick dan Claudia. Ugh! mereka bertiga memang keren dan layak jadi Masterchef. Sudah nggak mau meramalkan lagi lah aku, setelah Katrina dan Nick gugur di 5 dan 4 besar. Saya tinggal menikmatinya saja. Hehehe..

~tu2t, 11092015~

5 comments

  1. dani · September 11, 2015

    Master chef emang selalu seru sih ya Ecchan. Huehehehe

  2. nyonyasepatu · September 11, 2015

    Masterchef US kita paling suka nontonya. Ketagihan liat Gordon haha

  3. Nadia Khaerunnisa · September 14, 2015

    Setuju… yg paling timpang tu kalo bandingin Gordon ama Juna:\ Segarang-garangnya Gordon, dia fair dan gak jarang juga mengapresiasi hasil kontestan. Kalo yg Juna tuh…hmm…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s