[Thrilling Thursday] #2 bangunan lama

Kita semua tahu dan paham jika masing-masing rumah ada “penunggu”nya. Ada yang baik dan yang nggak baik juga. Biasanya kalo baik, dia akan melindungi orang-orang yang tinggal didalamnya. Kalo nggak baik? Yaaa… skenario terburuk itu digangguin sampai yang tinggal disana pergi.

Beberapa waktu lalu Ecchan dan pak bojo pergi ke salah satu sentra penjualan batu akik, dimana kebetulan berada di salah satu tanah kosong, dengan bangunan yang udah berantakan bentuknya. Awal-awal kesana, Ecchan disuruh diam di depan pagar, nggak boleh masuk. Oke, itu pasti ada sesuatu yang nggak beres sampai-sampai nggak boleh masuk. Mana bawa bayi pula, nggak boleh macam-macam di tempat yang asing seperti itu.

Hingga beberapa hari yang lalu, kita kesana lagi, dan waktunya bertepatan dengan maghrib. Dalam hatiku “ooowwwkay, ini maghrib dan kita nggak langsung pulang malah nyari batu akik? Semoga gak ketemu yang aneh-aneh”.

Sesampainya disana, entah kenapa diriku tertarik untuk melihat ke dalam bangunan tersebut. Namun bathinku berkecamuk, “buat apa sih cari-cari tau? Aku tau kamu penasaran dan sepertinya ada sesuatu di dalam sana yang memanggilmu untuk terus melihat atau masuk ke dalam. Tapi buat apa?” Akhirnya aku memutuskan untuk menyibukkan diri melihat berbagai macam batu akik yang dijajakan.

Selesai berputar-putar, aku kembali ke tempat tadi, tempat dimana pak bojo lagi serius mencari bongkahan batu untuk dibeli.

image

Tidak disangka, tiba-tiba aku melihat sesuatu berwarna putih sekelebetan lewat dan masuk ke ruangan sebelahnya. Jelas sekali hingga otakku bertanya-tanya, “apa itu tadi? Rasanya tadi disana nggak ada orang. Kok tiba-tiba ada yang lewat?”

Tahukah kamu kalau mata kita ini seolah memiliki penghalang tipis supaya tidak bisa melihat dunia lain? Sayangnya penghalang tersebut kebanyakan hanya berlaku ketika kita memandang kedepan. Karena bagian samping mata kita biasanya tidak tertutup. Sehingga tak jarang beberapa dari kita bisa melihat sesuatu dari samping mata kita.

Merasa penasaran, diriku berjalan ke belakang bangunan tersebut, dimana isinya kebanyakan adalah pohon pisang. Merasa nggak enak, diriku kembali ke tempat semula. Masih tetap penasaran, aku berjalan kedepan, memastikan apakah ada orang di bangunan bagian depan. Ternyata tidak ada. Rasa penasaran ini semakin membuncah, sehingga aku mengambil smartphone dari dalam tas dan berusaha untuk mengambil gambar tempat dimana aku melihat sesuatu itu.

“Jangan!” Teriak bathinku. “Aku punya firasat buruk kalau kamu mengambil foto tempat dimana kamu melihatnya. It’s not a good idea. Trust me, chan” lanjut bathinku. Akhirnya aku mengurungkan niat memfoto ruangan tersebut, dan memfoto bagian luarnya saja.

Terkadang, ada beberapa hal yang seharusnya dibiarkan misterius. Karena ketika tabir itu terbuka, kita tak akan tahu hal buruk apa yang akan menimpa.

~tu2t, 24092015~

4 comments

  1. Gara · September 24, 2015

    Dan tadi siang saya baru berkunjung ke satu mausoleum terbengkalai dan mengambil foto bagian dalamnya :huhu. But I have to agree, beberapa hal memang lebih baik tidak kita ketahui, ketimbang tahu dan akhirnya malah jadi macam-macam… akibatnya. Stay safe, stay safe… jangan mengganggu yang tidak ingin diganggu…
    Keren ceritanya, secara saya betulan ketakutan ini :huhu.

  2. dani · September 25, 2015

    Haiyaaaah. Untung bacanya sekarangm semalem pas tahu ada updateny judul thrilling dari dirimu langsung tak skip. Hahahaha. Emang sih kalo di ujung mata kayak adaaaa aja.

    • ndu.t.yke · October 11, 2015

      Bener banget. Aku dulu bbrp kali liat yg putih2 aneh2 di ujung mata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s