[Thrilling Thursday] #3 Ternyata cukup canggih

Malam ini saya tidak bercerita tentang pengalaman horror saya, tapi pengalaman teman saya.

Ceritanya teman saya itu salah satu gojek driver yang mengkhususkan pesanan belanja makanan atau belanja ke supermarket. Suatu hari jam 11 malam, ia mendapatkan orderan makanan, bakso haujek, yang berada di tengah kota Surabaya. Yang pesan itu berada di daerah rungkut.

Seperti biasa, setelah mengiyakan order via aplikasi, teman saya langsung telfon yang bersangkutan untuk mengkonfirmasi pesanan. Terdengar suara perempuan muda diseberang telfon mengiyakan pesanan tersebut. Setelah konfirmasi, ia langsung order pesanan si mbak itu dan langsung cuss ke tempat tujuan.

Sesampainya disana, “lho kok rumah kosong?” bathin teman saya. Ia langsung mengecek alamat si pemesan yang sempat ia capture di ponselnya. “Bener lho padahal.. jl rungkut xxx xxx.. telpon saja ah!” gumamnya.

Akhirnya ia menelfon si mbak yang pesan bakso tersebut. Yang bener saja, dari dalam rumah terdengar suara telfon berdering dan diterima.

“Mbak, saya sudah sampai depan rumah ini. Tapi kok sepertinya rumah kosong ya?”
“Oh sudah sampai ya mas? Oke sebentar lagi saya keluar. Tunggu sebentar ya, mas..”

5 menit… 10 menit.. 15 menit berlalu. Si mbak tidak kelihatan batang hidungnya. Akhirnya ia menelfon kembali si mbak tersebut.

“Maaf, nomer yang anda hubungi, tidak terdaftar”

“Lho! Kok nggak terdaftar?” Sembari kembali menengok ke dalam rumah kosong tersebut. Tiba-tiba saja ia merasa dingin dan bulu kuduknya berdiri. Tanpa berfikir panjang, ia menyalakan motornya dan pulang ke rumah. Dan waktu menunjukkan hampir jam 12 malam.

Selama perjalanan, teman saya menggerutu. “Sial banget hari ini. Aku dikerjain. Sial! Iseng banget orang itu pakai alamat rumah kosong pula. Huh!”

Sesampainya dirumah..
“Assalamuallaikum. Buk.. sampeyan jek tangi ta?” (Assalamuallaikum. Bu, ibu masih bangun?)
“Wa’alaikum salam. Jek tangi. Opo’o le?” ( Wa’alaikum salam. Masih bangun. Kenapa?)
“Iki lho buk. Aku dikerjain. Kurang ajar kok. Pesen makanan lewat gojek, wes tak konfirmasi, lha kok omah kosong.” (Ini lho bu. Aku dikerjain. Kurang ajar kok. Pesen makanan lewat gojek, sudah konfirmasi, lha kok rumah kosong)
“Hahaha.. trus?”
“Yo wes iki, buk. Rejekine sampeyan. Ketimbang mubadzir. Bakso haujek iki buk. Enak. Wes ta lah sial aq. Kok isok alamate omah kosong” (ya sudah ini, bu. Rejekinya ibu. Daripada mubadzir. Bakso haujek ini bu, enak. Sudahlah sial aku. Kok bisa alamat rumah kosong)
“Hahaha.. brarti iku demite omah sing pesen nang awakmu. Hebat yo demit saiki. Isok pesen makanan lewat gojek” (hahaha. Berarti itu hantunya rumah yg pesen ke kamu. Hebat ya demit jaman sekarang. Bisa pesen makanan lewat gojek)

-_____-;;

~tu2twidhi, 01102015~

7 comments

  1. dani · October 1, 2015

    Hahahahaha. Warbiyasak ya bisa pesen lewat gojek.

  2. Faris · October 2, 2015

    hahahaha..
    pasti mbaknya iseng banget tu jadi orang.
    tapi, menurut saya itu jahilnya udah keterlaluan.

  3. Dio · October 3, 2015

    Asem.. haha. Demit pun skrg harus update teknologi

  4. nyonyasepatu · October 6, 2015

    Demiun main hape ya haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s