ternyata eh ternyata…

Hari Ibu di Indonesia yang diperingati setiap tanggal 22 Desember bukanlah untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih atas apa yang telah ibu lakukan selama ini, namun lebih kepada memperingati perjuangan kaum perempuan menuju kemerdekaan dan pembangunan Indonesia. Walaupun memperingatinya dengan mengungkapkan kasih sayang dan terima kasih kepada ibu juga nggak salah.

Untuk lebih lengkapnya, silahkan baca di postingan blog ibu Mariana Amiruddin.

mariana amiruddin

Ya, saya sendiri baru tahu akan hal ini. Dan saya rasa apa salahnya saya tulis dan share tentang hal ini, karena kita harus mengetahui sejarah akan Hari Ibu. Bangsa yang besar tahu akan sejarah bangsanya sendiri, bukan?

Para pejuang perempuan itu melakukan pemikiran kritis dan berbagai upaya yang amat penting bagi kemajuan bangsa. Dari paparan tersebut tercermin, misi diperingatinya Hari Ibu lebih untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Dari situ pula tercermin semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama. Pemikiran mereka tersebut terjadi jauh sebelum kemerdekaan negeri ini diraih. Kata “ibu”Yang barangkali telah merancukan pemaknaan Hari Ibu adalah digunakannya kata “ibu”, dan bukan “perempuan”. -dikutip dari tulisan ibu mariana amiruddin-

Ini menjadi sebuah pengingat buat saya, apa yang telah saya lakukan untuk Indonesia. Okelah Indonesia lama-lama menjadi negara guyonan dengan badut-badut yang ada di gedung wakil rakyat sana. Namun tak sedikit dari masyarakat kita yang berusaha untuk mengembalikan kejayaan Indonesia.

Inti postingan ini adalah sebagai informasi, bukan untuk menghakimi mereka yang mengucapkan hari ibu dengan membawa bunga dan sebagainya. Kita perlu tahu karena ini bagian dari sejarah Indonesia.

Jadi mungkin ucapan yang tepat untuk memperingati Hari Ibu tanggal 22 Desember ini adalah: Selamat Hari Ibu. Perjuangan kita belum selesai, kawan 😀 *trus digampar ibu2 yang mau memanfaatkan hari ibu sebagai hari leyeh2 sedunia* 😄

~tu2twidhi, 22122015~

10 comments

  1. denaldd · December 22, 2015

    Aku baca tentang sejarah Hari Perempuan ini 3 tahun lalu kalo ga salah, di Kompas. Baru ngeh.
    Tut, pas baca salah satu postinganmu (lupa yang mana) moro2 nemu blog dosenku di Teknik Industri, bu Ninit yang lagi kuliah di UK kalo ga salah ya. Seangkatan dengan dirimukah di SMU 2? Lak berarti adik kelasku yo hihi.

    • tu2t widhi · December 22, 2015

      Aq smada 2002, mbak. Ninit ini aq kenal dari temenku anak TI juga, hehehe

      • denaldd · December 22, 2015

        Ohhh kirain Ninit ini anak Smada juga haha. Aku Smada angakatan 96 masuknya *tuwek yo 😅

        • tu2t widhi · December 22, 2015

          Lulus th 99 ya? Aq masuk th 99 xD berarti aq masuk, mbak lulus xD

          • denaldd · December 22, 2015

            Hahaha iya, selipan kita. Lulus 99.

  2. Nadia Khaerunnisa · December 22, 2015

    Aku baru tahu loh ini hehe Kalo maksudnya begitu, memang kata Ibu di situ jadi misinterpretasi. Tapi terlepas dari itu, sangat baik memahami sejarahnya. Namun, masalah bagaimana orang merayakannya menurut saya gak masalah juga sih.

  3. nyonyasepatu · December 23, 2015

    Owww begitu ceritanya. Makasih ya udah berbagi. Jd tau 😄

    • tu2t widhi · December 23, 2015

      Iya.. akupun baru tau kok non.. hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s