menjadi vegetarian -part 1-

Banyak yang tidak menyangka kalau diriku menjalani gaya hidup vegetarian. Ya, gimana ya, yang namanya makanan dari hewan itu memang enak. Siapa yang bisa menahan godaan seafood ataupun steak? Sayapun hingga saat ini jika melihat hidangan tersebut, terkadang menelan ludah. Namun tiba-tiba teringat efek setelah makan. Duh! Enggak mau lah ya.

Disini saya mau sharing mengenai suka duka, dan perjuangan untuk menjadi sehat dengan memilih diet vegetarian.

Photo1144

Btw, arti kata diet sesungguhnya adalah mengatur pola makan supaya sehat, lho. Dan menjadi kurus itu adalah nilai tambah. Lagipula, efek samping diet itu ada 2 macam: menjadi gemuk atau kurus. Tergantung diet apa yang dijalani. Yang pasti efek nyatanya adalah: sehat. Jika orang yang menjalani diet malah terkena penyakit, misal anoreksia atau bulimia, tidak bisa tidur, maag akut dan lain-lain, pasti ada yang salah dengan diet tersebut.

Si Tertuduh dan Tersangka

Sekitar 9-10 tahun yang lalu, saya menemui dokter kulit langganan saya dan ia langsung bilang: “mbak, sudahlah. Mbak jangan makan apa yang nggak bisa mbak makan. Jika seperti ini terus, saya harus menambah dosis obat dan suntikan supaya alerginya nggak kambuh lagi”
“lalu dok. Apa yang harus saya lakukan?”
“ya pantang. Hindari penyebab alerginya!”
“dan saya tidak bisa makan ayam, telur dan ikan lagi?”
“iya. Serta masakan tinggi MSG dan juga coklat”
>>seketika sedih berkepanjangan<<

Ya, tersangka utamanya adalah alergi. Saya memiliki alergi yang cukup kompleks. Dari segi makanan, saya hanya bisa makan daging sapi & kambing, belut dan bebek. Selebihnya: sayur-sayuran, buah dan tahu tempe. Diluar itu, jangan harap. Selain pantang makanan, penyebab lainnya adalah debu, penyebab asma; udara dingin penyebab pilek; hawa panas penyebab biang keringat dan detergen penyebab kulit kering.

Namun, si tersangka paling jahat adalah stress. Karena ketika si stress ini datang, buyar semuanya. Asma kambuh, gatal datang dan lain sebagainya. Jadi sesungguhnya obat paling mujarab adalah menenangkan pikiran, dimana itu adalah hal yang paling sulit ketika saya ketumpukan berbagai masalah.

Bagaimana bisa alergi?

Saya diberitahu oleh ibu kedua saya: kakak dari ayah saya yaitu budhe. Ketika saya tanya ibu saya sejak kapan saya kena alergi, karena seingat saya waktu umur 5 tahun saya sudah konsumsi CTM, ibu saya hanya bilang sejak kecil. Ternyata si budhe ingat penyebab awal dan umur berapa saya terindikasi alergi.

Budhe saya cerita, waktu itu saya umur 2 tahun dan saya makan coklat. Setelah itu langsung bentol-bentol disana-sini. “kasian kamu itu tut. Makan coklat langsung bentol-bentol. Lha kok setelah itu malah muncul alergi-alergi lainnya. Kamu itu seperti aku, nggak bisa makan aneh-aneh”

Sejak saat itu, sebelum makan makanan yang kontra dengan tubuh, saya minum CTM. Mulai dari ¼, ½, 1, 2 hingga di umur 12 saya minum 3 tablet sekaligus. “hah? 3 tablet? Orang ½ tablet aja udah bikin ngantuk!” ya, nggak tahu.. mungkin sudah kebal badan tiap hari dikasih obat terus.

Belum lagi ketika asma kambuh, batuk pilek dkk. Sekali pergi ke puskesmas, pasti mengantongi minimal 7 macam obat dengan dosis 3×1 masing-masingnya. Eneg banget dah ama obat, sumpah.

Semakin tahun bukannya membaik, tapi malah memburuk. Obatnya sudah nggak bisa yang biasanya. Akhirnya masuk SMA naik tingkat ke Incidal OD. Dan memasuki umur 20, mau nggak mau harus ke dokter dan menerima suntikan.

Kuakui badanku cukup hebat dalam beradaptasi. Kunjungan dokter dari umur 20, kembali 2 tahun kemudian, lalu 1 tahun kemudian, ½ tahun, 3bulan hingga akhirnya tiap bulan. Dan bisa dibayangkan, ke dokter kulit itu nggak murah lho. Berapa banyak habisnya? Entah. Untuk pengeluaran obat mungkin sudah jutaan, puluhan atau lebih mengingat mulai umur 2 tahun.

Titik balik

Hingga pada suatu hari pada umur 25 tahun, saya flu. Seperti biasa, ketika flu obat andalan saya adalah decolgen setelah makan dan minum vit C dosis tinggi, lalu minum air putih sebanyak-banyaknya dan istirahat. Itu berhasil tiap kali saya flu, namun tidak pada hari itu.

Ketika bangun tidur, tubuh bagian bawah tidak bisa digerakkan. Pinggang terasa sangat sakit, dan sakitnya melebihi dari nyeri haid, maupun melahirkan anakku 1 ½ tahun yang lalu. Dan jujur, menurut saya melahirkan itu tidak sakit kok. Haha malah OT. Tapi sungguh, sakit pinggang 7 tahun yang lalu itu luar biasa hingga saya “lumpuh” tidak bisa bergerak selama 3 hari.

Saking sakitnya, saya tidak bisa teriak. Dengan sekuat tenaga, saya mengambil ponsel di sebelah kasur untuk menelepon papa, yang dimana posisi beliau ada di lantai 1. Beliau langsung membawa obat yang biasa ia minum, beliau ada batu ginjal btw, dan segelas air hangat. Beberapa jam setelah meminum obatnya, pinggang enakan dan langsung diperiksakan ke dokter.

Ternyata, akumulasi konsumsi obat dari umur 2 tahun hingga saat itu, membuat ginjalku menjadi lemah. Bayangkan saja: sekitar 23 tahun hidupku bergantung dengan obat kimia. Dokter bilang bahwa mulai saat itu, saya dilarang mengkonsumsi obat apapun itu jenisnya, walaupun sedang sakit kepala ataupun flu. Otomatis, saya tidak bisa mengkonsumsi obat alergi.

Dan dietpun dimulai.

-bersambung ke part 2-

12 comments

  1. adelinatampubolon · March 5

    Astagaaa segitunya yach mbak. Tapi dengan begitu mau nga mau pola makanan kita jadi harus berubah yach. Dan semoga dengan makan yang sehat alerginya berkurang.

    • tu2t widhi · March 6

      Iya mbak.. segitunya banget nget.. alhamdulillah dengan berpantang, gak kambuh lagi.. kecuali kalo cuaca dan debu sih.. itu susah hahaha..

  2. Nadia Khaerunnisa · March 5

    Waww mbak…what a truth! *lanjutplis* aku krna gada keluhan kesehatan makan sering sembarangan. Malah suka takut terakumulasi ntr huhu

    • tu2t widhi · March 6

      Lanjut kok ini postingan 3 bagian selama 3 hari berturut2 hahaha.. panjaaaang…

      Btw, kalo gk ada keluhan, lom tentu gpp lho. Jadi mulai sekarang, yuk pelan2 menerapkan pola hidup sehat..

  3. Aprillia Ekasari · March 5

    Iya ya, kalau konsumsi obat terus jg tdk bagus. Anak2 saya jg ada bakat alergi, cuma saya blm nemu apa. Kalau dari makanan sepertinya tdk. Pernah mereka bisulan saat cuaca panas. Mungkin itu sebabnya. Tapi gak sampai inum obat sih saat itu. Skrng sih saya kasi semua makanan sambil saya kontrol, klo muncul gatal hentikan. Tapi alhamdulillah udah gk gatal2 lg, makanya saya rasa hny krn cuaca panas.

    Jd panjang komengnya.😛

    Oh ya ini cerita Mbak akhirnya jd vegetarian ya? Ditunggu lanjutannya🙂

    • tu2t widhi · March 6

      Iya mbak.. obat kimia memang menyembuhkan satu masalah, namun menimbulkan masalah lain. Kalau boleh saran, lebih baik menghindarinya, termasuk suplemen. Jadi lebih baik kembali ke makan makanan bergizi. Kliae soh.. tapi vitamin dan mineral ada di buah dan sayur.. protein dsb juga banyak dari makanan. Jadi lebih baik kita bener2 menjaga apa yg masuk ke tubuh kita..

      Iya.. saya cerita ttg kenapa saya jadi vegetarian dan apa untungnya. Ditunggu lanjutannya ya. 3 seri setiap hari kok *promo* :p

  4. shiq4 · March 6

    Waduuh banyak banget alerginya. Saya jadi kepikiran bagaimana mbak melalui semua itu. Jadi ngeri sendiri saya ha ha ha……
    Untung saya nggak ngalamin alergi yang banyak. Paling cuma alergi ikan, itu saja. Dan sejak kecil nggak pernah makan ikan takut gatal2.

    • tu2t widhi · March 6

      Bagaimana melaluinya? Yang jelas dengan tekad dan air mata *halah* haha.. ini saya bagi jadi 3 bagian kok.. bagian kedua sudah up hari ini..

  5. wow 09 · September 7

    mbak, kira2 kalau ingin menghilangkan bekas hitam dari alergi bagaimana caranya ya? terimakasih sebelumnya mbak

    • tu2t widhi · September 11

      Alerginya apa? Bekas hitam habis digaruk atau apa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s