berapa nilai kadar keimananmu?

Hal ini lagi heboh di jagad media sosial, terutama jagad ibu-ibu. Pembahasannya seru dan menjurus ke sebal ya. Bikin kita sebel bin rempong deh.

Iya, jadi ibu itu memang rempong. Dari jaman belum ada media sosial, hingga yang namanya media sosial menjamur dimana-mana. Dulu saya pernah posting tentang mom’s war disini. Dan sekarang ada lagi sodara-sodara! dan ini datangnya bukan dari ibu-ibu sih benarnya. Datang dari seorang lelaki, dimana postingannya itu mengukur kadar keimanan seorang wanita berdasarkan cara melahirkan anaknya.

Dalam kasus ini adalah, ibu-ibu yang melahirkan anaknya secara sesar memiliki kadar keimanan yang rendah.. *siap-siap mendengarkan banyak omongan “APPAAAH!” ketika membaca ini* *lalu diriku ditoyor* woi bukan diriku yang bersuara lho, hei!

blog 2

Saya sendiri tidak membaca postingan si bapak tersebut. Dan enggan juga berkomentar di FB. Kalo mau komen, sekalian aja keluarkan segala uneg-unegnya di blog. Ya kan? Ya kan? Dan disaat keadaan ibu-ibu rempong ini sedang damai, tiba-tiba aja seorang lelaki dari negara antah berantah menyerang kami.

Jadi begini ya, mas. Anda pernah merasakan tidak bisa kentut? Orang yang tidak bisa kentut itu, sakitnya luar biasa lho. Dan bisa membahayakan jiwa orang tersebut. Ketika kentut itu tak bisa dikeluarkan secara normal, mau tidak mau diambil sebuah tindakan medis, yaitu operasi.

Begitupun proses melahirkan. Apakah anda tahu, bahwa pergerakan bayi di dalam perut itu bisa membahayakan si bayi itu sendiri apabila:

  • terbelit tali pusat
  • posisi kepala tidak dibawah alias sungsang maupun melintang
  • air ketuban tinggal sedikit

Beberapa hal tersebut merupakan salah satu faktor yang membuat si bayi susah untuk lahir secara normal, selain beberapa faktor lainnya. Melahirkan normal maupun sesar, sama-sama nyawa ibu dan bayi lho taruhannya. Bagi saya malah melahirkan secara sesar itu lebih menakutkan ketimbang secara normal. Karena saya trauma dengan jarum suntik dan pisau😀

Singkat kata, kalau memang belum pernah mengalaminya, nggak usah kebanyakan bacot. Pake menilai kadar keimanan seseorang. Rasulullah SAW aja nggak pernah menilai kadar keimanan seseorang. Situ Tuhan?

Kalau dulu ada lagu dengan lirik “memang lidah tak bertulang”, sekarang “rupanya jemari mulai tak bertulang.” Gampang banget koar-koar di media sosial untuk menyakiti saudara-saudaranya.

~tu2twidhi, 28042016~

15 comments

  1. denaldd · April 28

    Untung sudah tutup FB aku Tut jadi ga ikutan emosi haha. Aku mungkin dari sedikit wanita yang sejak jaman masih SMA bercita2 kalau melahirkan ingin lewat SC. Karena sejatinya aku takut melahirkan secara alami. Lah trus bagaimana tuh kadar keimananku kalau begitu😁

    • tu2t widhi · April 28

      Lha iya itu, mb. Kadar keimanan kok dinilai manusia. Ckck xD aq malah takut ama segala sesuatu yg berbau operasi. Aq kebal ama anastesi, mb. Jadi kalo opsinya sc, aq takut anastesinya gk mempan jadi aq merasakan proses pisau membelah perutku *langsung merinding*

      Toh dari proses melahirkan, yang bikin aq mencak2 ampe teriak2 ke bidannya justru pas dijahit xD

  2. dani · April 28

    Hueee Chan. Tempo hari juga baca statusnya dan cuma bisa menghela nafas. Trus ada yang komen juga kalo beliau promosi terselubung untuk bisnisnya. Huehehehe.

    • tu2t widhi · April 28

      Kebanyakan sekarang gitu dan.. bikin status menghebohkan, ujung2nya ntar itu jadi fp dan jualan. Tahik kan?

      • dani · April 28

        Iyoih Chan. Mber banget

  3. Mila Wulandari · April 28

    kayanya yang bikin statement itu kurang piknik, ingin terkenal pake jalan bikin sensasi kedangkalan otak dan hatinya, hadeeeh

    • tu2t widhi · April 29

      Abis terkenal dan banyak follower *padahal orang2 follow dia krn pengen mencaci maki* trus promo jualannya dia deh. Moduuss pengen cepat dikenal.. haaah..

      • Mila Wulandari · April 29

        Ujung2 nya jualan..lagian mana ada yg mau beli klo tabiatnya begitu, suka jelek2 in orang, kemungkinan besar menjelek2 an costumernya lebih besar itu hahaha

        • tu2t widhi · April 30

          Biasanya namanya diganti biar gk inget dulunya siapa itu..

          • Mila Wulandari · April 30

            Hehehe iya betul..😒😒😒

  4. nyonyasepatu · April 28

    Jarimu harimau mu kalau skr ya Chan

    • tu2t widhi · April 29

      Yoi.. padahal ya, sengaja atau tak sengaja apapun yg menyakiti orang lain itu sama dengan dosa. Dan dosa sekecil apapun itu penebusannya di neraka. Na’udzubillah! >_<

  5. Susie Ncuss · April 29

    untungnya aku gak liat status2 itu di FB, mbak.
    ada2 aja ya sekarang dunia teh… -_-“

    • tu2t widhi · April 30

      Asli.. nyebelin banget.. ketahuan tabiat aslinya.. saya punya temen kalo nulis status nyinyir abis. Eh kalo ketemu orangnya kalem.. bingung kan jadinya -_-;;

      • Susie Ncuss · April 30

        😂😂
        Mungkin dia pny tanda2 bipolar, mbak chan 🙊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s