Maaf, Tolong dan Terima Kasih


Sebagai orang tua, saya jelas menginginkan yang terbaik buat anak. Salah satunya adalah sikap atau attitude yang baik. Nggak usah muluk-muluk, saya ingin anak saya tahu cara berterima kasih, meminta maaf ketika salah, dan meminta tolong ketika membutuhkan bantuan. Karena kata tolong, maaf dan terima kasih saat ini sangat langka.

Kemarin ketika saya makan di sebuah pujasera, saya melihat ada seorang anak main segway, atau hover board ya? Soalnya kalo segway kan ada pegangannya. Ini yang semacam skate board gitu. Tanpa sengaja, si anak menabrak kaki kursi, dimana ada seorang wanita paruh baya duduk disana. Wanita tersebut hampir terjatuh dari kursi, begitupun si anak kehilangan keseimbangannya dari segway. Si anak hampir jatuh dan diselamatkan oleh ibunya. Lalu apakah yang kemudian si anak lakukan?

A. Pergi begitu saja tanpa meminta maaf.

B. Meminta maaf kepada wanita yang ditabraknya.

kira-kira yang mana?

Kalau kalian menjawab yang b, maaf, kalian salah. Karena jawabannya a. Ia pergi begitu saja tanpa meminta maaf. Parahnya lagi, si ibu juga merasa tidak bersalah dan tidak menegur anaknya. Ironisnya lagi, si anak sudah masuk pada kategori remaja, dimana seharusnya ia mengerti bahwa ia salah dan harus meminta maaf.

Hal ini disaksikan oleh saya dan pak bojo, dan beberapa orang lainnya yang sedang makan. Saya tergelitik bertanya kepada pak bojo, karena tiba2 saja dia berhenti makan dan terdiam, sembari menatap si anak dan ibu berlalu tanpa merasa bersalah.

“kamu kenapa? Sebal ya? Soalnya anak itu nggak minta maaf?”

“Iya. Padahal ada ibunya lho. Itu sampe nabrak kamu dan gak minta maaf, aku goblok2in ibunya krn gak bisa mendidik anak dengan baik. Masak nggak bisa mendidik anak untuk berkata maaf ketika ia salah?” dengan nada geram dan sengaja suaranya dibanterin biar si korban mendengar. Dan wanita tersebut mendengarnya.

“iya pak. Saya juga heran. Padahal anaknya udah besar. Iya kalo masih anak2 usia tk ato sd kelas 3. Ini keliatan banget usia smp mau ke sma”, ujar wanita tersebut.

“lalu, ibu diam saja? Tidak menegurnya?” tanya pak bojo.

“Biarin lah, mas. Kita sabar aja,” ujar anak si wanita tersebut.

Saya langsung menimpali “mbak, bu.. kalau memang salah, sudah sewajarnya kita menegur. Kenapa? Karena itu contoh yang tidak baik dan dilihat oleh anak kita. Dan ketika ibu diam saja, cucu ibu akan berfikir kalau nantinya ia tertindas, ia akan diam saja. Alasannya adalah sabar, seperti yang mbak ucapkan tadi. Sedangkan anak yang berbuat salah akan beranggapan bahwa apa yg ia lakukan itu tidak berakibat buruk kok. Tidak akan ada yang mengambil pelajaran disini. Seterusnya akan salah.”

Dan merekapun terdiam.

Memang untuk mengajarkan esensi dari kata “tolong”, “maaf” dan “terima kasih” itu harus dimulai sedini mungkin. Terutama kata “maaf”. Karena dari kecil itulah, ketika mereka belum kenal ego maupun gengsi, hal tersebut harus ditanamkan sebaik mungkin. Semakin besar si anak, akan semakin sulit mengajarkan nilai2 sikap yang baik.

Kalau kita sebal terhadap orang lain yang berbuat salah namun tidak mau minta maaf, saatnya berkaca pada diri sendiri dan bertanya “apakah kamu berani meminta maaf ketika berbuat salah?”. Semua berawal dari hal kecil, yaitu diri sendiri. Lalu sebarkan kepada lingkungan kita. Karena sikap positif itu menular.

Yuk budayakan berkata “terima kasih”, “tolong” ketika membutuhkan bantuan, dan “maaf” ketika berbuat salah. Dan satu lagi, tolong jangan menjadi seseorang yang cuek dengan lingkunganmu. Karena seseorang pasti membutuhkan bantuanmu , walaupun hanya sebatas memberikan tempat duduk.

~tu2twidhi, 8 July 2016~

2 comments

  1. cumilebay.com · July 10

    3 kata ajaib ini mmg sekarang susah banget di ucapkan :Makasih, maaf, tolong”

  2. marcellinamaria · July 11

    Kalau orangtua tak bisa mendidik, maka lingkungan yang harus mendidik, demi nasib masa depan anak juga🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s