Optimis

“Eh kamu tuh orangnya optimis ya. Semua hal itu positif aja dimatamu. Kira-kira ada gak sih hal negatif yang kamu lihat?”

Saya tuh sering banget diomongin seperti ini. Yang selalu optimis lah, yang melihat hal dari sisi positif lah. Padahal sih,  saya hanya menjalani hidup apa adanya saja.

Tapi bagaimanapun juga, yang bisa menilai diri kita ini kan orang lain ya, karena ia yang bisa melihat. Kalau kita menilai diri sendiri, biasanya kan yang baik-baik tuh. Tapi kalo orang lain bisa menilai baik dan buruknya.

Sehubungan dengan optimis, menurut saya optimis itu sebuah sikap untuk melihat dan menyikapi sesuatu dengan positif, apapun situasinya. Apakah saya dari lahir procot trus oek oek dan optimis? Yang saya yakini, sikap optimis ini lahir dari sebuah proses.

Diawali dari lingkungan keluarga yang positif, lingkungan sekolah juga positif, biasanya akan melahirkan anak yang optimis. Bagaimana kalau sedari awal lingkungan nya negatif? Tetap bisa kok, tapi perjuangannya berat banget.

Sumber: google

Proses untuk selalu positive thinking ini sama sekali tidak mudah. Ada saja halangannya. Dari yang dilecehkan, dibully secara verbal, siapa sih yang tahan dengan hal-hal seperti itu? Orang bermental baja saja bisa keok kalo dibully terus-terusan. Butuh satu orang yang tiada henti mendukung apa yang kamu lakukan. Bagaimana kalau tidak ada satupun yang medukung? Percayalah bahwa engkau hidup itu karena Tuhan masih sangat sayang kepadamu.

Proses untuk selalu berpikiran positif inilah yang lama-lama terpatri (karena terbiasa) dan akhirnya timbul yang namanya optimis.

Misalnya, pakbojo baru pulang jam 3 pagi karena harus berteduh di jalan. Sampai rumah diajak makan, setelah itu ybs tidur, dan saya tidak bisa tidur. Padahal ya badan capek. Lihat jam, lha kok sudah jam 4 pagi. Lihat sisi baiknya: saya orang yg susah bangun pagi. Jadi sekalian nungguin adzan shubuh. 

Eh lha kok tetep nggak ngantuk juga. Gimana mau ngantuk, lha wong kepikiran kalo tidur bisa bablas kesiangan soalnya jam 9 pagi ada acara. Ya sudah bikin draft postingan aja. Haha.

See?  Kalau segala sesuatu dibuat “enteng” dan positive, saya yakin hidup itu akan lebih bermakna. Daripada ngomel gara-gara nggak bisa tidur? Toh setelah sholat shubuh lebih baik jangan tidur lagi, kan? Hihi..

Salah satu quote yang paling saya suka, karena nampol banget:

Life’s not about how hard of a hit you can give… it’s about how many you can take, and still keep moving forward. – Rocky Balboa

Have a nice weekend, mate!
~tututwidhi, 24 September 2016~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s