Masker oh masker

Gegara si covid-19 ini, yang namanya masker langsung jadi barang langka di pasaran. Gak cuman pasar Indonesia aja sih. Dimana-mana masker jadi barang yang permintaannya tinggi.

Inget banget pas barusan si covid ini outbreak di beberapa negara Asia Timur, temen-temenku yang disana ampe ngeluh akan kelangkaan masker. Hal ini dikarenakan beberapa turis yang dari Cina memborong masker untuk dibawa pulang. Lha kok bisa? soalnya mereka mau pulang ke Cina dan pasti disana juga gak ada masker. Kalaplah mereka.

Nah, Indonesia ini termasuk salah satu negara yang, menurut berita yang beredar, diawasi oleh WHO. Kenapa? Karena belum melaporkan tentang si virus ini di Indonesia. Memang beberapa berita mengatakan bahwa ada beberapa pasien di Bali, Surabaya, Kalimantan, yang dicurigai terkena covid, namun ternyata hasilnya negatif.

Alhamdulillah sementara ini Indonesia aman. Tapi tetep aja kudu waspada deh, gaes. Yang namanya virus tuh, gak pandang bulu.

1

Barusan saya dapet link dari temen ngecraft, dia ngebagiin tutorial pembuatan masker kain yang fungsinya seperti masker medis. Tutorial ini dibagikan oleh salah satu dokter di cina, dimana ini juga menjadi solusi tepat buat mereka yang kehabisan masker, dan juga eco friendly.

menurut pak dokter, yang kalian perlu lakukan adalah:

1. belilah kain minimal sepanjang satu meter.
2. bawa ke tukang jahit << YO MESTI AE PAK!! Nek digowo nang tukang masak yo malah digawe jampel. (baca: ya jelas lah pak. kalau dibawa ke tukang masak malah dibuat angkat panci biar gak panas).
3. jangan lupa bawa masker medisnya sebagai contoh ke tukang jahitnya.
4. taruh kain non-woven sebagai filter.

apakah kain non woven itu?
kain non woven adalah kain yang seperti kain (nah loh bingung sendiri kan lu?), terbuat dari serat yang proses penyatuannya menggunakan zat kimia, mesin ataupun panas. Jadi proses pembuatannya tidak ditenun atau dirajut seperti kain kebanyakan. Daripada bingung, kalian bisa isi dalamnya dengan tissue.

2

Pertanyaan utamanya kini: apakah masker kain efektif?
Saya udah sempet tanya ke temenku yang dokter, jawabannya: tergantung. Selama itu non-medical mask, ia tidak bisa menyaring virus. hanya berfungsi menyaring debu. Karena masker kain tidak memiliki bahan yang bisa menyaring virus. kalau bahan di masker kain itu dari mumpuni untuk menyaring virus (memiliki filter), bisa dikatakan si masker efektif untuk itu.

Selain masker, pak dokter juga mengatakan bahwa yang paling penting adalah mencuci tangan. Ya bener juga sih, soalnya tangan kita ini suka megang sesuatu. dan kita gak ngerti itu bersih apa ndak, aman dari bakteri apa ndak. Jadi memang ada baiknya kita rajin cuci tangan atau kemana-mana bawa hand sanitizer.

Jangan lupa jaga kesehatan. Tingkatkan imunitas kita dengan cara makan-makanan bergizi, buah sayur, minum air putih jangan sampai kurang dari 2 Liter sehari. Kalau saya sih minum immune booster seperti: lemon-jahe-madu metode infused water, rebusan daun jambu biji (ini bagus tak hanya untuk menghentikan BAB lho), teh jahe. Plus Vitamin C bila perlu. Tau perlunya bagaimana? ya kalian sendiri pasti tahulah kapan perlu minum suplemen vitamin C.

Okedeh kalau gituh. Tetap jaga kesehatan ya. Kalau gak bisa bikin maskernya, japri aku aja deh via DM Instagram ya (IG: @tu2twidhi). Nanti saya bantu bikinin, yang jelas jangan lupa bayar ongkosnya ya 😀

Hai! Ecchan deshita!
~February 22, 2020~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s