karantina mandiri hari ke-8

Hello semuanya.  Lagi pada dirumah atau masih tetap bekerja di kantor seperti biasa? Kerja di kantor maupun diam dirumah, semoga kita semua tetap sehat dan selalu mendapat perlindungan Tuhan 😀

Benernya banyak banget yang pengen gue tulis disini, tapi yang namanya emak-emak diem dirumah itu nggak ada diemnya sama sekali. Tetep ada bingungnya menghadapi anak lima tahun dimana baterai keaktifannya tidak pernah padam serta orang tua yang dikit-dikit khawatir, dikit-dikit ngomel 😛

Bagaimana nggak khawatir? Sebagai orang yang kerjanya freelance, sudah tentu melakukan karantina mandiri itu banyak kekurangannya. Salah satunya adalah pembatalan job dari beberapa klien. Ya jelas cukup banyak sih kerjaan gue yang dibatalkan atau dipending. Apalagi pesenan nasi kotak dan kue. Ya jelas ada yang dibatalkan karena nggak mungkin ada acara yang mengumpulkan orang banyak, ya kan?

Jadi imbasnya adalah penghasilan berkurang drastis hingga 50%. Mau ngeluh? Mau teriak? Nggak bisa. Karena yang bernasib seperti gue ini banyaaaaak banget. Harus tetap bersyukur masih ada penghasilan walaupun itu separuh dari biasanya.

Gue nggak bisa bayangin yang harus keluar rumah untuk berjualan dan menghadapi orang banyak demi mendapatkan uang supaya bisa menghidupi keluarganya, atau dia sendiri. Karena kalau dia nggak keluar, mau dapat uang dari mana cobak? Gue masih bisa bersyukur bisa memiliki masker (walau bikinan sendiri) dan juga memiliki skill menjahit tingkat dasar sehingga beberapa teman memesan masker buatan gue. Maafkan jika gue lama sekali bikinnya karena gue juga harus membagi waktu dengan ngajarin anak selama sekolah libur – masak – groceries shopping – general house cleaning – hunting antiseptik – kerja freelance – menjahit masker, jadi rasanya sehari 24 jam itu berasa cepat sekali.

Hal yang paling melelahkan adalah ketika harus hunting kebutuhan dasar dan antiseptik. Soalnya harga di oLshop itu gak manusiawi, gaes! gue bicara tentang si antiseptik ya. Hopping dari mart ke mart, supermarket ke supermarket, itu capek raga dan lelah jiwa. Kenapa gue belain begini? Karena dana gue gak banyak.

Harga telur, bawang putih bawang merah, cabe merah, cabe rawit dan semua kebutuhan pokok pada naik. Sempat kehabisan pula gue. Jadi sempet cursing juga sih gue, kenapa si telur habis, harga cabe merah di supermarket 12rebu/100 gram men! sadis! akhirnya blusukan ke pasar dengan resiko terpapar corona dan virus lain tak kasat mata itu semakin besar.

Yhaa jadi curhat XD *inhale exhale*

Dah ah mau apdet itu aja. Kita semua lagi diuji segala-galanya. Kemanusiaan, keimanan, keuangan, semuanya. Yang resesi gak cuman satu dua, semua. Yang panik gak cuman satu dua, semua. Yang penting tuh, kalo elu emang gak ada urusan diluar, udah dirumah aja.

Semoga kita semua bisa melalui badai ini bersama.

Ecchan deshita!
~March 23, 2020~

3 thoughts on “karantina mandiri hari ke-8

  1. Ada sedikit update positif, kemaren aku aca berita tokopedia pecat permanen semua merchant yg njual masker atau sanitizer dg harga ngawur. Ben kapok iku spekulan2…

    1. baguslah. soalnya persediaan dettolku udah hampir habis. padahal dettol cair itu biasa aku buat untuk mandi, jadi makin cepet abis gara2 ku pake preventif covid ini. sebel soalnya. gila apa ya yang 265ml biasa beli 48rb (di indomaret) jadi 90rb?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s