Kangen Me Time

Mungkin ini ya yang dirasakan oleh banyak orang-orang diluar sana, dimana mereka ampe nekat keluar dan jalan-jalan. Sejak pemberlakuan PSBB di Surabaya 4 bulan yang lalu, I holed up my self at home. Hanya keluar kalau bener-bener perlu aja.

Then after four months, I realized that I miss to spend my time alone.

Duduk di pojok cafe sambil menghadap laptop sambil menikmati secangkir latte menjadi hal yang sangat mewah buat gue. Mewah banget, karena gue harus menyisihkan pendapatan sehari-hari gue untuk itu. Selain itu gue juga kudu melihat keadaan apakah cafenya beresiko atau tidak.

Covid-19 ini benar-benar merubah segala tatanan keseharian kita. Gue tidak keberatan dengan social distancing, memakai masker dan semua protokol kesehatan tersebut. Hal ini dikarenakan sebelum si covid menyerang pun, diriku sudah kemana-mana bawa hand sanitizer, pakai masker (ampe diliatin orang-orang dengan tatapan aneh) dan nggak suka keramaian. This new normal has already normal for me.

Hanya saja tak sedikit dari mereka yang menganggap new normal ini sebagai keadaan normal seperti dulu. Jalanan masih aja rame, warkop juga masih rame yang nongkrong. Ah gue gak mau nyebutin satu-satu. ntar malah dibalikkan ama orang-orang yang nggak terima. Yang jelas gue memilih berdamai dengan covid, bukan berarti gue bakalan seenaknya melenggang kemana-mana. Gue tetap menjalankan prosedur kesehatan walaupun banyak yang ngomong ke gue “halah.. ini cuman akal-akalannya XX aja.” dan lain-lainnya.

Hanya saja, gue sempet ngamuk ketika beberapa waktu lalu ada yang bilang “sudahlah mbak.. ngapain sih anaknya dikekep terus. biarin aja.. nggak apa-apa lah terpapar. ntar kan bakalan kebal-kebal sendiri”

Kebal-kebal sendiri your stupid ass.

“ya sudah kalau gitu. Kamu biarin aja anakmu jajan sembarangan sampai akhirnya terpapar thypus. atau nggak usah pakai obat nyamuk dirumah sekalian, biar terpapar dbd. kan nanti bakalan kebal-kebal sendiri,” ucapku dengan menahan amarah bercampur sebal yang berlipat karena meremehkan sebuah virus yang sudah mengambil nyawa ratusan ribu jiwa di seluruh dunia ini. Hingga saat ini sih korban meninggalnya 572 ribu, di seluruh dunia.

Why they don’t understand that this is not a mere virus. This is not a flu, oh c’mon!

Ya sudahlah. Kita memang harus berdamai dengan semuanya. Tahun 2020 bakalan menjadi tahun yang tidak akan pernah gue lupakan seumur hidup gue. Dan ini masih July 2020, Ya Allah.. baru pertengahan tahun. Semoga kita masih bisa survive.

Sampai ketemu di tulisan berikutnya. Jya ne!

~July 14, 2020~

10 thoughts on “Kangen Me Time

  1. cupcupcup…. “kebal-kebal sendiri” ini paling nyebelin. Sebelum mendapat kekebalan, anak mesti sakit dulu. Nah ketika sakit, mereka belum tentu kuat. Apalagi covid ya, meskipun bisa sembuh, tapi paru2 terlanjur cacat. Apa mau mewariskan kecacatan ini pada anak? Stupid tenan iku jenenge

  2. Aku rajin jawab jawabin plus ngotot tapi akhirnya nyerahlah mending tetap dirumah bukan cm terhindar dr Covid tp jg dr tensi yg melonjak liat mereka diluar 🤓

    1. saya sih.. kalo keluar itu duitnya yang mefet XD jadi ya udah dirumah aja.. ntar kalo anak tidur baru bisa bernafas lega.. my precious me time wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s