Dompet kulit handmade by Finish Leather

Kalau berbicara tentang barang personal yang paling suka dibeli, buatku adalah Tas dan Dompet. Aku nggak tahu kenapa, dua hal tersebut selalu membuatku ingin dan ingin untuk memilikinya lagi. Well, cewek kali ya? Hahahaha.

Nah, beberapa bulan yang lalu, diriku menang GA nih di IG dari @finish_leather. dapat apa? Dapat dompet kulit berwarna biru! Yeah!!

Biasanya kalo menang GA ato apalah itu, langsung direview kan produknya.. well diriku menunggu agak lama karena ingin mencoba dan “menyiksa”nya wkwkwk.. kasian amat sih disiksa.

So, si dompet yang aku dapat ini penampakannya seperti dibawah ini.

Seperti yang kalian bisa lihat, jahitannya rapi banget. Ini jahitan tangan lho, guys! Dan kulit yang digunakan adalah kulit asli. Jadi kalau kalian bertanya-tanya apakah ini kulit sintetis atau asli, jawabnya adalah kulit asli.

Bagaimana mengetahui bahwa sebuah produk menggunakan kulit asli atau sintetis? Well, ini beberapa cara yang kugunakan. 

  1. Dicium atau membau produknya. Kulit memiliki wangi atau bau yang khas. Hmm, gimana ya ngomonginnya. Yang jelas dari bau itu bisa ketahuan bahannya apa.
  2. Tekstur kulitnya. Kulit asli pasti memiliki tekstur seperti…. Kulit XD *langsung digampar berjamaah* maksudku adalah tekstur dan seratnya. Duh gimana ya mendeskripsikannya. Tekstur kulit itu tidak seperti tekstur buatan. Kalau tekstur buatan, ia terpola dengan rapi. Tapi tekstur kulit asli itu buatan Yang Maha Kuasa, jadi tidak bisa ditiru dengan mesin.
  3. Perasaan ketika merabanya. Etjieh pake perasaan aja nih XD tapi ketika meraba barang dengan kulit asli dan kulit buatan, ada perbedaan baik itu tekstur dan serat (kembali ke no.2).
  4. Dan masih banyak lagi jadi kalian bisa tanya ke temen-temen yang demen produk kulit ataupun googling. 

Selama aku pakai dompet dari finish leather ini, hanya ada satu ekspresi yang bisa aku gambarkan.

I LOVE IT!!!

Saya bukan tipe cewek yang kemana-mana bawa tas cantik gitu (padahal katanya penggemar tas, tapi gak suka pake tas haha). Yah, saya sukanya tote bag (handmade tentunya) dan tas ransel, jadi tas-tas macam punya princess Syahrini itu jelas out of my league deh XD

Kalau nggak suka bawa tas, trus apa kabar dong dompetnya? JELAS DIMASUKIN KE SAKU DONG YA! *ehm nyante aja buk*

Pemilik @finish_leather dengan pedenya pernah berkata padaku bahwa ia menggunakan bahan yang jika dimasukkan ke saku, ia tidak selip dan warnanya bisa “mbulak” secara alami. Sek ta lah, “mbulak” kuwi opo? XD “mbulak” itu memudar. Selain itu ia menjamin kalau kulitnya tidak akan mengelupas setelah sekian lama. 

Karena mendapatkan petunjuk tentang pemakaian si dompet ini, akhirnya aku serinmg menaruhnya di saku belakang atau saku depan jeansku. Dompetnya ini enak ternyata di kantong. Walaupun panjang, ia bisa tetap di tempatnya. Kalau di saku depan, ia bisa mengikuti bentuk badan ketika sedang duduk jadi tidak mengganjal.

Dompet ini emang khusus menyimpan uang kertas dan kartu. Jadi kalo kamu hobi ngumpulin struk belanja, dompet ini kurang pas buatmu. Bagaimana dengan uang koin? Ya gak bisa masuk juga dong. Lagian aku biasa masukin uang koin tangsung ke kantong jaket atau celama. Duit kertasnya aja sih yang kumasukin dompet.

Mampir deh ke ignya @finish_leather. mereka tidak hanya bikin dompet macam hadiah GA itu. Produk-produk @finish_leather berhubungan dengan kerajinan tangan berbahan dasar kulit. Karena ini handmade dan dikerjakan oleh manusia (bukan mesin semacam pabrik/mass production gitu maksudnya), otomatis perlu waktu pengerjaan. Sudah jelas dalam satu bulan juga tidak banyak produk yang dihasilkan. 

Tapi yang namanya barang handmade, kamu bisa memesannya sesuai keinginanmu. Misalnya kamu pingin dompet seperti apa, atau tas seperti apa, mereka bisa membuatnya. 
~tu2twidhi, 21-11-2017~

Advertisements

Big Bad Wolf datang lagi di Surabaya!

“Wah iki! Big Bad Wolf datang lagi!!” – begitulah pesan yang kuterima awal bulan September lalu dari salah seorang teman disertai dengan postingan instagram Big Bad Wolf Indonesia. Kabar tersebut sudah tentu kusambut dengan suka cita disertai dengan tepokan jidad. bagaimana tidak? itu artinya harus segera menyisihkan duit belanjaan mingguan demi bisa membeli buku-buku disana 😀

Dan mulai tanggal 28 September 2017 lalu, Pameran buku import terbesar sejagad Surabaya Raya, plus Indonesia Timur pastinya, resmi dibuka. Bisa dibayangkan ramainya seperti apa?

Well, chan datang kesana (hingga hari ini) sudah tiga kali sih 😛 elu datang kesana demen apa doyan sih chan? ampe tiga kali? haqhaqhaq.. jadi pertama kali datang itu H-1 alias tanggal 27 September 2017. nah, yang bisa masuk disana antara lain 88 orang blogger dan vlogger terpilih, termasuk ehm-saya-ehm, dan ratusan member yang mendapatkan preview sale pass saat itu. yang kedua sih senin lalu (tgl 2 Okt) dan terakhir hari ini (4 Okt).

Salah satu yang dicari para crafter sepertiku.. tapi ini titipan temen sih haha..

bagaimana kesan chan di pameran Big Bad Wolf selama tiga kali kesini?

jujur aja sih ya, tiga kali pergi ke BBW aku rasa sih nggak akan pernah cukup dan puas. walaupun chan bukanlah bookworm sejati, tapi berada di dalam kerumunan buku itu somehow membuatku cukup tenang dan rileks.

Books! 📚📚

jadi, buat kamu yang sama sekali belum ke event akbar sejagad Suroboyo ini, chan punya beberapa pesan buat kamu. monggo dicatat kalo mau 😀

  1. Pastikan kalian pentengin instagram si Big Bad Wolf ini @bbwbooks_id dan websitenya Big Bid Wolf. kenapa? karena kamu bisa tahu buku apa saja yang disuguhkan disana, beserta harganya. kalian juga bisa cek disini. catat buku-buku yang kamu incar beserta genre. misalnya buku The Lair of the White Worm, pengarang Bram Stoker, publisher Collins Classics, itu berada di Literature Sections.
  2. begitu sampai di JX International Expo, jangan buru-buru masuk ke dalam venue. berhentilah didepan pintu masuk dan pelajari denah pameran. kenapa? karena ada ratusan, ribuan bahkan ratusan ribu buku ada disana. kalau kamu nggak tahu jenis buku seperti apa yang kamu cari, sudah pasti kamu bakalan tersesat di samudera buku big bad wolf.
  3. nggak usah bawa minum dan makan. karena di lantai 2 ada banyak booth makanan dan minuman, beserta tempat duduk untuk melepas penat.
  4. jangan lupa bawa powerbank! yah siapa tahu mau selfie disana gitchu ama tiap-tiap bukunya 😛 tapi kalau nggak bawa powerbank, kamu bisa bawa charger. ketika baterai hapemu kritis, kamu bisa pergi ke mandiri lounge yang berada di tengah-tengah venue. disana kalian bisa bersantai melemaskan kaki, duduk-duduk di beanbag, dan juga nge-charge hapemu. tapi jangan ditinggal lho ya. charging stationnya bukan tempat penitipan hape 😀
  5. masih ada hubungannya ama selfie, kamu bisa masuk ke mirror photobooth di sebelahnya mandiri lounge! disitu kamu bisa foto-foto sak puasmu! jangan lupa posting di instagram disertai hashtag #mandiribbw.. kalau nggak salah nanti foto yang terpilih bakalan dapat voucher belanja di Big Bad Wolf. nice deal isn’t it?
  6. untuk transaksi di BBW ini, yang namanya kartu debit dan kredit BCA itu sama sekali gak payu, alias nggak laku. Yang berlaku hanyalah kartu debit-kredit Mandiri, kartu kredit berlogo VISA-Mastercard dan uang tunai. berbeda dengan tahun lalu, pembelian dengan uang tunai tahun ini tidak dibatasi. jadi mau pembelanjaan ampe sejutapun kalo ada cash ya silahkan.
  7. datanglah dikala pagi hari, kalau perlu dini hari XD eh tapi chan serius lho.. karena event ini dibuka 24 jam mulai tanggal 28 September – 9 Oktober 2017. jam-jam rame si BBW ini rata-rata sih mulai jam 3 siang sampai dengan malam, ya jam-jam orang-orang pada pulang kerja gitu deh. beberapa teman chan yang datang abis shubuh atau diatas jam 12 malem gitu bilang kalau jam-jam segitu biasane sepi. ya iyalah sepi. pada tidur semua kaleeee..

nah, buat ibu-ibu yang punya anak, jangan lupa bawalah stroller atau gendongan yang super nyaman. in my case, aku menggunakan gendongan SSC (Soft Structured Carrier) merek Boba Air yang nyaman dan ringan untuk menggendong putriku yang super duper manja di BBW ini. walaupun ujung-ujungnya dia minta jalan kaki atau duduk di trolley sambil membaca bukunya ^0^;

nah, ada beberapa hal yang menurutku kurang di BBW ini.

  1. katanya ada playground buat anak-anaknya. ternyata nggak ada sodara-sodara! usut punya usut, itu playground memang ada tapi di BBW Jakarta. di Surabaya ini nggak ada playgroundnya. padahal di woro-woronya bakalan ada. setidaknya, sediakan tempat untuk anak-anak bermain dan beristirahat sehingga mereka bisa nyaman berada di event ini. memang yang datang dan membeli buku-bukunya adalah orang tuanya. tapi bukan berarti si anak-anak ini tidak diperhatikan, bukan? chan juga butuh si anak memiliki mood paripurna sehingga ia bakalan seneng hati mengikuti emboknya ini hunting buku. jadi tahun depan, tolonglah berikan kids corner untuk anak-anak itu bermain.
  2. disini jualan buku to ya. bagaimana mungkin mereka tidak jualan yang namanya Bookmark alias pembatas buku? how come how come? bagaimana bisa? bahkan yang namanya si Periplus memberikannya secara cuma-cuma. okelahnya yang namanya pembatas buku itu terdengar sepele. tapi pecinta buku pasti tidak akan menekuk bukunya untuk menandai bahwa “aku sudah membaca hingga tempat ini”, begitu. book lover pasti lebih memilih untuk membeli bookmark ketimbang melakukan hal bodoh tersebut. tahun lalu mereka jual leather bookmark. jadi chan dan teman-teman berharap kalau tahun ini bakalan ada lagi. ternyata tidak. kecewa kan? masa bookmarknya nota pembelian bbw?
  3. Tahun ini pemilihan bukunya tidak seperti tahun lalu. Tahun ini aku dan beberapa temenku bilang “lho cuman ini doang?”. Beberapa publisher seperti Harlequin dan pengarang seperti Eiji Yoshikawa dan Haruki Murakami absen deh sepertinya. Selain itu, aku juga kesulitan mencari buku berdasarkan satu nama pengarang. misalnya, bukunya Jane Austin itu tersebar di berbagai section. Begitupun bukunya Rick Riordan yang Percy Jackson. Mbok ya kalo satu pengarang itu disatukan di satu tempat. Jadi begitu ketemu satu pengarang, kita bisa nyari buku si pengarang A dengan judul A-Z di satu tempat.


so far sih, aku akan kembali lagi kesana, mungkin? ya gimana ya.. 3 kali gitu loh pergi ke BBW, capek hahaha.. ya kalee kalo aku kesana nggak bawa anak. lha jam pergiku terhalang balita yang moodnya bisa berubah sewaktu-waktu. ya bukannya ngeluh sih, tapi emang balitanya itu berperan sebagai “alarm” waktunya pulang atau waktunya makan. kalau nggak begitu, bisa lupa segalanya deh eikeh. wkwkwkwk!

Ada boothnya tiki juga! Jadi kalo ada yg nitip2 tuh.. bisa lho langsung kirim.. cukup menyenangkan dan memudahkan.. mengingat banyak yang membuka jasa titip beli buku.

well, kalau mau foto-foto tentang Big Bad Wolf, bisa deh cek instagramku 😀

last words, HAVE FUN!!

ecchan deshita!
~Surabaya, 4 Oktober 2017~