Big Bad Wolf datang lagi di Surabaya!

“Wah iki! Big Bad Wolf datang lagi!!” – begitulah pesan yang kuterima awal bulan September lalu dari salah seorang teman disertai dengan postingan instagram Big Bad Wolf Indonesia. Kabar tersebut sudah tentu kusambut dengan suka cita disertai dengan tepokan jidad. bagaimana tidak? itu artinya harus segera menyisihkan duit belanjaan mingguan demi bisa membeli buku-buku disana 😀

Dan mulai tanggal 28 September 2017 lalu, Pameran buku import terbesar sejagad Surabaya Raya, plus Indonesia Timur pastinya, resmi dibuka. Bisa dibayangkan ramainya seperti apa?

Well, chan datang kesana (hingga hari ini) sudah tiga kali sih 😛 elu datang kesana demen apa doyan sih chan? ampe tiga kali? haqhaqhaq.. jadi pertama kali datang itu H-1 alias tanggal 27 September 2017. nah, yang bisa masuk disana antara lain 88 orang blogger dan vlogger terpilih, termasuk ehm-saya-ehm, dan ratusan member yang mendapatkan preview sale pass saat itu. yang kedua sih senin lalu (tgl 2 Okt) dan terakhir hari ini (4 Okt).

Salah satu yang dicari para crafter sepertiku.. tapi ini titipan temen sih haha..

bagaimana kesan chan di pameran Big Bad Wolf selama tiga kali kesini?

jujur aja sih ya, tiga kali pergi ke BBW aku rasa sih nggak akan pernah cukup dan puas. walaupun chan bukanlah bookworm sejati, tapi berada di dalam kerumunan buku itu somehow membuatku cukup tenang dan rileks.

Books! 📚📚

jadi, buat kamu yang sama sekali belum ke event akbar sejagad Suroboyo ini, chan punya beberapa pesan buat kamu. monggo dicatat kalo mau 😀

  1. Pastikan kalian pentengin instagram si Big Bad Wolf ini @bbwbooks_id dan websitenya Big Bid Wolf. kenapa? karena kamu bisa tahu buku apa saja yang disuguhkan disana, beserta harganya. kalian juga bisa cek disini. catat buku-buku yang kamu incar beserta genre. misalnya buku The Lair of the White Worm, pengarang Bram Stoker, publisher Collins Classics, itu berada di Literature Sections.
  2. begitu sampai di JX International Expo, jangan buru-buru masuk ke dalam venue. berhentilah didepan pintu masuk dan pelajari denah pameran. kenapa? karena ada ratusan, ribuan bahkan ratusan ribu buku ada disana. kalau kamu nggak tahu jenis buku seperti apa yang kamu cari, sudah pasti kamu bakalan tersesat di samudera buku big bad wolf.
  3. nggak usah bawa minum dan makan. karena di lantai 2 ada banyak booth makanan dan minuman, beserta tempat duduk untuk melepas penat.
  4. jangan lupa bawa powerbank! yah siapa tahu mau selfie disana gitchu ama tiap-tiap bukunya 😛 tapi kalau nggak bawa powerbank, kamu bisa bawa charger. ketika baterai hapemu kritis, kamu bisa pergi ke mandiri lounge yang berada di tengah-tengah venue. disana kalian bisa bersantai melemaskan kaki, duduk-duduk di beanbag, dan juga nge-charge hapemu. tapi jangan ditinggal lho ya. charging stationnya bukan tempat penitipan hape 😀
  5. masih ada hubungannya ama selfie, kamu bisa masuk ke mirror photobooth di sebelahnya mandiri lounge! disitu kamu bisa foto-foto sak puasmu! jangan lupa posting di instagram disertai hashtag #mandiribbw.. kalau nggak salah nanti foto yang terpilih bakalan dapat voucher belanja di Big Bad Wolf. nice deal isn’t it?
  6. untuk transaksi di BBW ini, yang namanya kartu debit dan kredit BCA itu sama sekali gak payu, alias nggak laku. Yang berlaku hanyalah kartu debit-kredit Mandiri, kartu kredit berlogo VISA-Mastercard dan uang tunai. berbeda dengan tahun lalu, pembelian dengan uang tunai tahun ini tidak dibatasi. jadi mau pembelanjaan ampe sejutapun kalo ada cash ya silahkan.
  7. datanglah dikala pagi hari, kalau perlu dini hari XD eh tapi chan serius lho.. karena event ini dibuka 24 jam mulai tanggal 28 September – 9 Oktober 2017. jam-jam rame si BBW ini rata-rata sih mulai jam 3 siang sampai dengan malam, ya jam-jam orang-orang pada pulang kerja gitu deh. beberapa teman chan yang datang abis shubuh atau diatas jam 12 malem gitu bilang kalau jam-jam segitu biasane sepi. ya iyalah sepi. pada tidur semua kaleeee..

nah, buat ibu-ibu yang punya anak, jangan lupa bawalah stroller atau gendongan yang super nyaman. in my case, aku menggunakan gendongan SSC (Soft Structured Carrier) merek Boba Air yang nyaman dan ringan untuk menggendong putriku yang super duper manja di BBW ini. walaupun ujung-ujungnya dia minta jalan kaki atau duduk di trolley sambil membaca bukunya ^0^;

nah, ada beberapa hal yang menurutku kurang di BBW ini.

  1. katanya ada playground buat anak-anaknya. ternyata nggak ada sodara-sodara! usut punya usut, itu playground memang ada tapi di BBW Jakarta. di Surabaya ini nggak ada playgroundnya. padahal di woro-woronya bakalan ada. setidaknya, sediakan tempat untuk anak-anak bermain dan beristirahat sehingga mereka bisa nyaman berada di event ini. memang yang datang dan membeli buku-bukunya adalah orang tuanya. tapi bukan berarti si anak-anak ini tidak diperhatikan, bukan? chan juga butuh si anak memiliki mood paripurna sehingga ia bakalan seneng hati mengikuti emboknya ini hunting buku. jadi tahun depan, tolonglah berikan kids corner untuk anak-anak itu bermain.
  2. disini jualan buku to ya. bagaimana mungkin mereka tidak jualan yang namanya Bookmark alias pembatas buku? how come how come? bagaimana bisa? bahkan yang namanya si Periplus memberikannya secara cuma-cuma. okelahnya yang namanya pembatas buku itu terdengar sepele. tapi pecinta buku pasti tidak akan menekuk bukunya untuk menandai bahwa “aku sudah membaca hingga tempat ini”, begitu. book lover pasti lebih memilih untuk membeli bookmark ketimbang melakukan hal bodoh tersebut. tahun lalu mereka jual leather bookmark. jadi chan dan teman-teman berharap kalau tahun ini bakalan ada lagi. ternyata tidak. kecewa kan? masa bookmarknya nota pembelian bbw?
  3. Tahun ini pemilihan bukunya tidak seperti tahun lalu. Tahun ini aku dan beberapa temenku bilang “lho cuman ini doang?”. Beberapa publisher seperti Harlequin dan pengarang seperti Eiji Yoshikawa dan Haruki Murakami absen deh sepertinya. Selain itu, aku juga kesulitan mencari buku berdasarkan satu nama pengarang. misalnya, bukunya Jane Austin itu tersebar di berbagai section. Begitupun bukunya Rick Riordan yang Percy Jackson. Mbok ya kalo satu pengarang itu disatukan di satu tempat. Jadi begitu ketemu satu pengarang, kita bisa nyari buku si pengarang A dengan judul A-Z di satu tempat.


so far sih, aku akan kembali lagi kesana, mungkin? ya gimana ya.. 3 kali gitu loh pergi ke BBW, capek hahaha.. ya kalee kalo aku kesana nggak bawa anak. lha jam pergiku terhalang balita yang moodnya bisa berubah sewaktu-waktu. ya bukannya ngeluh sih, tapi emang balitanya itu berperan sebagai “alarm” waktunya pulang atau waktunya makan. kalau nggak begitu, bisa lupa segalanya deh eikeh. wkwkwkwk!

Ada boothnya tiki juga! Jadi kalo ada yg nitip2 tuh.. bisa lho langsung kirim.. cukup menyenangkan dan memudahkan.. mengingat banyak yang membuka jasa titip beli buku.

well, kalau mau foto-foto tentang Big Bad Wolf, bisa deh cek instagramku 😀

last words, HAVE FUN!!

ecchan deshita!
~Surabaya, 4 Oktober 2017~

Advertisements

Harus punya banyak akal..

Jadi ortu itu kudu banyak akal. Apalagi kalo anaknya susah makan, tantrum dsb dsb..

image

Pagi ini, sekar pengen makan ayam saja. Nasinya udh gk mau. Alhasil suwir2an ayamnya diambil pake tangannya. Nasinya masih banyak kan? Aq gak kehilangan akal, kubilang kalo di nasinya ada ayamnya. Dia lihat, eh diambil ayamnya doang dri sendoknya.

Dicoba lagi, kali ini ayam didepan nasi dibelakang. Mau diambil lagi ama sekar. Aq bilang, “maem semuanya dek, dari sendok”. Bener dia mangap.. maem dari sendok.. tapi yg dimaem ayamnya yg berada di ujung sendok.

Jadi benernya, yg punya banyak akal itu siapa ya? 😂😅😂😅

~tu2twidhi, 06012016~

nina bobo

kalau manusia memiliki slot baterai dan punya baterai cadangan, aku yakin adik pasti orang pertama yang menginginkan hal itu.

Itu adalah sepenggal curhatanku kepada pak bojo tentang betapa susahnya menidurkan anakku. Karena yang dia inginkan adalah beraktifitas. Bayangkan saja, sudah kenyang, mata sudah hampir menutup, tapi tidak ada sedikitpun tanda untuk diam dan tidur. Padahal ya, tidur adalah salah satu faktor penting dalam pertumbuhan bayi dan balita.

Menurut teori, bayi usia 0-3 bulan total waktu terjaganya sekitar 3 jam. Seiring dengan bertambahnya usia, maka akan semakin sedikit waktu tidurnya. Di usia 6-12 bulan, total waktu tidur anakku adalah 14 jam, dimana seharusnya (menurut teori) adalah 15-18 jam. Sekarang sudah umur setahun dan total waktu tidurnya adalah maksimal 12 jam. Maksimal…

Jangan ditanya apa saja usaha yang telah kulakukan agar ia bisa tidur. Mulai dari makan, membuat dia sibuk, jalan-jalan dan apapun itu yang bisa membuatnya ngantuk dan memejamkan mata. Semua itu gagal hanya karena satu hal: jika adek nggak mau tidur, ya nggak mau. Yes, I’m dealing with a strong-willed toddler.

Sebenernya sih seneng punya anak yang aktif, tapi kalo gak mau istirahat kan ortunya juga yang tinggal tunggu waktu untuk tumbang. hehe.. Dan sekarang diriku kembali dihadapkan oleh GTM karena sepertinya, adek mau tumbuh gigi. Beberapa gejalanya antara lain:

  1. Suka gigit-gigit tangan, dan gigit apapun. Yang paling epic itu tiba-tiba meluk aku dan medekatkan bibirnya, lalu dengan sigap membuka mulutnya sehingga “hap!” pipiku digigit -__-; emaknya tertipu sodara2! dikiranya ini anak mau romantis-romantisan, ternyata gemes -__-;
  2. Gampang ngiler. Padahal nggak makan, tapi tiba-tiba ngiler.
  3. Ogah makan banyak-banyak. 5-10 suap dan berhenti. abis itu narik2 baju bundanya minta nenen XD

Namun, sesusah apapun anakku makan, atau seaktif apapun dia, tetap yang bikin selalu kepikiran adalah susahnya dia untuk tidur.

~tu2t, 08092015~

Foto bayi

image

Beberapa temenku tanya: “fotoe anakmu lho lucu-lucu. Rasae dia bisa pose sendiri. Trus matanya fokus ke kamera. Kok bisa?”

Ketahuilah bahwa memfoto anak kecil terlebih bayi dan balita itu ada teorinya sendiri. Sebatas jago foto aja, nggak cukup. Setidaknya itulah kata dosen fotografiku ketika masih kuliah D2 lalu. Dan memang benar adanya. Bertahun-tahun mencoba memfoto bayi dan balita dengan ekspresi yang natural apa adanya itu, SUSAH! Karena begitu ybs tahu mau difoto, biasanya langsung diem, atau lari.

“Lha, nyatanya fotonya anakmu kok bisa bagus?”

Pengen tau teorinya?
Untuk mendapatkan foto bayi & balita yg bagus, kita harus mendapatkan kepercayaannya. Setelah mendapatkan kepercayaannya, baru itu anak bisa nyaman dan selebihnya tinggal eksekusi fotonya. Dan mendapatkan kepercayaan anak itu, susah lho.

Dalam hal foto anakku, dia udah nyaman dan percaya padaku. Lha gimana nggak? Lha wong mboknya sendiri hahahaha! Hal lainnya adalah seringnya selfie :p *kecil2 udah diajarin selfie* dan salah satu yang terpenting adalah timing.

Lha kalo belum punya anak? Ya coba berlatih dengan keponakan. Itu cukup mudah sebelum memulai memfoto anak lain. Dan pose terbaik menurutku adalah Candid. Karena saat itulah ekspresi naturalnya terlihat.

Last but not least, kenapa anakku bisa begitu ekspresif dan tahu arah kameranya? Itu karena saya ibunya dan ketika memfoto, mukaku ada di sebelah kameranya. Itu saja. *langsung dilempar keripik ama yg baca*

image

~tu2twidhi, 07092015~